Gubernur Iqbal Titip Program Pengentasan Kemiskinan kepada Babinsa NTB

  • 28 Agt 2026 09:50 WIB
  •  Mataram
Poin Utama
  • Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal meminta Babinsa ikut mengawal program Desa Berdaya untuk menekan kemiskinan, terutama kemiskinan ekstrem.
  • Babinsa juga diminta membantu menjaga hutan di Bima dan Dompu melalui edukasi masyarakat serta mendorong pertanian tumpang sari.

RRI.CO.ID, Mataram - Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Lalu Muhamad Iqbal meminta jajaran TNI, terutama Babinsa, ikut mengawal program pengentasan kemiskinan hingga ke tingkat desa. Pesan itu disampaikan Iqbal saat menghadiri Apel Komandan Satuan (Dansat) Jajaran Korem 162/Wira Bhakti 2026 di Sembalun, Kamis, 27 Agustus 2026.

Apel tersebut dihadiri Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Piek Budyakto, Danrem 162/Wira Bhakti Brigjen TNI Moch. Sjasul Arief, serta jajaran Korem 162/Wira Bhakti.

Iqbal menilai Babinsa memiliki posisi strategis karena bersentuhan langsung dengan masyarakat dan memahami kondisi wilayah. Menurut dia, peran Babinsa tidak sebatas menjaga keamanan, tetapi juga membantu pemerintah menangani persoalan sosial dan pembangunan.

"Saya sebagai putra daerah dan sebagai gubernur memohon dukungan dari teman-teman Dansat melalui Babinsa di lapangan. Tolong bantu saya mengawal Desa Berdaya dan ikhtiar kita bersama untuk melepaskan masyarakat NTB dari kemiskinan, khususnya miskin ekstrem," kata Iqbal.

Program Desa Berdaya menjadi salah satu agenda yang dititipkan Iqbal kepada jajaran TNI. Program tersebut mengintegrasikan sumber daya pemerintah, desa, dunia usaha, lembaga sosial, dan masyarakat untuk mengurangi kemiskinan, terutama kemiskinan ekstrem.

Iqbal menyebut kemiskinan menjadi akar sejumlah persoalan sosial. Di antaranya stunting, perkawinan usia dini, putus sekolah, hingga buruknya kualitas tempat tinggal.

Menurut dia, kedekatan Babinsa dengan warga membuat aparat teritorial memiliki peran penting dalam memastikan berbagai program pemerintah berjalan hingga tingkat masyarakat.

Selain pengentasan kemiskinan, Iqbal meminta TNI membantu menjaga kawasan hutan, terutama di Bima dan Dompu. Kerusakan hutan, kata dia, telah meningkatkan risiko banjir dan kerusakan infrastruktur yang pada akhirnya membebani anggaran pemerintah.

Iqbal mendorong masyarakat mengembangkan pola pertanian tumpang sari sebagai alternatif. Tanaman jagung atau palawija tetap dapat ditanam untuk memenuhi kebutuhan jangka pendek, tetapi harus dipadukan dengan pohon yang memberikan manfaat ekonomi dalam jangka panjang.

"Tidak ada pilihan sekarang selain penanaman pohon kembali dan menyelamatkan area-area hutan," ujarnya.

Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Piek Budyakto juga meminta para komandan satuan menguasai wilayah masing-masing dan memastikan situasi tetap kondusif. Ia menekankan pentingnya kecepatan memperoleh informasi yang akurat, terutama ketika terjadi bencana.

Pangdam juga mengingatkan jajaran TNI meningkatkan kewaspadaan terhadap kebakaran hutan dan lahan. "Laporan NTB harus nihil asap dan api. Para komandan cek betul wilayah masing-masing," tegasnya.

Iqbal berharap sinergi pemerintah daerah dan TNI dapat memperkuat upaya membangun NTB yang aman, tangguh, dan sejahtera. Menurut dia, pengentasan kemiskinan menjadi salah satu kunci untuk mewujudkan target NTB Makmur Mendunia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....