Pansel Sekda Lombok Barat Kebut Asesmen, Asesor Tangerang Siapkan Tiga Penguji

  • 14 Sep 2026 19:32 WIB
  •  Mataram
Poin Utama
  • Seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama Sekretaris Daerah Kabupaten Lombok Barat memasuki tahapan penting dengan proses asesmen calon yang berjalan sesuai jadwal.
  • Penjabat Sekretaris Daerah H. Saepul Akhkam dan Kepala BKPSDM Baiq Mustika Dwi Adni melakukan kunjungan ke BKPSDM Kota Tangerang untuk memastikan standar asesmen sesuai ketentuan BKN.
  • Pemerintah Kabupaten Lombok Barat berkomitmen menjaga transparansi dan profesionalisme dalam proses seleksi pimpinan daerah dengan tetap berada dalam koridor regulasi kepegawaian negara.

RRI.CO.ID, Lombok Barat — Seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) Sekretaris Daerah Kabupaten Lombok Barat mulai memasuki tahapan penting. Pemerintah Kabupaten Lombok Barat bergerak cepat memastikan proses asesmen calon Sekda berjalan sesuai jadwal dan tetap berada dalam koridor ketentuan Badan Kepegawaian Negara (BKN).

Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Lombok Barat, H. Saepul Akhkam, bersama Kepala BKPSDM Lombok Barat Baiq Mustika Dwi Adni, langsung mendatangi BKPSDM Kota Tangerang, Senin 14 September 2026.

Pertemuan yang berlangsung di kantor BKPSDM Kota Tangerang, kawasan Karawaci, Tangerang, itu salah satunya untuk memastikan lembaga tersebut tetap bersedia menjadi asesor dalam proses seleksi calon Sekda Lombok Barat.

Langkah tersebut dilakukan setelah Pj Sekda mengikuti rapat daring bersama Panitia Seleksi (Pansel) JPTP Sekda Lombok Barat.

"Kedatangan kami selain ingin memastikan pihak BKPSDM Kota Tangerang tetap menjadi asesor, kami juga ingin belajar kepada daerah yang sudah maju dalam penerapan manajemen talenta," jelas Akhkam.

Menurutnya, pembahasan tidak hanya berkutat pada proses asesmen calon Sekda. Pemkab Lombok Barat juga melihat peluang membangun kerja sama pengembangan kompetensi aparatur melalui konsep Corporate University.

Respons positif datang dari BKPSDM Kota Tangerang. Lembaga tersebut bahkan menyatakan kesiapannya menurunkan tiga asesor untuk mengikuti tahapan seleksi Sekda Lombok Barat.

"Sesuai jadwal yang telah ditentukan pihak Lombok Barat, kami akan datang pada tanggal 23 dan 24 September ini," ujar Kepala BKPSDM Kota Tangerang, Jatmiko.

BKPSDM Kota Tangerang dipilih sebagai lembaga asesor karena memiliki sertifikasi nasional serta rekam jejak dalam pengembangan kompetensi Aparatur Sipil Negara (ASN).

Keberadaan lembaga asesor menjadi bagian penting dalam memastikan proses seleksi JPTP Sekda berlangsung profesional dan dapat dipertanggungjawabkan.

Akhkam mengatakan, Wakil Bupati Lombok Barat Hj. Nurul Adha juga menginginkan BKPSDM Kota Tangerang tetap terlibat sebagai asesor dalam tahapan seleksi tersebut.

Di sisi lain, Pemkab Lombok Barat masih membuka kesempatan bagi ASN yang memenuhi persyaratan untuk mengikuti seleksi. Hingga saat ini tercatat tujuh orang telah mendaftar.

"Masih ada waktu sampai 17 September nanti. Saya tetap berharap seleksi ini bisa diikuti pendaftar lain, selain tujuh orang yang sudah terlebih dahulu mendaftar," tegas Akhkam.

Ia menambahkan, Pemkab Lombok Barat akan terus melakukan konsultasi dengan BKN, baik melalui Kantor Regional maupun langsung ke tingkat pusat.

Konsultasi tersebut dinilai penting agar setiap tahapan seleksi Sekda tidak hanya berjalan cepat, tetapi juga sesuai dengan ketentuan dan arahan yang berlaku.

"Kami akan tetap berkonsultasi dengan BKN, baik melalui Kantor Regional maupun pusat, agar proses Pansel Sekda ini berjalan dengan baik dan sesuai aturan," ucapnya.

Kunjungan Pemkab Lombok Barat ke Tangerang tidak berhenti pada urusan asesmen. Ada agenda lain yang dinilai strategis, yakni mempelajari pola pengembangan kompetensi ASN yang telah diterapkan Pemerintah Kota Tangerang.

Kepala BKPSDM Lombok Barat Baiq Mustika Dwi Adni menjelaskan, konsep Corporate University yang diterapkan di Tangerang dikenal dengan Tangerang Government University (Gorvu).

Menurutnya, Gorvu mengintegrasikan pembelajaran, pekerjaan, manajemen pengetahuan, pengembangan kompetensi, teknologi pembelajaran, manajemen talenta hingga kebutuhan strategis organisasi pemerintahan.

"Gorvu di Tangerang sudah berjalan lebih dari tiga tahun. Seluruh organisasi pemerintah dijadikan tempat belajar bagi ASN," papar Baiq Mustika.

Dengan model tersebut, pembelajaran ASN tidak hanya dilakukan melalui pendidikan formal. Aparatur dapat mengembangkan kemampuan melalui coaching, mentoring, praktik pekerjaan, berbagi pengalaman antarorganisasi perangkat daerah hingga pembelajaran berbasis digital.

Pola tersebut dinilai relevan untuk Lombok Barat, terutama dalam menghubungkan peningkatan kompetensi ASN dengan target pembangunan daerah yang telah ditetapkan dalam RPJMD.

"Kita belajar bukan hanya organisasinya, tetapi juga bagaimana praktik peningkatan kompetensi ASN yang nantinya menunjang pencapaian target-target dalam RPJMD," katanya.

Baiq Mustika membuka peluang kerja sama antara Pemkab Lombok Barat dengan BKPSDM Kota Tangerang dalam pengembangan kompetensi aparatur.

Kerja sama tersebut dapat diarahkan pada pembelajaran secara daring, program bersertifikat hingga pengembangan kompetensi yang disesuaikan dengan kebutuhan strategis pemerintah daerah.

"Kita dimungkinkan menjalin kerja sama. Kami akan laporkan kepada Ibu Wabup. Pembelajaran bisa dilakukan secara daring dan bersertifikat, kemudian kita dapat memilih kompetensi apa yang dibutuhkan untuk mendukung pencapaian target RPJMD," katanya mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....