Bappeda Kabupaten Bima Bawa Kebutuhan Lapangan ke Agenda Pembangunan

  • 10 Sep 2026 10:22 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Bima -Pemerintah Kabupaten Bima melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) terus berupaya memastikan berbagai kebutuhan pembangunan yang ditemukan di lapangan dapat masuk dalam agenda perencanaan dan memperoleh dukungan pemerintah pusat.

Langkah tersebut dilakukan melalui kunjungan lapangan bersama Tim Kementerian PUPR dan perangkat daerah terkait ke sejumlah infrastruktur strategis di Kabupaten Bima.

Kegiatan tersebut menyasar lima lokasi, yakni Holding Ground di Desa Pandai, TPA Waduwani, jaringan irigasi DAM Keli di Desa Keli, RPH Bolo di Desa Kananga dan Pasar Bolo.

Kepala Bappeda Kabupaten Bima, Hariman mengatakan kunjungan bersama tersebut menjadi momentum untuk menyamakan persepsi mengenai kondisi dan kebutuhan pembangunan daerah.

Menurut Hariman, pemerintah daerah perlu memastikan setiap usulan pembangunan yang disampaikan kepada pemerintah pusat memiliki dasar yang kuat, baik dari sisi kondisi lapangan, kebutuhan masyarakat maupun urgensi pembangunan.

"Perencanaan pembangunan harus berangkat dari kebutuhan nyata. Karena itu, kita perlu turun langsung melihat kondisi di lapangan, mengidentifikasi persoalan dan kemudian menerjemahkannya ke dalam perencanaan pembangunan," kata Hariman.

Hariman menyebutkan, sejumlah sektor menjadi perhatian dalam kunjungan tersebut. Mulai dari infrastruktur pendukung peternakan, pengelolaan persampahan, irigasi pertanian, fasilitas pemotongan hewan hingga sarana perdagangan masyarakat.

Menurutnya, persoalan infrastruktur pada sektor-sektor tersebut tidak dapat dilihat secara parsial karena memiliki keterkaitan dengan aktivitas ekonomi dan pelayanan masyarakat.

Dukungan terhadap Holding Ground, misalnya, berkaitan dengan penguatan infrastruktur sektor peternakan. Sementara peningkatan pengelolaan TPA Waduwani menjadi bagian penting dalam mendukung penanganan persoalan persampahan di Kabupaten Bima.

Begitu pula dengan jaringan irigasi DAM Keli yang memiliki posisi strategis dalam mendukung kebutuhan air bagi sektor pertanian. Sedangkan keberadaan RPH Bolo dan Pasar Bolo berkaitan langsung dengan aktivitas ekonomi dan pelayanan masyarakat.

"Semua lokasi memiliki karakter persoalan masing-masing. Karena itu, hasil kunjungan ini menjadi bahan bagi kita untuk memperkuat koordinasi lintas perangkat daerah sekaligus membuka ruang dukungan dari pemerintah pusat," ujar Hariman.

Ia menambahkan, Bappeda memiliki peran strategis dalam menghubungkan kebutuhan yang ditemukan di lapangan dengan proses perencanaan pembangunan daerah.

Koordinasi dengan perangkat daerah teknis menjadi penting agar setiap kebutuhan dapat dirumuskan secara lebih terarah. Selanjutnya, kebutuhan tersebut dapat dikomunikasikan dengan pemerintah pusat sesuai dengan kewenangan dan peluang dukungan program.

Hariman menegaskan bahwa pembangunan daerah membutuhkan kolaborasi berbagai pihak. Pemerintah daerah tidak dapat bekerja sendiri dalam memenuhi seluruh kebutuhan infrastruktur, terutama untuk pembangunan yang membutuhkan dukungan pembiayaan dan kebijakan pemerintah pusat.

Karena itu, Bappeda Kabupaten Bima akan terus memperkuat komunikasi dan koordinasi dengan pemerintah pusat maupun perangkat daerah terkait.

“Kita ingin memastikan kebutuhan masyarakat yang kita temukan di lapangan tidak berhenti sebagai catatan. Harus ada tindak lanjut melalui perencanaan, penentuan prioritas dan koordinasi lintas sektor sehingga secara bertahap dapat diwujudkan menjadi pembangunan yang memberikan manfaat,” tegasnya.

Ia berharap sinergi pemerintah daerah dan pemerintah pusat dapat menghasilkan dukungan konkret terhadap pembangunan infrastruktur di Kabupaten Bima.

Dengan pendekatan tersebut, Bappeda berupaya menjadikan hasil kunjungan lapangan sebagai bagian dari proses perencanaan yang lebih responsif, terukur dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

“Dari lapangan kita melihat persoalan, melalui perencanaan kita menentukan prioritas, dan melalui kolaborasi kita mendorong hadirnya solusi nyata bagi masyarakat Kabupaten Bima,” tutup Hariman.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....