Kemarau, Sampah Sungai Mataram Justru Meningkat
- 21 Sep 2026 08:36 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Mataram – Volume sampah di sejumlah aliran sungai di Kota Mataram meningkat selama musim kemarau. Kondisi ini menjadi perhatian Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) karena sampah yang menumpuk bukan berasal dari kiriman daerah lain, melainkan dari aktivitas masyarakat di sekitar aliran sungai.
Kepala Dinas PUPR Kota Mataram, Lale Widiahing, mengatakan peningkatan sampah tetap terjadi meski debit air menurun dan tidak terdapat aliran yang membawa sampah dari wilayah llain
“Awalnya kita kira ini sampah kiriman seperti saat musim hujan. Tapi sekarang airnya tidak ada, ternyata sampahnya tetap banyak. Ini murni sampah lokal,” ujarnya, Senin 21 September 2026.
Menurutnya, kondisi tersebut membuat proses pembersihan sungai menjadi lebih sulit. Saat musim hujan, sampah biasanya terbawa arus dan terkonsentrasi di titik tertentu sehingga lebih mudah diangkat, sedangkan saat kemarau sampah justru tersebar di sepanjang aliran sungai yang mengering, termasuk mulai dari kawasan perbatasan Kota Mataram dengan Lombok Barat.
Petugas PUPR kini harus menyisir aliran sungai secara manual untuk mengumpulkan sampah plastik dan limbah rumah tangga. Dalam sehari, lebih dari lima dump truck sampah dapat diangkut dari sungai, sementara tujuh unit armada yang tersedia harus berulang kali menuju tempat pembuangan akhir (TPA).
“Kalau ditotal, bisa belasan hingga puluhan rit dalam sehari. Peningkatannya bisa berkali-kali lipat dibanding kondisi biasa,” kata Lale.
Dinas PUPR Kota Mataram memastikan pembersihan tetap dilakukan meski jumlah armada dan waktu kerja petugas terbatas. Penanganan sampah sungai tersebut sekaligus menjadi upaya menjaga kebersihan aliran air dan mencegah tumpukan sampah semakin meluas.
"Apalagi selama periode kemarau ketika sampah tidak lagi terbawa arus dan lebih mudah terlihat di sepanjang sungai jadi kami upayakan untuk tetap di bersihkan," katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....