Putri Mahkota Swedia Victoria Akan Kunjungi Lombok
- 27 Agt 2026 08:53 WIB
- Mataram
Poin Utama
- Putri Mahkota Swedia Victoria dijadwalkan mengunjungi Lombok pada 5-7 September 2026 untuk melihat proyek UNDP di NTB.
- Victoria akan melihat hutan adat, pemberdayaan perempuan, UMKM, serta diusulkan mengunjungi Posyandu.
- Pemprov NTB berharap kunjungan ini menjadi momentum memperkenalkan potensi Lombok dan NTB ke masyarakat Swedia.
RRI.CO.ID, Mataram - Putri Mahkota Swedia, Victoria, dijadwalkan mengunjungi, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada 5-7 September 2026. Selama tiga hari berada di Lombok, Victoria akan melihat sejumlah proyek yang dijalankan United Nations Development Programme (UNDP) di NTB.
Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal mengatakan persiapan kunjungan tersebut dibahas bersama Bappenas dan Kementerian Luar Negeri pada Rabu, 26 Agustus 2026. Victoria datang dalam kapasitasnya sebagai Goodwill Ambassador UNDP.
"Tadi kunjungan Bappenas dan Kementerian Luar Negeri untuk mempersiapkan kunjungan Putri Mahkota Swedia dalam kapasitas beliau sebagai Goodwill Ambassador, sebagai dutanya UNDP," kata Iqbal, Rabu, 26 Agustus 2026.
Menurut Iqbal, agenda utama kunjungan akan berlangsung di Kabupaten Lombok Utara. Victoria akan melihat hutan adat yang mendapat dukungan UNDP, program pemberdayaan perempuan, serta pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Iqbal juga mengusulkan agar Victoria mengunjungi pos pelayanan terpadu atau Posyandu. Menurut dia, Posyandu merupakan salah satu infrastruktur kesehatan berbasis masyarakat yang memiliki peran penting dalam peningkatan kesehatan ibu dan anak di NTB.
"Kita betul-betul memberikan perhatian pada Posyandu, karena impact-nya terhadap upaya peningkatan kesehatan itu cukup tinggi di sini," ujar Iqbal.
Ia ingin kunjungan tersebut sekaligus memperkenalkan peran sekitar 40 ribu kader Posyandu di NTB yang bekerja secara sukarela. Para kader dinilai memiliki peran langsung dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
Selain program sosial dan kesehatan, Victoria dijadwalkan melihat sejumlah potensi ekonomi masyarakat. Produk yang akan diperkenalkan antara lain kerajinan, cokelat, kopi, serta produk olahan kelapa.
Victoria juga akan mengunjungi Gili Meno. Iqbal berharap agenda kunjungan tidak terlalu padat sehingga Putri Mahkota Swedia itu memiliki kesempatan menikmati Lombok dan membawa pengalaman tersebut ke Swedia.
"Jadi saya tadi minta supaya kegiatannya jangan terlalu padat, supaya beliau bisa menikmati Lombok juga dan bisa membawa cerita itu ke Swedia," katanya.
Iqbal mengatakan kunjungan Victoria memiliki arti strategis bagi promosi pariwisata NTB. Sebagai anggota keluarga kerajaan Swedia sekaligus Goodwill Ambassador UNDP, perjalanan Victoria ke Lombok berpotensi mendapat perhatian publik di negaranya.
"Ini juga salah satu bentuk promosi. Jadi semua orang di Swedia, tanggal 5 sampai 7 akan tahu satu nama baru, Lombok," kata Iqbal.
Menurut dia, kunjungan tersebut juga menjadi kesempatan untuk memperkenalkan berbagai program pembangunan berbasis masyarakat di NTB kepada mitra internasional.
Iqbal sebelumnya telah berkomunikasi dengan pihak Kedutaan Besar Swedia dan UNDP mengenai peluang kerja sama. Ia menilai Swedia memiliki posisi penting karena menjadi salah satu negara yang mendukung Global Fund, yang memberikan dukungan bagi negara-negara berkembang dalam berbagai isu sosial dan kesehatan.
Dengan kunjungan tersebut, Pemprov NTB berharap Lombok tidak hanya dikenal sebagai destinasi wisata, tetapi juga sebagai daerah yang memiliki praktik baik dalam pemberdayaan masyarakat, kesehatan berbasis komunitas, perlindungan hutan adat, serta pengembangan ekonomi lokal.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....