DPRD NTB Dorong Rumah Warga Sade Segera Dibangun Kembali

  • 30 Agt 2026 15:31 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Lombok Tengah – DPRD Provinsi Nusa Tenggara Barat mendorong pemerintah segera merealisasikan pembangunan kembali rumah warga yang terdampak kebakaran di Dusun Adat Sade, Desa Rembitan, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah.

Ketua DPRD NTB Isvie Rupaeda mengatakan, percepatan pembangunan dibutuhkan agar warga dapat kembali memiliki tempat tinggal setelah kehilangan rumah akibat kebakaran.

“Aslinya kita berharap pembangunan rumah warga cepat terealisasi,” kata Isvie saat meninjau lokasi kebakaran di Dusun Adat Sade beberapa waktu lalu.

Namun, pembangunan kembali rumah warga harus tetap memperhatikan karakter dan ketentuan adat setempat. Menurut Isvie, kawasan Sade merupakan permukiman masyarakat adat sehingga proses rekonstruksinya tidak bisa dilakukan sembarangan.

Ia berharap rumah yang dibangun nantinya tetap sesuai dengan bentuk dan karakter rumah adat Sade.

“Karena di sini masyarakat adat, harus sesuai agar yang dibangun nanti sesuai dengan rumah adat yang dibangun,” ujarnya.

Selain mendorong percepatan rekonstruksi, Isvie mengatakan DPRD NTB akan mendorong pemerintah memaksimalkan penggunaan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) untuk membantu penanganan warga terdampak kebakaran.

“Kita juga akan dorong BTT dimaksimalkan,” katanya.

Di tempat yang sama, anggota DPRD Lombok Tengah, Adi Bagus Karya Putra, mengatakan penanganan korban kebakaran tidak boleh hanya berfokus pada pembangunan fisik. Kondisi psikologis warga, terutama anak-anak, juga perlu menjadi perhatian.

Menurut Adi, warga yang kehilangan rumah dan harta benda akibat kebakaran berpotensi mengalami trauma. Karena itu, pemerintah perlu segera memberikan pendampingan psikologis atau trauma healing.

“Hal yang lebih utama adalah terhadap warga yang terdampak, manusianya. Ketika terdapat musibah seperti ini, tentu psikologis warga, terutama anak-anak, harus diperhatikan,” ujar Adi.

Ia mendorong Dinas Sosial serta Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Lombok Tengah melibatkan tenaga profesional untuk memberikan pendampingan kepada warga terdampak.

Adi juga meminta kebutuhan pendidikan anak-anak korban kebakaran segera dipenuhi, termasuk seragam dan perlengkapan sekolah.

“Kita akan koordinasi dengan Dinas Pendidikan bagaimana menangani ini secepatnya karena ini sangat urgent dan butuh cepat,” katanya.

Sebagai anggota DPRD Lombok Tengah, Adi juga mendorong pemerintah daerah meningkatkan pemanfaatan BTT untuk penanganan dampak kebakaran. Ia menyebut anggaran BTT yang sebelumnya sekitar Rp2,5 miliar telah dinaikkan menjadi sekitar Rp9 miliar dalam pembahasan perubahan anggaran 2026.

Menurut dia, anggaran tersebut dapat didorong untuk membantu pemulihan warga Sade selama penggunaannya sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Selama tidak menyalahi regulasi, kita dorong untuk pemulihan keadaan di Dusun Sade ini,” tegasnya.

Adi berharap pemerintah kabupaten, provinsi, dan pusat terus berkoordinasi dalam menangani dampak kebakaran. Selain mempercepat pembangunan kembali rumah warga, pemulihan sosial dan psikologis juga perlu dilakukan agar masyarakat Sade dapat segera bangkit.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....