Serahkan Dua Ambulans, Nurul Adha Tekankan Kesetaraan Pelayanan

  • 28 Agt 2026 11:13 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Lombok Barat – Wakil Bupati Lombok Barat Hj. Nurul Adha menegaskan pelayanan kesehatan tidak boleh mengenal perbedaan status sosial, jabatan maupun kedekatan dengan pejabat. Seluruh warga harus memperoleh akses pertolongan medis secara cepat, layak dan setara ketika berada dalam kondisi darurat.

Penegasan tersebut disampaikan Nurul Adha saat menyerahkan secara simbolis dua unit mobil ambulans untuk mendukung operasional UPT Puskesmas Lingsar dan UPT Puskesmas Gunungsari. Kendaraan tersebut diharapkan memperkuat mobilitas pelayanan kesehatan, terutama untuk penanganan kegawatdaruratan dan proses rujukan pasien.

Penyerahan ambulans itu berlangsung bersamaan dengan kegiatan Gerakan Aktivitas Fisik dan Kebugaran Jasmani yang dirangkaikan dengan Aksi Bergizi dalam Program Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) bersama para pelajar di Lapangan Kediri, Jumat, 21 Agustus 2026.

“Alhamdulillah, hari ini kita secara simbolis menyerahkan dua ambulance kepada Kepala Puskesmas Lingsar dan Gunungsari,” ujarnya.

Nurul Adha menyampaikan apresiasi kepada jajaran Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPPKB) yang terus berupaya meningkatkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

Menurutnya, keberadaan armada ambulans di fasilitas kesehatan tingkat pertama memiliki peran penting ketika masyarakat membutuhkan penanganan segera maupun harus mendapatkan pelayanan lanjutan di rumah sakit.

Namun, bagi Nurul Adha, pengadaan kendaraan pelayanan kesehatan tidak cukup hanya diukur dari keberadaan fasilitasnya. Yang lebih penting adalah memastikan fasilitas tersebut dapat diakses masyarakat secara adil tanpa melihat latar belakang maupun hubungan seseorang dengan pejabat.

Ia bahkan mengungkapkan pengalaman pribadi ketika baru menjalankan tugas sebagai Wakil Bupati Lombok Barat. Salah seorang anggota keluarganya pernah mengalami kecelakaan di wilayah Sandik dan membutuhkan ambulans untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut di rumah sakit.

Pengalaman itu, kata dia, semakin menguatkan pandangannya bahwa pelayanan kesehatan harus diberikan berdasarkan kebutuhan medis, bukan berdasarkan siapa yang membutuhkan.

“Saya tidak ingin hanya karena faktor keluarga Wakil Bupati atau keluarga pejabat kemudian pelayanan menjadi lebih cepat. Saya ingin seluruh masyarakat Lombok Barat mendapatkan pelayanan kesehatan yang baik,” katanya menegaskan.

Perempuan yang pernah menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Lombok Barat tersebut meminta seluruh jajaran pelayanan kesehatan tidak membuat perbedaan dalam memberikan pertolongan kepada masyarakat.

Baginya, setiap warga memiliki hak yang sama untuk mendapatkan pelayanan kesehatan, terlebih ketika berada dalam situasi yang membutuhkan tindakan cepat.

“Seluruh masyarakat Lombok Barat harus menerima pelayanan kesehatan yang baik. Ini menjadi indikator kinerja kita sebagai pelayan di Lombok Barat,” ucapnya.

Nurul Adha berharap tambahan armada tersebut benar-benar dimanfaatkan untuk mempercepat respons pelayanan, membantu proses rujukan serta memberikan rasa aman bagi masyarakat ketika menghadapi kondisi kegawatdaruratan.

Ia menegaskan, kualitas pelayanan kesehatan tidak hanya ditentukan oleh fasilitas yang tersedia, tetapi juga oleh kecepatan, kepedulian dan kesetaraan dalam melayani setiap warga.

“Pelayanan kesehatan harus dirasakan semua masyarakat tanpa membeda-bedakan,” katanya mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....