Kekeringan Melanda, BPBD Bima Salurkan 15 Ribu Liter Air Bersih

  • 30 Agt 2026 15:45 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Bima - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bima kembali menyalurkan bantuan air bersih kepada warga yang terdampak kekeringan di sejumlah wilayah. Hingga Sabtu, 29 Agustus 2026, sebanyak 15.000 liter air bersih disalurkan kepada 176 kepala keluarga atau 549 jiwa di Kecamatan Woha dan Kecamatan Bolo.

Penyaluran air bersih tersebut dilakukan sebagai bentuk respons cepat pemerintah daerah terhadap kesulitan masyarakat mendapatkan air bersih akibat musim kemarau dan kondisi cuaca panas yang berkepanjangan.

Kepala BPBD Kabupaten Bima, Abdul Muis mengatakan bantuan air bersih diberikan berdasarkan hasil pemantauan dan pendataan terhadap wilayah yang mulai mengalami kesulitan air bersih.

Di Kecamatan Woha, bantuan air bersih disalurkan ke RT 001 dan RT 002 Desa Waduwani. Sebanyak 2 rit atau 10.000 liter air bersih didistribusikan kepada 135 KK atau 427 jiwa warga yang mengalami kesulitan memperoleh air bersih.

Sementara itu, di Kecamatan Bolo, BPBD Kabupaten Bima menyalurkan 1 rit atau 5.000 liter air bersih ke Dusun Muku, Desa Sanolo, untuk memenuhi kebutuhan 41 KK atau 122 jiwa warga terdampak kekeringan.

"Penyaluran air bersih dilakukan untuk membantu masyarakat yang mengalami kesulitan air akibat kekeringan dan cuaca panas selama musim kemarau," kata Abdul Muis.

BPBD Kabupaten Bima memastikan dalam kejadian kekeringan tersebut tidak terdapat korban jiwa maupun korban luka. Meski demikian, kondisi kekeringan menjadi perhatian pemerintah karena kebutuhan air bersih masyarakat terus meningkat selama musim kemarau.

Abdul Muis menjelaskan, BPBD Kabupaten Bima terus melakukan pemantauan terhadap wilayah yang berpotensi mengalami krisis air bersih.

Tim BPBD berkoordinasi dengan camat, kepolisian, Koramil serta pemerintah desa untuk melakukan pengamatan, pendataan dan kaji cepat terhadap kondisi masyarakat terdampak.

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan bantuan yang diberikan sesuai dengan kebutuhan masyarakat di lapangan.

"Kami dari BPBD juga terus berkoordinasi dengan organisasi perangkat daerah terkait, baik di tingkat Kabupaten Bima maupun Pemerintah Provinsi NTB, dalam rangka penanganan dampak kekeringan," ucapnya menegaskan.

Menurut Abdul Muis, kebutuhan mendesak yang saat ini diperlukan di wilayah terdampak adalah tandon air, sehingga distribusi air bersih dapat ditampung dan dimanfaatkan masyarakat secara lebih efektif.

BPBD juga mengimbau masyarakat agar menggunakan air secara bijak, efektif dan efisien selama musim kemarau.

"Kami meminta masyarakat tidak melakukan pemborosan air serta tetap memperhatikan perkembangan kondisi cuaca dan potensi bencana hidrometeorologi lainnya," ujarnya.

BPBD Kabupaten Bima juga mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi banjir bandang, angin puting beliung, tanah longsor, kekeringan, kebakaran hutan dan lahan, serta wabah penyakit, termasuk rabies.

Masyarakat yang mengalami kondisi darurat atau membutuhkan penanganan terkait bencana diminta segera melapor kepada BPBD Kabupaten Bima, kantor camat, pemerintah desa, Babinsa maupun Bhabinkamtibmas setempat.

BPBD Kabupaten Bima menyatakan akan terus melakukan koordinasi dengan pemerintah desa, kecamatan, aparat keamanan dan dinas terkait untuk mempercepat penanganan masyarakat yang terdampak kekeringan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....