Festival Senggigi Berakhir, Panggung Budaya Baru Segera Diluncurkan
- 23 Agt 2026 16:18 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Lombok Barat – Perhelatan Pekan Kesenian Senggigi resmi menutup seluruh rangkaian Festival Senggigi: The Soul of Lombok setelah sembilan pekan berturut-turut menghadirkan seni, budaya, hiburan, hingga ruang promosi bagi pelaku UMKM. Namun, berakhirnya agenda tersebut bukan berarti geliat atraksi budaya di kawasan wisata Senggigi ikut berhenti.
Pemerintah Kabupaten Lombok Barat justru memastikan kegiatan serupa akan kembali digelar pada awal September 2026 dengan konsep dan nama baru, sekaligus menjadi bagian dari penyambutan agenda internasional MotoGP.
Penutupan Pekan Kesenian Senggigi berlangsung meriah di Amphitheater Pasar Seni Senggigi, Sabtu 22 Agustus 2026. Sejak sore hingga malam, kawasan tersebut dipadati masyarakat dan wisatawan yang menikmati beragam sajian seni hingga acara berakhir sekitar pukul 22.00 WITA.
Selama sembilan pekan pelaksanaan, jumlah pengunjung disebut terus menunjukkan peningkatan. Antusiasme masyarakat juga membawa dampak positif bagi para pelaku UMKM yang terlibat dalam kegiatan tersebut.
Kepala Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Lombok Barat, Agus Gunawan, mengatakan keberhasilan kegiatan selama sembilan pekan menjadi alasan pemerintah untuk melanjutkan program hiburan sekaligus pelestarian budaya itu.
“Dengan semangat dan antusias masyarakat, pemerintah berkomitmen kegiatan ini akan kita lanjutkan dan akan kita mulai lagi awal September. Akan kita rebranding dengan nama baru sekaligus menyambut perhelatan event internasional MotoGP,” ujarnya.
Menurut Agus, Pekan Kesenian Senggigi sejak awal tidak hanya dirancang sebagai hiburan bagi wisatawan. Kegiatan tersebut juga menjadi panggung bagi kesenian dari berbagai kecamatan di Lombok Barat untuk tampil dan dikenal lebih luas.
“Pekan Kesenian Senggigi ini kita selenggarakan untuk lebih menghidupkan Senggigi. Selain itu juga sebagai ajang pelestarian budaya yang ada di seluruh kecamatan di Lombok Barat,” katanya.
Ia pun menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang selama ini terlibat dalam menyukseskan penyelenggaraan kegiatan tersebut, mulai dari jajaran kecamatan, manajemen hotel hingga masyarakat.
“Untuk itu kami selaku penyelenggara menyampaikan terima kasih sebesar-besarnya atas dukungan dan kontribusi para camat, kemudian para GM hotel yang sudah mengarahkan tamu-tamunya untuk berkesempatan hadir di sini, dan tentunya terima kasih kepada masyarakat,” ucapnya.
Agus menegaskan, keberlanjutan agenda seni dan budaya di Senggigi diharapkan mampu menjaga kawasan tersebut tetap hidup sebagai destinasi wisata yang memiliki atraksi sepanjang tahun. Konsistensi penyelenggaraan kegiatan, katanya menegaskan, menjadi salah satu upaya memperkuat daya tarik Senggigi sekaligus menggerakkan roda ekonomi masyarakat.
Apresiasi juga datang dari Wakil Bupati Lombok Barat, Nurul Adha. Ia menilai keberhasilan Pekan Kesenian Senggigi menjadi bukti bahwa kegiatan yang dijalankan secara konsisten dapat membangun kepercayaan dan menarik partisipasi masyarakat.
“Awalnya kita pesimis ini bisa ramai, ternyata kita bisa. Ini membutuhkan semangat dan istiqamah kita bersama,” ujarnya.
Menurut Nurul Adha, keberhasilan tersebut memiliki makna lebih besar di tengah berbagai tantangan yang dihadapi Lombok Barat. Kebersamaan seluruh pihak, katanya menegaskan, menjadi modal penting untuk terus mendorong sektor pariwisata agar memberikan dampak langsung terhadap perekonomian masyarakat.
“Di tengah kondisi Lombok Barat mendapatkan goncangan, kita bisa menunjukkan kebersamaan memajukan pariwisata, yang tujuannya adalah menggerakkan perekonomian masyarakat,” katanya.
Malam penutupan juga menghadirkan kolaborasi seni dari Kecamatan Lembar dan Kecamatan Sekotong. Sejumlah penampilan ditampilkan, mulai dari Tarian Nirmala dan Tarian Puspanjali oleh Sanggar Seni Lendang Guar Sekotong.
Panggung hiburan semakin semarak dengan penampilan finalis Dangdut Academy 2026, Nazwa Aulia, serta Regina dan Harun. Pertunjukan musik langsung yang dipersembahkan Kecamatan Lembar dan Sekotong turut menutup malam dengan suasana meriah.
Perpaduan musik modern dan tarian tradisional berhasil mempertahankan perhatian wisatawan lokal maupun mancanegara yang memadati area Amphitheater Pasar Seni Senggigi hingga penghujung acara.
Berakhirnya Pekan Kesenian Senggigi sekaligus membuka babak baru bagi agenda hiburan di kawasan wisata tersebut. Pemerintah Kabupaten Lombok Barat berencana menghadirkan kemasan baru mulai September hingga penghujung 2026, dengan harapan Senggigi terus hidup sebagai ruang perjumpaan wisata, seni, budaya dan ekonomi masyarakat.
“Kita ingin kegiatan ini terus berlanjut dan memberi manfaat yang lebih luas bagi masyarakat serta pariwisata Lombok Barat,” katanya mengakhiri.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....