Truk Sampah Baru Jadi Harapan Desa Perampuan Atasi Sampah yang Melonjak

  • 08 Sep 2026 15:08 WIB
  •  Mataram
Poin Utama
  • Pemerintah Kabupaten Lombok Barat menyerahkan satu unit truk pengangkut sampah kepada Pemerintah Desa Perampuan, Kecamatan Labuapi, pada Selasa 8 September 2026.
  • Truk diberikan melalui skema pinjam pakai untuk memperluas jangkauan pelayanan pengangkutan sampah di tingkat desa.
  • Langkah ini merupakan upaya pemerintah untuk memperkuat penanganan persoalan sampah tidak hanya di Desa Perampuan tetapi juga di desa-desa sekitarnya.

RRI.CO.ID, Lombok Barat — Pemerintah Kabupaten Lombok Barat mulai memperkuat penanganan persoalan sampah di tingkat desa. Langkah itu ditandai dengan penyerahan satu unit truk pengangkut sampah kepada Pemerintah Desa Perampuan, Kecamatan Labuapi, Selasa, 8 September 2026.

Truk tersebut diberikan melalui skema pinjam pakai dan diharapkan mampu memperluas jangkauan pelayanan pengangkutan sampah, tidak hanya di Desa Perampuan, tetapi juga desa-desa di sekitarnya.

Wakil Bupati Lombok Barat, Hj. Nurul Adha, mengatakan persoalan sampah masih menjadi salah satu pekerjaan besar yang harus segera dibenahi pemerintah daerah. Karena itu, penguatan armada pengangkutan dinilai menjadi bagian penting dalam memperbaiki tata kelola sampah dari tingkat desa hingga tempat pembuangan akhir.

"Iya, ini pertama mobil sampah. Kita punya masalah besar soal sampah. Tata kelola sampah kita menjadi masalah, sehingga tujuannya memberikan pinjam pakai mobil truk sampah supaya membantu tata kelola sampah kita di Lombok Barat," ujar Nurul Adha.

Menurutnya, posisi Desa Perampuan yang berdekatan dengan kawasan Kebon Kongok menjadi salah satu pertimbangan dalam penguatan armada tersebut. Dengan tambahan kendaraan, pengangkutan sampah diharapkan lebih cepat sehingga persoalan penumpukan sampah di sejumlah lokasi dapat ditekan sebelum dibawa ke TPA Kebon Kongok.

"Karena Desa Perempuan ini dekat dengan Kebon Kongok, harapannya nanti truk ini juga mengampu desa-desa sebelah, sehingga cepat tertangani masalah sampah yang menumpuk di beberapa tempat untuk ke TPA," katanya menegaskan.

Nurul Adha menyebut Pemkab Lombok Barat menargetkan pembenahan tata kelola sampah yang lebih progresif pada 2027. Salah satu langkah yang dinilai penting adalah menghidupkan kembali Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle atau TPS 3R agar desa dan masyarakat memiliki peran lebih besar dalam mengurangi sampah yang berakhir di TPA.

"TPS 3R kita harus kita hidupkan kembali sehingga ada partisipasi desa-desa dan masyarakat untuk mengelola TPS 3R. Paling tidak sampah yang akan ke TPA bisa kita tekan sedikit karena TPS 3R bisa berfungsi," ucapnya.

Pada 2026, Pemkab Lombok Barat menyiapkan empat unit dump truck untuk mendukung pengelolaan sampah. Satu unit telah dialokasikan melalui APBD murni, sementara tiga unit lainnya dianggarkan melalui APBD Perubahan.

Untuk sementara, Desa Perampuan menjadi desa pertama yang menerima armada tersebut melalui skema pinjam pakai. Armada lainnya masih berada dalam pengelolaan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lombok Barat.

Nurul Adha berharap tambahan armada dan penguatan TPS 3R dapat menjadi fondasi bagi pembenahan sistem persampahan secara lebih menyeluruh mulai tahun depan.

"Harapan saya sampah ini bisa lebih kita atasi untuk 2027," katanya mengakhiri.

Kepala Desa Perampuan, HM Zubaidi, menyambut penyerahan armada tersebut sebagai jawaban atas kebutuhan mendesak desa dalam menghadapi peningkatan volume sampah.

Menurut Zubaidi, Pemerintah Desa Perampuan telah mengusulkan bantuan armada sejak 2024 hingga 2025 melalui mekanisme perencanaan pembangunan desa. Usulan itu didorong kondisi armada lama yang semakin terbatas dan sering mengalami kerusakan.

"Kalau berbicara urgen, sangat urgen masalah pemberian dump truck ini. Dari tahun 2024 sampai 2025 kita sudah mengajukan usulan," kata Zubaidi.

Ia menjelaskan, sebelumnya pengangkutan sampah mengandalkan armada yang kapasitas dan kondisinya sudah tidak lagi memadai untuk melayani seluruh wilayah desa. Bahkan, kendaraan lama sempat tidak dapat beroperasi karena mengalami kerusakan.

Kondisi tersebut semakin berat karena peningkatan jumlah sampah terjadi hampir di seluruh dusun. Jika sebelumnya pengangkutan hanya dilakukan satu hingga dua kali dalam sepekan, kebutuhan pelayanan kini meningkat tajam.

"Ketika saya baru menjadi kepala desa, biasanya pengangkutan satu atau dua kali dalam seminggu, bahkan pernah sekali. Sekarang beberapa tahun terakhir sampah sudah luar biasa. Per dusun itu membludak," ujarnya.

Zubaidi menyebut armada baru tersebut nantinya akan membantu mempercepat pengangkutan sampah dari lima dusun yang berada di wilayah Desa Perampuan. Dalam kondisi normal, pengangkutan dapat dilakukan beberapa kali dalam sepekan dengan frekuensi perjalanan pulang-pergi yang menyesuaikan volume sampah.

Ia menilai meningkatnya volume sampah tidak terlepas dari perkembangan permukiman di wilayah desa. Bertambahnya kawasan perumahan ikut meningkatkan jumlah penduduk sekaligus menghasilkan volume sampah yang lebih besar.

"Semakin ke sini semakin bertambah karena ada penambahan perumahan-perumahan yang masuk di wilayah dusun masing-masing. Karena itu, melalui rapat bersama BPD, kita sepakat bahwa pemerintah desa wajib memberikan pelayanan kepada masyarakat, termasuk dalam pengangkutan sampah," ucapnya.

Dengan hadirnya armada baru, Pemerintah Desa Perampuan berharap persoalan keterbatasan kendaraan dapat dikurangi. Selain mempercepat pengangkutan, keberadaan truk tersebut diharapkan mampu mencegah penumpukan sampah di lingkungan permukiman.

"Alhamdulillah dengan armada ini sangat membantu. Atas nama Pemerintah Desa, saya mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Pemerintah Kabupaten Lombok Barat, termasuk Ibu Wakil Bupati yang hadir langsung menyerahkan armada ini," katanya mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....