TP PKK NTB Luncurkan Program PINTAR Cegah Perkawinan Anak dan Stunting

  • 05 Sep 2026 11:52 WIB
  •  Mataram
Poin Utama
  • TP PKK NTB bersama TP PKK kabupaten/kota menandatangani MoU untuk memperkuat pencegahan perkawinan anak dan penanganan stunting.
  • Upaya tersebut diperkuat melalui program PINTAR yang memanfaatkan data dan teknologi AI agar intervensi kader lebih tepat sasaran.

RRI.CO.ID, Mataram - Tim Penggerak PKK Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) bersama TP PKK kabupaten/kota se-NTB menandatangani nota kesepahaman untuk memperkuat pencegahan perkawinan anak dan penanganan stunting.

Kesepakatan itu diteken saat penutupan Rakerda TP PKK Provinsi NTB 2026 sekaligus peluncuran program unggulan PINTAR di Mataram, Jumat, 4 September 2026.

Ketua TP PKK NTB Sinta M. Iqbal mengatakan kerja bersama diperlukan agar program PKK tidak berjalan sendiri-sendiri. Ia meminta ego kewilayahan dihapus sehingga intervensi dapat terintegrasi dari tingkat provinsi hingga desa dan kelurahan.

Selain MoU, TP PKK NTB meluncurkan PINTAR yang merupakan akronim dari Partisipasi, Integritas, Navigasi, Tangani, Aksi, dan Responsif.

Program ini dirancang untuk memetakan persoalan di sejumlah sektor, mulai dari kesehatan, lingkungan hidup, ketahanan pangan hingga ekonomi keluarga. Data tersebut menjadi dasar kader dalam menentukan intervensi agar tepat sasaran.

Sinta mendorong kader PKK memanfaatkan teknologi, termasuk kecerdasan buatan atau AI, untuk membaca dan memetakan data secara lebih mudah.

“Jangan cepat patah arang melihat banyak tabel atau data. Tidak serumit yang dibayangkan,” kata Sinta.

Menurut dia, PINTAR bukan sekadar program TP PKK tingkat provinsi. Program tersebut dapat digunakan dan dikembangkan oleh TP PKK kabupaten/kota sesuai persoalan di wilayah masing-masing.

Sinta juga menekankan posisi kader sebagai penghubung utama pemerintah dengan masyarakat. Karena itu, penguatan kapasitas kader hingga tingkat desa dan kelurahan menjadi kunci keberhasilan program.

Ia meminta seluruh kader tetap bergerak meski Rakerda berlangsung singkat. “Better late than never,” ujar Sinta, seraya mendorong PKK terus berkontribusi terhadap pembangunan keluarga menuju Generasi Emas NTB.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....