Putri Victoria Kaget, Siswa Lombok Utara Masih Trauma Gempa 2018
- 07 Sep 2026 06:12 WIB
- Mataram
Poin Utama
- Putri Mahkota Swedia Victoria melihat langsung sekolah hasil rekonstruksi gempa 2018 di Lombok Utara dan berdialog dengan siswa soal kesiapsiagaan bencana.
- Pengalaman gempa membuat sekolah kini rutin menggelar simulasi dan mengajarkan mitigasi bencana sejak siswa baru masuk.
RRI.CO.ID, Lombok Utara - UNDP Goodwill Ambassador sekaligus Putri Mahkota Swedia, HRH Crown Princess Victoria, meninjau SMKN 1 Pemenang, Kabupaten Lombok Utara, NTB, Sabtu, September 2026. Ia melihat langsung hasil rekonstruksi sekolah sekaligus menggali perubahan kesiapsiagaan bencana setelah gempa Lombok 2018.
SMKN 1 Pemenang merupakan salah satu fasilitas pendidikan yang direkonstruksi melalui PETRA (Program for Earthquake Reconstruction Assistance). Program tersebut dilaksanakan UNDP dengan pendanaan Pemerintah Federal Jerman melalui KfW.
Setibanya di sekolah, Putri Victoria melihat dokumentasi bantuan UNDP, berdialog dengan guru dan siswa, serta meninjau sejumlah fasilitas pembelajaran.
Dalam dialog, Putri Victoria menanyakan apakah gempa 2018 mengubah cara masyarakat Lombok Utara membangun gedung.
Kepala SMKN 1 Pemenang Aswinda Windartiningsih mengatakan masyarakat kini semakin memperhatikan konstruksi bangunan tahan gempa. Salah satunya dengan memperkuat keterikatan kolom dan fondasi serta menggunakan material bangunan yang lebih ringan.
Namun, pengalaman gempa masih membekas bagi sejumlah siswa.
Salah satunya Bintar Adi Putra Irawan, siswa kelas XI. Dia mengaku masih panik ketika mendengar suara tertentu yang mengingatkannya pada gempa 2018.
Putri Victoria kemudian menggali bagaimana sekolah membangun kesiapsiagaan menghadapi bencana.
Aswinda menjelaskan edukasi kebencanaan diberikan sejak siswa baru masuk sekolah. Pihak sekolah juga mengalokasikan anggaran untuk menggelar simulasi bencana setiap tahun dan berkoordinasi dengan BPBD.
Simulasi tidak hanya melibatkan warga sekolah. Masyarakat, kepolisian, dan instansi terkait juga dilibatkan, dengan SMKN 1 Pemenang menjadi salah satu titik kumpul.
Resident Representative UNDP Indonesia Sara Ferrer Olivella mengapresiasi langkah tersebut. Menurutnya, pembangunan sekolah tahan gempa harus berjalan beriringan dengan edukasi dan latihan kebencanaan.
"Bangunan aman, edukasi, dan latihan kebencanaan penting untuk dikembangkan di sekolah lain," ujarnya.
Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal mengatakan gempa 2018 menjadi pelajaran penting bagi NTB. Pemprov NTB kini mengintegrasikan mitigasi dan respons bencana ke dalam pendidikan, mulai jenjang dasar hingga perguruan tinggi, termasuk sekolah kejuruan.
"Karena kita hidup di daerah risiko bencana, maka kemampuan merespons bencana harus menjadi bagian dari pendidikan kita," kata Iqbal.
Kunjungan tersebut turut dihadiri Wamen PPN/Wakil Kepala Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard, State Secretary for International Trade Swedia Diana Janse, dan Bupati Lombok Utara Najmul Akhyar.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....