Gubernur NTB Usulkan Anggaran Jalur Port to Port Lembar–Kayangan ke Komisi V DPR RI
- 23 Jul 2026 11:19 WIB
- Mataram
Poin Utama
- Pemprov NTB mengusulkan dukungan anggaran APBN untuk pembangunan jalur port to port Lembar–Kayangan sebagai solusi memperkuat konektivitas dan menekan biaya logistik antarpulau.
- Gubernur Lalu Muhamad Iqbal menilai pembangunan bypass senilai Rp3–3,7 triliun lebih realistis dibanding membangun jalan tol yang diperkirakan membutuhkan anggaran sekitar Rp27 triliun.
- Komisi V DPR RI merespons positif usulan tersebut dan meminta BPJN NTB segera mengkaji opsi teknis agar proyek dapat diusulkan dalam program dan anggaran pemerintah pusat.
RRI.CO.ID, Mataram - Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal mengusulkan dukungan anggaran ke Komisi V DPR RI untuk membangun jalur port to port Lembar–Kayangan sekitar Rp3 triliun hingga Rp3,7 triliun. Proyek strategis ini dinilai mampu memangkas biaya logistik sekaligus meningkatkan konektivitas antarpulau.
"Dibanding membangun jalan tol dengan biaya sekitar Rp27 triliun, kami mengusulkan pembangunan bypass sekitar Rp3 sampai Rp3,7 triliun yang manfaatnya bisa langsung dirasakan," kata Iqbal, saat menerima Kunjungan Kerja Reses Komisi V DPR RI Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025–2026 di Pendopo Gubernur NTB, Mataram, Rabu 22 Juli 2026.
Iqbal mengatakan, pembangunan infrastruktur di NTB tidak lagi berorientasi pada proyek-proyek besar yang membutuhkan anggaran fantastis, tetapi difokuskan pada proyek yang memberikan dampak nyata terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Salah satu prioritas yang diajukan adalah pembangunan jalur port to port Lembar–Kayangan. Menurutnya, ruas jalan yang menghubungkan Pelabuhan Kayangan di Lombok Timur menuju Pelabuhan Poto Tano di Sumbawa Barat kini sudah tidak mampu menampung volume kendaraan dan menjadi salah satu titik dengan tingkat kecelakaan yang tinggi di NTB.
"Kami tidak berpikir membangun sesuatu yang monumental. Yang kami butuhkan adalah infrastruktur yang benar-benar menyelesaikan persoalan masyarakat," ujarnya.
Menurutnya, keberadaan jalur tersebut akan menjadi tulang punggung distribusi barang dari Pulau Lombok menuju Pulau Sumbawa dan sebaliknya. Infrastruktur yang lebih baik juga akan mendukung posisi NTB sebagai daerah penyangga ketahanan pangan nasional.
Iqbal menjelaskan, NTB memproduksi sekitar 2 juta ton jagung, 1,7 juta ton beras, memasok sekitar 70 persen kebutuhan bibit bawang putih nasional, serta mengirim sekitar 43 ribu ekor sapi setiap tahun ke wilayah Jabodetabek. Namun tingginya ongkos distribusi masih menjadi tantangan besar.
"Produksi pangan ini juga menjadi beban bagi saudara-saudara kami di luar NTB karena mereka harus menanggung biaya logistik yang mahal. Dari Sumbawa ke Surabaya saja ongkosnya hampir seribu rupiah per kilogram. Karena itu kami sedang mengkaji jaringan kapal feeder menggunakan kapal LCT yang bisa langsung merapat ke pantai tanpa membutuhkan pelabuhan besar," ujarnya.
Ia menegaskan, efisiensi logistik menjadi salah satu strategi utama pemerintah daerah untuk meningkatkan daya saing komoditas unggulan NTB sekaligus menekan biaya distribusi yang selama ini membebani produsen maupun konsumen.
Ketua Komisi V DPR RI Lasarus menyatakan pihaknya memahami kebutuhan pembangunan infrastruktur di NTB, terutama untuk mendukung pertumbuhan ekonomi, sektor pangan, dan kawasan strategis seperti Mandalika. Menanggapi usulan pembangunan jalur tersebut, Lasarus meminta Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) NTB segera melakukan kajian teknis agar solusi yang dipilih benar-benar efektif.
"Saya meminta kepada Kepala BPJN NTB untuk mencari solusi rekayasa lalu lintas yang tepat. Perlu dibahas usulan mengenai modifikasi bypass, jalan layang, atau underpass untuk mengurai kemacetan parah ini, ketimbang jalan tol yang dapat menimbulkan masalah tata ruang yang lebih rumit di masa depan," kata Lasarus.
Ia memastikan seluruh aspirasi yang disampaikan Pemerintah Provinsi NTB, termasuk usulan pembangunan jalur port to port Lembar–Kayangan, akan dibawa ke pembahasan bersama pemerintah pusat dalam penyusunan program dan anggaran tahun mendatang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....