Orang Tua Diminta Waspadai Grooming Anak
- 13 Sep 2026 15:49 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Mataram – Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kota Mataram mengingatkan orang tua meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak di ruang digital. Imbauan tersebut menyusul penanganan tiga anak usia SD dan SMP yang diduga menjadi korban cyber grooming dan cyber sex, dengan pola pendekatan awal dilakukan melalui komunikasi daring.
Ketua LPA Kota Mataram, Joko Jumadi, mengatakan pengawasan orang tua bukan berarti membatasi anak menggunakan teknologi, melainkan memastikan mereka memahami batasan dalam berkomunikasi di internet.
"Anak juga perlu dibekali pemahaman mengenai pihak yang dapat dipercaya untuk dimintai bantuan ketika mendapat pendekatan, tekanan, atau ancaman dari orang asing di dunia maya." kata Joko, Minggu 13 September 2026.
Menurut Joko, kasus yang ditangani LPA menunjukkan ruang digital dapat menjadi pintu masuk terjadinya kekerasan terhadap anak. Anak diduga terlebih dahulu dirayu dan diajak membangun hubungan melalui komunikasi daring, sebelum percakapan berkembang ke arah seksual.
“Ada anak-anak yang menjadi korban cyber grooming dan cyber sex. Kami sedang mengomunikasikan kasus ini karena tengah meneror banyak orang, mulai dari siswa, guru, dan para orangtua,” katanya.
LPA juga menyoroti dugaan penyebaran kembali video atau materi bermuatan seksual ke lingkungan sekolah di Kota Mataram. Materi tersebut diduga menyebar kepada siswa, guru, hingga orang tua setelah terduga pelaku tetap mempertahankan komunikasi dengan korban.
“Pelaku tidak mau memutus komunikasi dengan korban. Kemudian menyebarluaskan ke banyak sekolah, ke guru-guru dan para orangtua siswa,” ujar Joko.
Kasus tersebut telah dilaporkan kepada pihak berwenang, namun hingga kini identitas dan keberadaan terduga pelaku belum diketahui. LPA menduga pelaku berada di luar wilayah Mataram, sementara tim teknologi yang dilibatkan belum berhasil melakukan penelusuran.
“Kami belum tahu di mana posisi pelaku. Pakar teknologi kami belum bisa mencari dan menemukan para terduga pelaku. Apalagi, ada dugaan terduga pelaku berada di luar daerah,” katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....