Hadapi Maulid, Disdag Lombok Timur Intensifkan Pasar Murah dan Operasi Pasar
- 21 Agt 2026 20:11 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Lombok Timur – Dinas Perdagangan Kabupaten Lombok Timur mengintensifkan pelaksanaan pasar murah dan operasi pasar untuk mengantisipasi kenaikan harga bahan pokok menjelang peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Apalagi permintaan masyarakat juga relatif tinggi.
Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Lombok Timur, H. Hadi Faturrahman, mengatakan langkah antisipasi tersebut telah dilakukan secara intensif selama sekitar tiga bulan terakhir dengan melibatkan berbagai pihak.
“Pasar murah ini kita lakukan secara berkala untuk mengantisipasi kenaikan harga sekaligus membantu masyarakat mendapatkan bahan pokok dengan harga yang terjangkau,” ujarnya, Jumat, 21 Agustus 2026.
| Baca juga: Minyakita Jadi Primadona Pasar Murah Mataram |
Dikatakannya, pasar murah melibatkan sejumlah pihak, di antaranya Bank Indonesia, Bulog, Pemerintah Provinsi NTB, TP PKK dan kepolisian. Kegiatan tersebut telah berlangsung sejak Juni dan terus dilanjutkan hingga Agustus dengan menyasar sejumlah wilayah sesuai kebutuhan masyarakat.
“Kita sudah menyusun jadwal dan melakukan koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk Bulog, Bank Indonesia, pemerintah provinsi, PKK dan kepolisian,” katanya.
Salah satu kegiatan pasar murah yang digelar bersama TP PKK mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat, khususnya kaum ibu yang memanfaatkan kegiatan tersebut untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga. Dinas Perdagangan Lombok Timur juga menjadwalkan pasar murah bersama Dinas Perdagangan Provinsi NTB di Kecamatan Suralaga sebagai bagian dari strategi menghadapi potensi peningkatan permintaan masyarakat menjelang Maulid.
Momentum Maulid biasanya diikuti peningkatan kebutuhan terhadap berbagai komoditas pangan sehingga berpotensi memberikan tekanan terhadap harga. Karena itu, intervensi pasar dilakukan secara berkelanjutan untuk menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat.
Berdasarkan pemantauan Dinas Perdagangan, kondisi inflasi di Lombok Timur masih relatif aman dan sesuai dengan target pemerintah daerah. Salah satu komoditas yang menjadi perhatian adalah cabai rawit yang sebelumnya mengalami tekanan harga, namun kini mulai menunjukkan tren penurunan. Selain cabai rawit, Dinas Perdagangan terus memantau harga sejumlah komoditas hortikultura, termasuk sayur-mayur.
Untuk komoditas bahan pokok lainnya, minyak goreng Minyakita menjadi salah satu perhatian khusus. Dinas Perdagangan terus berkoordinasi dengan Bulog untuk menjaga ketersediaan sekaligus menekan harga di tingkat masyarakat.
Harga Minyakita di pasar saat ini berada pada kisaran Rp19 ribu hingga Rp20 ribu per liter, sedangkan melalui pasar murah harganya dapat ditekan hingga sekitar Rp15 ribu per liter. Selisih harga tersebut membuat Minyakita menjadi salah satu komoditas yang banyak diminati masyarakat.
Sementara itu, harga daging ayam dan telur berdasarkan pemantauan Dinas Perdagangan masih relatif stabil. Ketersediaan pasokan juga masih mencukupi sehingga belum menunjukkan tekanan yang mengkhawatirkan terhadap harga.
Meski terdapat peningkatan permintaan, Dinas Perdagangan memastikan stok bahan pokok di Lombok Timur masih mencukupi. Masyarakat juga diimbau tidak melakukan pembelian secara berlebihan karena ketersediaan bahan pangan masih dalam kondisi aman.
“Kami mengimbau masyarakat tidak perlu melakukan pembelian secara berlebihan karena stok bahan pokok masih aman. Kami juga terus melakukan pemantauan agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi,” ungkapnya.
Dinas Perdagangan juga mengingatkan para pelaku usaha agar tidak memanfaatkan momentum peningkatan permintaan untuk menaikkan harga secara tidak wajar. Pemerintah daerah akan terus melakukan pemantauan dan intervensi apabila ditemukan gejolak harga di pasar.
Melalui pelaksanaan pasar murah dan operasi pasar secara berkelanjutan, pemerintah berharap kebutuhan masyarakat menjelang Maulid dapat terpenuhi dengan harga yang tetap terjangkau. Koordinasi lintas sektor juga akan terus diperkuat untuk memastikan distribusi dan ketersediaan bahan pokok tetap aman di Kabupaten Lombok Timur.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....