Putri Mahkota Victoria Terpikat Minuman Serai NTB: “Really, Really Good”
- 05 Sep 2026 15:36 WIB
- Mataram
Poin Utama
- Putri Mahkota Swedia Victoria memuji kacang mete panggang dan minuman serai NTB saat mengunjungi Bale Kita.
- Ia juga mengapresiasi keragaman tenun, kriya, dan produk lokal NTB yang dinilai berpotensi dikenal di pasar internasional.
RRI.CO.ID, Matram - Ada satu produk sederhana dari Nusa Tenggara Barat yang berhasil mencuri perhatian Putri Mahkota Swedia, Victoria. Bukan hanya tenun atau mutiara Lombok, melainkan minuman serai yang disuguhkan saat ia mengunjungi Bale Kita, Sabtu, 5 September 2026.
Putri Mahkota Victoria bahkan membawa kesannya hingga meninggalkan lokasi. Saat masuk ke mobil, ia menyebut minuman serai atau lemongrass tersebut sangat enak.
“Lemongrass is really, really good,” kata Victoria seperti ditirukan Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) NTB, Sinta M. Iqbal.
Sinta mengatakan minuman serai menjadi salah satu produk gastronomi NTB yang mendapat apresiasi dari Victoria. Selain minuman, Victoria juga mencicipi kacang mete panggang tanpa garam.
“Beliau mengapresiasi sekali mete kita tadi yang roasted, yang non-salted,” ujar Sinta.
Kacang mete tanpa garam dipilih karena menyesuaikan dengan pembatasan makanan yang dimiliki Victoria. Produk tersebut menjadi bagian dari sajian pangan lokal yang diperkenalkan kepada Putri Mahkota Swedia dalam kunjungannya ke NTB.
Bale Kita menjadi salah satu lokasi yang dikunjungi Victoria setelah sebelumnya mencicipi kudapan di Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid.
Sinta mengatakan pihaknya belum memperoleh laporan lengkap mengenai produk yang paling menarik perhatian Victoria saat berada di bandara. Namun, di Bale Kita, sejumlah produk pangan dan minuman lokal NTB kembali diperkenalkan.
Kunjungan itu sekaligus memperlihatkan bahwa kekayaan NTB tidak hanya terletak pada kerajinan tangan. Produk pangan lokal dan gastronomi juga memiliki peluang untuk diperkenalkan kepada pasar internasional.
Menurut Sinta, respons Victoria menjadi momentum bagi pelaku usaha lokal untuk meningkatkan kualitas dan kreativitas produk.
Ia berharap para perajin dan pelaku usaha tidak berhenti pada produk yang sudah ada, tetapi terus menciptakan inovasi, termasuk menggabungkan berbagai bahan dan teknik menjadi produk baru.
Di Bale Kita, perhatian Victoria juga tertuju pada produk kerajinan NTB. Ia melihat langsung kain tenun dengan beragam warna dan motif serta sejumlah produk kriya.
Victoria disebut kagum dengan keberagaman produk kerajinan NTB yang dinilai tidak banyak ditemukan di tempat lain. Salah satu yang menarik perhatiannya adalah kombinasi kulit mutiara dengan ketak.
“Beliau sangat mengapresiasi dan sangat kagum terhadap kerajinan kita yang sangat bervariasi, baik dari motif maupun warna, bentuk, dan segala macam kreativitasnya,” kata Sinta.
Menurut Sinta, Victoria menilai NTB beruntung memiliki kekayaan kerajinan yang telah berkembang dan dibina dengan baik.
Namun, keterbatasan waktu membuat Victoria belum sempat membeli banyak produk yang dilihatnya. Sinta mengatakan komunikasi dengan pihak United Nations Development Programme (UNDP) akan dilakukan untuk mengetahui lebih jauh produk yang menarik perhatian Victoria selama kunjungan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....