Lombok Barat Perkuat Gerakan Cegah Stunting Dari Rumah
- 13 Sep 2026 11:17 WIB
- Mataram
Poin Utama
- Wakil Bupati Lombok Barat Hj. Nurul Adha menekankan bahwa pencegahan stunting tidak dapat hanya mengandalkan program pemerintah semata.
- Upaya pencegahan stunting harus dimulai dari lingkungan terdekat anak, yaitu keluarga dan rumah tempat mereka tumbuh dan berkembang.
- Nurul Adha meminta keluarga untuk tidak melihat stunting hanya sebatas masalah pemberian makanan tambahan atau susu kepada anak, tetapi perlu pendekatan holistik.
RRI.CO.ID, Lombok Barat – Upaya menekan angka stunting di Kabupaten Lombok Barat tidak bisa hanya mengandalkan program pemerintah. Wakil Bupati Lombok Barat Hj. Nurul Adha menegaskan, keberhasilan pencegahan stunting justru harus dimulai dari lingkungan paling dekat dengan anak, yakni keluarga dan rumah tempat mereka tumbuh.
Pesan tersebut disampaikan Nurul Adha saat membuka Gerakan Cegah Stunting di Puskesmas Gerung, Sabtu 12 September 2026. Ia meminta keluarga tidak memandang persoalan stunting sebatas kebutuhan makanan tambahan atau pemberian susu kepada anak.
Menurutnya, pencegahan harus dimulai jauh sebelum anak lahir, termasuk memastikan kondisi kesehatan dan kecukupan gizi ibu sejak mempersiapkan kehamilan.
“Susu bukan satu-satunya solusi. Kita harus mulai lebih awal dengan memastikan ibu hamil sehat, gizinya terpenuhi dan lingkungan tempat tinggalnya juga sehat,” tegasnya.
Nurul Adha mengatakan, pemerintah daerah terus memperkuat penanganan stunting melalui kerja bersama lintas sektor. Pendekatan tersebut tidak hanya menyasar kebutuhan gizi secara langsung, tetapi juga faktor lingkungan dan perilaku yang ikut menentukan tumbuh kembang anak.
Intervensi spesifik dilakukan melalui pemenuhan kebutuhan gizi dan pemberian makanan tambahan. Sementara intervensi sensitif diarahkan pada persoalan sanitasi, kebersihan lingkungan, pemeriksaan kesehatan hingga perubahan pola hidup keluarga.
“Penanganan stunting tidak bisa dikerjakan satu pihak saja. Pemerintah, desa, kader, tenaga kesehatan, keluarga dan masyarakat harus bergerak dalam satu tujuan,” ucapnya.
Ia menyebut kolaborasi yang selama ini dibangun mulai memberikan dampak terhadap kondisi stunting di Lombok Barat. Angkanya mulai menunjukkan penurunan, meski capaian tersebut belum terlalu besar dan masih membutuhkan kerja berkelanjutan.
Nurul Adha menilai penurunan itu tidak terlepas dari keterlibatan pemerintah daerah, pemerintah desa, TP PKK, kader Posyandu, tenaga kesehatan, perguruan tinggi serta masyarakat.
Namun, di tengah agenda pencegahan stunting, ia mengingatkan adanya persoalan kesehatan lain yang tidak boleh diabaikan, yakni Tuberkulosis (TBC).
Berdasarkan skrining terhadap sekitar 1.860 anak, ditemukan sekitar 236 anak yang terindikasi positif TBC. Temuan tersebut dinilai perlu mendapat perhatian serius karena kondisi anak tidak dapat dipisahkan dari kesehatan lingkungan dan anggota keluarga di sekitarnya.
“Kalau ada anak yang terkena TBC, kita harus melihat lingkungan di sekitarnya. Karena itu, ibu hamil harus dijauhkan dari lingkungan yang berisiko TBC,” ujarnya.
Selain TBC, paparan asap rokok juga menjadi perhatian. Nurul Adha meminta anggota keluarga yang merokok tidak menjadikan rumah sebagai tempat merokok, terlebih ketika terdapat ibu hamil maupun anak-anak.
Menurutnya, perlindungan terhadap ibu dan anak tidak boleh dibebankan hanya kepada perempuan. Peran suami, keluarga besar dan seluruh anggota rumah tangga menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak.
“Urusan anak sehat bukan hanya urusan ibu-ibu. Ini urusan kita bersama, suami dan istri, keluarga, pemerintah serta masyarakat,” katanya.
Ia berharap gerakan pencegahan stunting tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi benar-benar menjadi kebiasaan yang diterapkan setiap keluarga dalam kehidupan sehari-hari.
“Mari kita cegah stunting dari rumah kita sendiri. Dengan kolaborasi dan kesadaran bersama, insyaallah kita siapkan generasi Lombok Barat yang sehat, cerdas, dan berkualitas,” katanya mengakhiri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....