Kekeringan: Haji Suharto Dorong BPBD Percepat Distribusi Air Bersih

  • 15 Sep 2026 10:26 WIB
  •  Mataram
Poin Utama
  • DPRD Nusa Tenggara Barat mendorong BPBD untuk mempercepat distribusi air bersih ke wilayah yang mengalami kekeringan, khususnya di Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa seperti Bima.
  • Anggota Komisi IV DPRD NTB dari Fraksi NasDem, Haji Suharto, menekankan bahwa pendistribusian air menggunakan mobil tangki masih diperlukan sebagai langkah konvensional untuk menangani kekeringan.
  • Pendistribusian air bersih melalui mobil tangki dinilai penting untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat, terutama air minum dan air bersih, tetap terpenuhi di tengah krisis kekeringan.

RRI.CO.ID, Mataram - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Nusa Tenggara Barat mendorong Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) segera mempercepat distribusi air bersih ke wilayah yang mengalami kekeringan, khususnya di Pulau Lombok dan sejumlah wilayah di Pulau Sumbawa seperti Bima.

Anggota Komisi IV DPRD Nusa Tenggara Barat (NTB) dari Fraksi NasDem, Haji Suharto, mengatakan penanganan kekeringan saat ini masih membutuhkan langkah konvensional berupa pendistribusian air menggunakan mobil tangki. Langkah tersebut dinilai penting untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat, terutama air minum dan air bersih, tetap terpenuhi.

"Solusi jangka pendek ini BPBD harus segera mengarahkan armadanya untuk mendrop air ke titik-titik yang tingkat kekeringannya tinggi. Jangan sampai rakyat tidak bisa minum, jangan sampai rakyat tidak bisa mandi menggunakan air bersih," kata Suharto, Selasa 15 September 2026.

Ia mengatakan, pemerintah provinsi telah mengalokasikan anggaran untuk penanganan kekeringan melalui BPBD. Anggaran tersebut kemudian dapat digunakan untuk mendukung penanganan di daerah melalui BPBD kabupaten/kota.

Wakil rakyat asal Lombok Barat ini menilai, distribusi air bersih menjadi semakin penting karena sumur masyarakat di sejumlah wilayah juga mengalami kekeringan. Bahkan, sumur bor yang dibuat cukup dalam belum tentu menghasilkan air ketika kondisi cadangan air tanah menurun.

"Sumur-sumur juga banyak yang kering. Bahkan ada sumur bor yang meskipun sudah dalam, airnya tidak ada," ujarnya.

Ia menambahkan, apabila anggaran penanganan kekeringan yang tersedia tidak mencukupi, pemerintah dapat menggunakan anggaran darurat sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Di sisi lain, Suharto menilai penanganan kekeringan tidak cukup hanya mengandalkan langkah jangka pendek. Pemerintah daerah, khususnya perusahaan daerah air minum (PDAM), perlu menyiapkan solusi jangka panjang untuk meningkatkan ketersediaan air baku dan air bersih.

Menurutnya, wilayah yang sudah terjangkau jaringan perpipaan PDAM perlu dioptimalkan dengan memanfaatkan sumber-sumber air yang tersedia di daerah.

Ia mencontohkan potensi sungai di Lombok Barat yang alirannya selama ini banyak terbuang ke laut. Potensi tersebut, kata dia, dapat dimanfaatkan dengan membangun bendungan atau infrastruktur penampungan air serta instalasi pengolahan air.

"Banyak sungai yang airnya mengalir terbuang percuma ke laut. Itu bisa dibendung atau dibuatkan water treatment plant (WTP), yaitu pengolahan air sungai untuk menjadi air baku," jelasnya.

Suharto menjelaskan, air dari sungai yang telah melalui proses pengolahan di WTP selanjutnya dapat dipompa menuju reservoir PDAM. Setelah berada di reservoir dan memenuhi standar kualitas, air tersebut dapat didistribusikan kepada masyarakat melalui jaringan perpipaan.

"Setelah menjadi air baku, hasilnya dipompakan ke reservoir PDAM. Kemudian setelah reservoir terisi, air itu didistribusikan kepada masyarakat," katanya.

Ia berharap pemerintah tidak hanya fokus pada penanganan kekeringan ketika bencana terjadi, tetapi mulai membangun sistem penyediaan air yang lebih berkelanjutan. Dengan demikian, ketergantungan masyarakat terhadap distribusi air menggunakan mobil tangki dapat dikurangi.

"Jangan hanya ketika kekeringan baru kita bergerak. Potensi sumber air yang ada harus mulai dikelola agar kebutuhan air masyarakat bisa terjamin dalam jangka panjang," pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....