HUT ke-33 Kota Mataram, Haji Muzihir Dorong Penguatan Infrastruktur dan PAD
- 27 Agt 2026 13:45 WIB
- Mataram
Poin Utama
- Kota Mataram akan merayakan hari ulang tahun ke-33 pada tanggal 31 Agustus 2026.
- Wakil Ketua DPRD Provinsi NTB Haji Muzihir menekankan bahwa momentum ini menjadi refleksi untuk meningkatkan pembangunan dan kesejahteraan warga.
- Peringatan HUT Mataram diharapkan dapat menjadi sarana bagi pemerintah daerah dan masyarakat untuk bersama-sama memajukan kota.
RRI.CO.ID, Mataram - Kota Mataram akan memperingati hari ulang tahun (HUT) ke-33 pada 31 Agustus 2026. Momentum tersebut diharapkan menjadi refleksi bagi pemerintah daerah dan masyarakat untuk terus meningkatkan pembangunan serta kesejahteraan warga. Harapan itu disampaikan Wakil Ketua DPRD Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Haji Muzihir, yang juga merupakan wakil rakyat dari daerah pemilihan (dapil) Kota Mataram.
“Yang pertama dan utama, saya sebagai Wakil Ketua DPRD Provinsi NTB sekaligus dari dapil Kota Mataram mengucapkan dirgahayu Kota Mataram yang ke-33,” ujar Haji Muzihir, Kamis 27 Agustus 2026.
Ia berharap, bertambahnya usia Kota Mataram dapat diiringi dengan kematangan dalam pembangunan, sehingga kota tersebut semakin maju, berkembang, dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Mudah-mudahan dengan umur yang semakin dewasa, semakin matang, Kota Mataram semakin jaya, semakin berkembang dan tentunya rakyatnya semakin sejahtera,” katanya.
Dalam evaluasinya terhadap pembangunan Kota Mataram selama setahun terakhir, Ketua DPW PPP NTB ini menilai masih terdapat sejumlah infrastruktur yang perlu mendapat perhatian, khususnya akses penghubung antarkawasan.
Salah satunya adalah kebutuhan pembangunan jembatan yang dapat menghubungkan sejumlah wilayah, termasuk kawasan Monjok, Karang Baru, dan sekitarnya.
Menurutnya, keberadaan jembatan penghubung sangat penting untuk membuka akses masyarakat sekaligus mengurai kepadatan lalu lintas, terutama pada jam sibuk.
“Yang perlu ditingkatkan terutama jembatan-jembatan yang menghubungkan, misalnya antara Monjok dengan Karang Baru dan wilayah sekitarnya,” ujarnya.
Ia menilai pembangunan jembatan kecil yang dapat dilalui sepeda motor juga diperlukan di sejumlah titik. Infrastruktur tersebut dinilai dapat menjadi alternatif bagi masyarakat dan membantu mengurangi kemacetan di jalur utama.
Selain infrastruktur, Haji Muzihir mendorong Pemerintah Kota Mataram untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Menurutnya, optimalisasi PAD menjadi semakin penting di tengah kebijakan pengurangan transfer dari pemerintah pusat kepada daerah.
Ia meminta pemerintah kota menggali berbagai potensi pendapatan yang masih dapat dikembangkan sekaligus memperbaiki sistem pengelolaan agar tidak terjadi kebocoran.
“Kalaupun memang banyak transfer dari pusat ke seluruh Indonesia dikurangi, pemerintah kota harus menggali PAD yang masih ada dan memperbaiki kebocoran-kebocoran yang terjadi,” katanya.
Menurut dia, peningkatan PAD harus berjalan beriringan dengan perbaikan pelayanan dan pembangunan, sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
Sebagai ibu kota Provinsi NTB sekaligus pusat aktivitas masyarakat, Haji Muzihir menilai Kota Mataram memiliki posisi strategis. Kota ini tidak hanya menjadi pusat pemerintahan, tetapi juga menjadi salah satu barometer pendidikan, ekonomi, dan aktivitas masyarakat di NTB.
Karena itu, ia berharap pemerintah daerah terus meningkatkan kualitas pembangunan dan kesejahteraan masyarakat agar Kota Mataram mampu bersaing dengan daerah lainnya.
“Karena barometer Kota Mataram adalah termasuk garda terdepan, seharusnya harus ditingkatkan. Masa mau kalah dengan Lombok Barat atau KLU,” ujarnya.
Ia juga menyinggung pentingnya peningkatan kesejahteraan tenaga kerja dan masyarakat di Kota Mataram. Menurutnya, apabila belum mampu melampaui standar provinsi, setidaknya kesejahteraan masyarakat Kota Mataram dapat terus didekatkan dengan standar yang lebih baik.
Haji Muzihir mengingatkan pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan di Kota Mataram agar tidak cepat berpuas diri atas capaian pembangunan yang telah diraih.
Menurutnya, masih terdapat sejumlah persoalan yang perlu diselesaikan, termasuk persoalan kesejahteraan dan kemiskinan masyarakat.
“Kalaupun ada keberhasilan-keberhasilan pemerintah kota, jangan berpuas diri. Ini masih belum maksimal dalam kehidupan masyarakat kita di kota. Garis kemiskinan juga masih tetap,” tegasnya.
Ia menekankan pentingnya evaluasi dan perbaikan pembangunan dari tahun ke tahun. Semangat tersebut, kata dia, sejalan dengan prinsip bahwa kehidupan hari ini harus lebih baik dibandingkan hari kemarin, dan hari esok harus lebih baik daripada hari ini.
“Bagaimanapun, dari tahun ke tahun harus lebih baik daripada hari ini,” katanya.
Memasuki usia ke-33, Haji Muzihir berharap Kota Mataram mampu memperkuat pembangunan infrastruktur, meningkatkan PAD, memperbaiki kesejahteraan masyarakat, serta mempertahankan posisinya sebagai salah satu pusat pertumbuhan di NTB.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....