MotoGP Mandalika 2026 Dimulai dengan Tradisi Betabeq Masyarakat Sasak
- 17 Sep 2026 05:34 WIB
- Mataram
Poin Utama
- Tradisi betabeq digelar menjelang MotoGP Mandalika 2026 sebagai simbol permohonan izin, restu, dan doa keselamatan.
- Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menegaskan Mandalika harus menjadi panggung internasional yang tetap melibatkan masyarakat lokal dan menjaga budaya Sasak.
RRI.CO.ID, Lombok Tengah — Deru MotoGP Mandalika 2026 belum dimulai, tetapi masyarakat Sasak lebih dulu mengawalinya dengan doa. Tradisi betabeq digelar di KEK Mandalika, Lombok Tengah, Rabu malam, 16 September 2026.
Betabeq merupakan tradisi masyarakat Sasak berupa permohonan izin, restu, dan doa keselamatan sebelum menggelar hajat besar.
Tradisi ini digelar Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) di Gedung VIP Deluxe Lantai 2 Pertamina Mandalika International Circuit. Sejumlah pejabat dan tokoh hadir, di antaranya Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal, Vice Chairman Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 Ananda Mikola, Bupati Lombok Tengah Lalu Pathul Bahri, serta masyarakat lingkar Mandalika.
Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal mengatakan betabeq bukan sekadar seremoni budaya. Tradisi tersebut menjadi bentuk penghormatan kepada masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, dan leluhur.
“Betabeq pada hakikatnya adalah permohonan izin, restu dan doa keselamatan sebelum kita melaksanakan sebuah hajat besar,” kata Iqbal.
Menurut Iqbal, nilai betabeq harus berjalan beriringan dengan penyelenggaraan event internasional di Mandalika. Masyarakat lokal, kata dia, tidak boleh hanya menjadi penonton ketika kawasan tersebut menjadi panggung dunia.
“Mandalika bukan lagi semata-mata milik pemerintah pusat ataupun milik pihak tertentu. Sesungguhnya Mandalika adalah milik kita bersama,” ujarnya.
Pemprov NTB juga mendorong keterlibatan warga lokal dalam penyelenggaraan MotoGP. Sekitar 2.500 posisi marshal akan diisi masyarakat NTB, khususnya warga sekitar kawasan Mandalika. UMKM lokal juga diberi ruang untuk ikut menikmati perputaran ekonomi selama event berlangsung.
Iqbal meminta masyarakat ikut menjaga keamanan, ketertiban, kebersihan, keramahan, dan lingkungan selama MotoGP Mandalika 2026.
Sementara itu, Ananda Mikola menegaskan penyelenggaraan MotoGP membutuhkan dukungan dan kolaborasi seluruh pihak.
“Kami sangat membutuhkan kolaborasi dan dukungan dari seluruh pihak,” kata Ananda.
Bupati Lombok Tengah Lalu Pathul Bahri menilai betabeq menjadi bagian penting dalam menjaga identitas budaya Mandalika. Menurutnya, kekuatan pariwisata tidak hanya bertumpu pada alam dan fasilitas, tetapi juga budaya serta karakter masyarakat.
MotoGP Mandalika 2026 dijadwalkan berlangsung 9-11 Oktober. Menjelang kedatangan ribuan penonton dan tamu dari berbagai negara, betabeq menjadi penanda bahwa Mandalika siap menyambut dunia tanpa meninggalkan akar budaya Sasak.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....