Bunda Sinta Akui Pemerintah Masih Punya Utang Budi kepada Kader Posyandu
- 21 Agt 2026 14:20 WIB
- Mataram
Poin Utama
- Sinta M. Iqbal mengakui pemerintah masih memiliki utang budi kepada kader Posyandu yang bekerja langsung melayani masyarakat hingga tingkat keluarga.
- Pemerintah berkomitmen memperkuat dukungan kepada kader karena peran mereka penting dalam meningkatkan kesehatan masyarakat dan generasi mendatang.
RRI.CO.ID, Mataram - Ketua TP PKK Provinsi Nusa Tenggara Barat Sinta M. Iqbal mengakui pemerintah masih memiliki “utang budi” kepada para kader Posyandu yang selama ini bekerja langsung melayani masyarakat hingga tingkat keluarga. Sinta mengatakan pengabdian kader Posyandu kerap tidak terlihat dan dukungan yang diterima belum selalu sebanding dengan beban kerja mereka. Meski begitu, para kader tetap bertahan karena kepedulian terhadap masyarakat dan kesehatan generasi mendatang.
“Kalau bukan karena cinta, kalau bukan karena sayangnya terhadap provinsi ini, saya yakin tidak ada kader-kader Posyandu yang akan bertahan sampai hari ini,” kata Sinta saat menghadiri Malam Penghargaan Kader Posyandu Berprestasi Bidang Kesehatan sekaligus Penutupan Orientasi 25 Keterampilan Dasar Kader Posyandu, Kamis, 20 Agustus 2026.
Menurut Sinta, kader Posyandu memiliki posisi penting karena menjadi mata dan telinga pemerintah di tengah masyarakat. Informasi dari kader membantu pemerintah mengetahui kondisi kesehatan dan persoalan sosial keluarga secara lebih nyata.
Peran itu kini diperkuat melalui peningkatan kapasitas kader. Sebanyak 95 kader dari 40 Desa Berdaya se-NTB mengikuti orientasi 25 keterampilan dasar selama dua hari.
Materi orientasi meliputi pelayanan bagi ibu hamil dan menyusui, bayi dan balita, anak usia sekolah dan remaja, hingga kelompok usia produktif dan lanjut usia. Para kader juga mengikuti praktik serta uji kompetensi untuk menentukan tingkat keterampilan, mulai dari purna, madya, hingga utama.
Sinta mengatakan penghargaan kepada kader Posyandu tidak seharusnya hanya diukur dari nilai hadiah. Menurut dia, keberhasilan terbesar kader justru terlihat dari perubahan kondisi keluarga yang mereka dampingi.
“Bukan hadiah seperti yang tadi diharapkan, bukan uang seperti yang tadi disebutkan, tetapi senyum dari bayi-bayi kecil kita,” ujarnya.
Ia mencontohkan anak yang sebelumnya mengalami kekurangan gizi kemudian tumbuh sehat, mampu berlari, berbicara, dan berkembang menjadi anak yang kreatif serta produktif. Perubahan semacam itu, kata Sinta, merupakan penghargaan yang jauh lebih bermakna bagi kader.
Karena itu, pemerintah diminta terus memperkuat dukungan kepada kader agar pelayanan berbasis masyarakat dapat berjalan lebih optimal. Dalam malam penghargaan tersebut, Rina Hastuti dari Kabupaten Lombok Timur ditetapkan sebagai juara pertama kader Posyandu berprestasi bidang kesehatan. Rina akan mewakili NTB dalam lomba kader Posyandu berprestasi tingkat nasional.
Juara kedua diraih Ahmad Alrabani dari Kabupaten Bima, sedangkan juara ketiga diraih Salmiah dari Kota Mataram. Tiga kader lainnya yang masuk enam besar adalah Andi Ida dari Kabupaten Sumbawa Barat, Karniwati dari Kabupaten Lombok Utara, dan Azmi Pratiwi dari Kabupaten Lombok Barat.
Rina mengatakan penghargaan tersebut bukan hanya untuk dirinya, melainkan untuk seluruh pihak yang selama ini mendukung kerja kader di tengah masyarakat.
“Hadiah ini bukan untuk pribadi Rina, tetapi untuk semua yang telah mendukung jejak-jejak langkah kehidupan yang baik untuk masyarakat Nusa Tenggara Barat,” kata Rina.
Apresiasi juga diberikan Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal melalui sambutan yang direkam dalam video. Gubernur memberikan hadiah umrah kepada tiga kader yang masuk tiga besar dan tablet Redmi kepada tiga kader lainnya yang masuk enam besar.
Iqbal menyebut Posyandu memiliki posisi strategis karena telah hadir di tengah masyarakat bahkan sebelum pelayanan pemerintah menjangkau mereka secara langsung.
“Posyandu sudah hadir sebelum pemerintah hadir. Maka Posyandu menjadi etalase pemerintah,” kata Iqbal.
Bagi Sinta, penghargaan tersebut merupakan salah satu bentuk terima kasih pemerintah kepada para kader. Ia mengakui dukungan yang ada saat ini belum sepenuhnya sebanding dengan pengabdian kader, tetapi pemerintah akan terus mencari bentuk dukungan yang lebih baik.
Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Ketua TP PKK sekaligus Ketua Dharma Wanita Persatuan NTB Windi Marlini Abul Chair, Kepala Bappeda NTB Baiq Nelly Yuniarti, Sekretaris Dinas Kesehatan NTB Lalu Efendi Hidayat, serta kader Posyandu dari 10 kabupaten/kota se-NTB.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....