Bunda Sinta Berikan Trauma Healing untuk Anak-anak Sade Korban Kebakaran
- 24 Agt 2026 06:51 WIB
- Mataram
Poin Utama
- Bunda Sinta memberikan pendampingan psikologis kepada anak-anak korban kebakaran Desa Sade untuk membantu mengurangi trauma dan mengembalikan keceriaan mereka.
- Ia meminta orang tua terus mendampingi anak-anak serta menjauhkan mereka dari puing dan area yang masih berbahaya.
RRI.CO.ID, Lombok Tengah - Ketua TP PKK sekaligus Ketua Dekranasda Provinsi Nusa Tenggara Barat, Sinta M. Iqbal, memberikan pendampingan psikologis kepada anak-anak korban kebakaran di Desa Adat Sade, Lombok Tengah, Minggu, 23 Agustus 2026.
Bunda Sinta menemui anak-anak di tengah kawasan yang terdampak kebakaran. Ia mengajak mereka berinteraksi dan menghibur untuk mengembalikan keceriaan setelah mengalami bencana.
Dalam kunjungan itu, Bunda Sinta juga membawa sejumlah bantuan, termasuk buku-buku bacaan. Menurut dia, perhatian terhadap kondisi mental anak tidak kalah penting dengan pemenuhan kebutuhan dasar warga setelah kebakaran.
“Saya titip anak-anak untuk dijaga, jangan sampai trauma. Dampak psikologis ini yang perlu kita antisipasi,” ujar Bunda Sinta.
Bunda Sinta mengatakan anak-anak merupakan kelompok yang rentan mengalami dampak psikologis setelah bencana. Karena itu, orang tua diminta memberikan pendampingan dan memastikan anak-anak tetap mendapatkan ruang untuk bermain dan beraktivitas secara aman.
Saat meninjau lokasi kebakaran, Bunda Sinta juga mengingatkan anak-anak agar tidak bermain di sekitar bangunan yang terbakar. Puing, paku, asap, dan sisa bara api masih dapat membahayakan keselamatan mereka.
“Asapnya kalau terhirup bisa memicu gangguan pernapasan. Jadi tidak usah naik-naik ke atas lagi, di bawah saja ya. Bahaya, ada paku yang bisa melukai kaki,” katanya.
Bunda Sinta bahkan menggandeng sejumlah anak untuk menjauh dari area reruntuhan yang masih rawan. Ia meminta orang tua terus mengawasi aktivitas anak selama proses penanganan dan pembersihan lokasi berlangsung.
Menurutnya, pemulihan pascabencana tidak cukup hanya dengan membangun kembali rumah dan memulihkan perekonomian. Kondisi psikologis warga, terutama anak-anak, juga perlu mendapat perhatian sejak awal agar dampak bencana tidak meninggalkan trauma berkepanjangan.
Selain mendampingi anak-anak, Bunda Sinta menyusuri kawasan yang terbakar dan mendengarkan keluhan warga. Ia berbicara dengan para ibu yang kehilangan tempat tinggal sekaligus mata pencaharian.
Ia mengatakan proses pemulihan Desa Sade akan dilakukan secara bertahap. Pemerintah, kata dia, akan melihat kebutuhan masyarakat dan bentuk dukungan yang dapat diberikan agar kehidupan warga kembali berjalan.
Ia juga meminta para perajin tenun Sade tidak kehilangan harapan. Aktivitas menenun diharapkan dapat kembali menjadi salah satu penggerak ekonomi masyarakat setelah kondisi desa mulai pulih.
“Optimistis dan jangan menyerah. Jangan putus asa, jangan berhenti menenun setelah ini,” ujar Bunda Sinta.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....