Rakerda PKK NTB Bahas Stunting hingga Radikalisme
- 05 Sep 2026 06:19 WIB
- Mataram
Poin Utama
- Sinta M. Iqbal menegaskan PKK NTB harus hadir langsung di tengah masyarakat, bukan sekadar kegiatan seremonial.
- Rakerda PKK NTB membahas sejumlah isu sosial seperti stunting dan radikalisme serta memperkuat sinergi hingga tingkat desa.
RRI.CO.ID, Mataram - Ketua TP PKK Provinsi NTB Sinta M. Iqbal meminta gerakan Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) tidak berhenti pada kegiatan seremonial. PKK harus hadir langsung di tengah masyarakat dan ikut mencari solusi atas berbagai persoalan sosial.
Pesan itu disampaikan Sinta saat membuka Rapat Kerja Daerah (Rakerda) TP PKK se-Provinsi NTB di Aula NTB Syariah, Mataram, Jumat, 4 September 2026.

Rakerda mengusung tema “Sinergi Program Gerakan PKK Mendukung Keluarga Berkualitas Menuju NTB Makmur Mendunia.” Forum tersebut menjadi ruang untuk menyelaraskan program PKK dari tingkat provinsi hingga desa.
“Hari ini adalah hari kita menyamakan misi. PKK NTB harus meniatkan diri hadir bersama masyarakat,” kata Sinta.
Menurut dia, pengurus PKK tidak cukup hanya hadir ketika diundang atau saat meresmikan sebuah kegiatan. PKK harus turun, mendengar persoalan warga, dan ikut mendampingi penyelesaiannya.
“Jangan hadir hanya saat diundang atau meresmikan sesuatu, tapi kita harus dampingi, dengarkan, dan bantu cari solusinya,” ujarnya.
Dalam Rakerda, TP PKK NTB membahas sejumlah persoalan sosial yang dinilai membutuhkan pendekatan lintas sektor. Ada empat isu besar yang dibedah bersama sejumlah narasumber.
Salah satunya penanganan radikalisme bersama Densus 88 Anti Teror Mabes Polri. Selain itu, dibahas pula pola pendidikan anak bersama Dinas Dikpora NTB.
Sinta mengatakan persoalan sosial di setiap daerah memiliki karakter berbeda. Karena itu, program PKK tidak bisa diterapkan dengan pendekatan yang sama.
Ia mencontohkan penanganan stunting. Ada daerah yang selama setahun memberikan telur kepada keluarga sasaran, tetapi angka stunting belum juga turun.
“Ternyata pendekatannya harus berbeda. Lewat forum ini kita bisa saling berbagi masukan dan mengambil benang merahnya,” kata Sinta.
Menurut dia, persoalan yang berada di bawah permukaan, termasuk radikalisme, juga perlu dipahami oleh jajaran PKK. Dengan begitu, kader di tingkat daerah dan desa dapat lebih cepat mengenali persoalan keluarga dan lingkungan.
Rakerda berlangsung selama dua hari dan dirangkaikan dengan peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK. Forum ini sekaligus menjadi bagian dari persiapan peluncuran sejumlah program unggulan baru Pemerintah Provinsi NTB.
Sinta mengatakan program tersebut nantinya dapat diadaptasi oleh PKK kabupaten dan kota dengan menyesuaikan kearifan lokal masing-masing daerah.
“Kita punya sistem sinergi dan kolaborasi yang baik. Mari manfaatkan modal sosial dan jejaring PKK untuk mewakafkan diri kepada masyarakat, sehingga setiap gerakan tepat sasaran,” ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....