Polres Lobar Perketat Patroli Malam di Titik Rawan Tekan Kriminalitas Jalanan
- 14 Sep 2026 14:29 WIB
- Mataram
Poin Utama
- Polres Lombok Barat meningkatkan patroli di kawasan rawan kriminalitas termasuk area sepi, minim penerangan, dan jalur bypass.
- Kapolres AKBP Mellysa Amalia menyatakan pola pengamanan telah disesuaikan dengan karakteristik kerawanan pada pagi dan malam hari.
- Langkah antisipasi ini merupakan upaya pencegahan terhadap tindak kejahatan jalanan yang terkoordinasi dan terukur.
RRI.CO.ID, Lombok Barat — Polres Lombok Barat memperkuat langkah pencegahan terhadap kriminalitas jalanan yang berpotensi mengganggu keamanan dan kenyamanan masyarakat. Strategi tersebut dilakukan dengan memperbanyak kehadiran personel di lapangan, terutama pada jam dan lokasi yang dinilai rawan.
Kapolres Lombok Barat AKBP Mellysa Amalia, S.H., S.I.K., M.Si., M.Tr.SOU mengatakan, pola pengamanan tidak hanya diarahkan pada malam hari. Kehadiran polisi sejak pagi juga menjadi bagian penting untuk mengantisipasi berbagai gangguan keamanan sekaligus menjaga kelancaran aktivitas masyarakat.
“Fenomena ini memang baru terlihat, tetapi sebenarnya sudah lama kita antisipasi melalui kegiatan pagi, khususnya strong point. Kehadiran anggota dibutuhkan untuk mengantisipasi kemacetan maupun aktivitas warga pada pagi hari,” ujarnya, Senin 14 September 2026.
Langkah tersebut kemudian diperkuat dengan patroli malam. Polres Lombok Barat memberikan perhatian khusus terhadap potensi kriminalitas yang melibatkan senjata tajam, terutama di kawasan yang minim penerangan, jalan yang relatif sepi, serta jalur bypass.
Menurut Mellysa, pemetaan wilayah rawan menjadi dasar dalam menentukan pola patroli. Personel Polres bersama jajaran Polsek dikerahkan secara berkesinambungan untuk menyisir sejumlah titik yang telah menjadi perhatian berdasarkan hasil evaluasi kejadian.
“Wilayah yang sepi dan kurang penerangan menjadi atensi kami. Jalan-jalan bypass juga terus kami lakukan patroli secara berkesinambungan,” katanya.
Salah satu pola yang diterapkan adalah strong blue light, yakni patroli menggunakan kendaraan dinas dengan lampu biru sebagai bentuk kehadiran polisi di tengah masyarakat. Patroli tersebut dilakukan setiap malam dengan koordinasi antara jajaran Polres dan Polsek.
Sementara pada malam akhir pekan, khususnya malam minggu, kepolisian meningkatkan intensitas pengamanan melalui patroli berskala besar. Sasaran utamanya antara lain potensi kenakalan remaja yang dapat berkembang menjadi aksi kriminalitas jalanan.
“Untuk malam minggu kami melakukan patroli skala besar. Fokusnya juga pada kenakalan remaja untuk mengantisipasi kriminalitas jalanan,” ucapnya.
Upaya tersebut menunjukkan hasil positif jika melihat perkembangan laporan kriminalitas jalanan dalam beberapa bulan terakhir. Data Polres Lombok Barat mencatat terdapat 4 kasus pada Mei, meningkat menjadi 24 kasus pada Juni, kemudian turun menjadi 5 kasus pada Juli dan kembali menurun menjadi 1 kasus pada Agustus.
Penurunan tersebut menjadi salah satu indikator bahwa penguatan patroli dan pemetaan wilayah rawan terus memberikan dampak terhadap upaya pengendalian gangguan keamanan. Meski demikian, kepolisian tidak ingin terlena dan tetap melakukan evaluasi terhadap setiap kejadian yang muncul.
Mellysa menegaskan, pencegahan kriminalitas tidak dapat hanya dibebankan kepada kepolisian. Peran keluarga dan masyarakat sangat dibutuhkan, khususnya dalam memberikan informasi sedini mungkin apabila menemukan aktivitas yang mencurigakan atau menimbulkan keresahan.
Polres Lombok Barat juga mengoptimalkan peran Bhabinkamtibmas untuk menyampaikan edukasi dan imbauan kepada masyarakat. Informasi mengenai modus kejahatan maupun bentuk gangguan keamanan yang sedang marak disampaikan agar masyarakat memiliki kewaspadaan yang lebih baik.
“Kami sering melakukan sosialisasi dan mengerahkan Bhabinkamtibmas untuk menyampaikan atensi terkait kriminalitas atau kejahatan yang sedang marak,” katanya.
Ia mengingatkan masyarakat agar tidak menutup-nutupi kejadian yang berpotensi mengganggu keamanan lingkungan. Setiap informasi dinilai penting bagi kepolisian untuk menentukan langkah pencegahan maupun penindakan.
“Ini bukan hanya pekerjaan atau tugas Polri, tetapi menjadi pekerjaan kita bersama, terutama para orang tua dan masyarakat. Jangan menutup-nutupi. Kalau menemukan kejadian atau merasakan keresahan apa pun, silakan sampaikan kepada kami,” tegas Mellysa.
Masyarakat Lombok Barat dapat memanfaatkan layanan hotline 110 secara gratis untuk menyampaikan laporan maupun informasi terkait gangguan keamanan yang terjadi di lingkungan masing-masing.
Ke depan, Polres Lombok Barat menargetkan terciptanya situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang aman serta nyaman. Evaluasi terhadap setiap kejadian akan terus dilakukan untuk menemukan pola pencegahan dan strategi penanganan yang semakin efektif.
“Target kami tentu menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan nyaman bagi masyarakat Lombok Barat. Evaluasi akan terus kami lakukan terhadap setiap kejadian sehingga kami bisa menentukan titik maupun cara bertindak ke depan,” katanya mengakhiri.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....