Kunjungan Meningkat, Museum NTB Targetkan 60 Ribu Pengunjung

  • 24 Agt 2026 09:52 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Mataram - Museum Nusa Tenggara Barat mencatat 31.340 kunjungan masyarakat hingga Juli 2026. Capaian tersebut turut mendorong realisasi pendapatan asli daerah (PAD) museum mencapai 100 persen dari target yang ditetapkan.

Kepala Museum NTB, Ahmad Nuralam, mengatakan peningkatan kunjungan dalam tiga tahun terakhir menunjukkan respons positif masyarakat terhadap berbagai kegiatan dan inovasi yang dikembangkan museum.

"Alhamdulillah, tiga tahun terakhir ini peningkatan kapasitas museum sangat tinggi di kunjungan. Di bulan Juli kemarin kita sudah 100 persen realisasi PAD, ada 31.340 masyarakat yang datang ke museum," ungkapnya, Senin 24 Agustus 2026.

Menurut Nuralam, museum kini tidak hanya mengandalkan koleksi sebagai daya tarik. Berbagai fasilitas dan kegiatan dikembangkan agar masyarakat memiliki pengalaman berbeda ketika berkunjung.

Salah satunya dengan memanfaatkan area museum untuk kegiatan pembelajaran dan outing kelas. Peserta didik dapat menghabiskan waktu di museum sejak pagi hingga menjelang siang dengan didampingi guru maupun orang tua.

"Terutama koleksi-koleksi yang biologika, seperti hewan, terus ada buaya. Mereka juga bisa beraktivitas di taman museum yang terbuka," katanya.

Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan Museum NTB optimistis meningkatkan jumlah pengunjung hingga akhir tahun. Pengelola menargetkan sekitar 60 ribu orang berkunjung ke museum sepanjang 2026.

"Target kita akhir tahun itu 60 ribu dan realisasi PAD kita targetkan 200 persen lebih," ujar Ahmad.

Sementara itu, Ketua Dekranasda NTB, Sinta Agthia Iqbal, menilai peningkatan kunjungan tidak terlepas dari keberanian pengelola museum menghadirkan berbagai kegiatan dengan konsep yang lebih beragam.

Menurutnya, Museum Begawe menjadi salah satu contoh bagaimana museum dapat dikemas sebagai ruang yang menarik bagi masyarakat dari berbagai kelompok usia.

Ia mengatakan pendekatan tersebut penting agar masyarakat tidak memandang museum hanya sebagai tempat untuk melihat koleksi sejarah, tetapi juga sebagai tempat belajar dan beraktivitas.

"Kegiatan-kegiatan yang dilakukan ini sangat bervariasi. Ini sangat lintas usia, mau dari yang anak-anak balita saja bisa main ke sini sampai dengan yang sudah senior citizen bisa datang untuk mengenang," tuturnya.

Sinta menilai semakin banyak masyarakat yang datang ke museum, semakin besar pula peluang untuk menumbuhkan kecintaan terhadap sejarah dan budaya NTB, terutama di kalangan generasi muda.

Menurutnya, pengalaman langsung di museum dapat menjadi cara untuk mengenalkan sejarah kepada anak-anak tanpa harus selalu melalui pembelajaran formal di ruang kelas.

Ke depan, pengelola museum juga terus mendorong kegiatan yang mampu menjaga minat masyarakat untuk datang. Salah satunya melalui kegiatan yang memadukan unsur edukasi, rekreasi dan interaksi antarpengunjung.

Dengan capaian kunjungan hingga Juli tersebut, Museum NTB kini berupaya mempertahankan tren positif sekaligus mengejar target 60 ribu pengunjung hingga penghujung 2026.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....