Senggigi Sunset Show Hidupkan Kreativitas Seni Generasi Muda
- 20 Sep 2026 14:10 WIB
- Mataram
Poin Utama
- Senggigi Sunset Show merupakan pertunjukan seni yang diadakan setiap pekan di Amphitheater Pasar Seni Senggigi, Lombok Barat, untuk memberikan panggung bagi kreativitas generasi muda.
- Acara ini berfungsi sebagai wadah bagi sanggar dan komunitas seni lokal untuk memperkenalkan karya mereka sekaligus menjaga kelestarian seni budaya lokal.
- Pertunjukan tidak hanya memberikan hiburan bagi masyarakat dan wisatawan, tetapi juga mendorong pertumbuhan geliat seni budaya di kalangan generasi muda.
RRI.CO.ID, Lombok Barat — Kawasan wisata Senggigi kembali menjadi panggung bagi kreativitas generasi muda melalui gelaran Senggigi Sunset Show di Amphitheater Pasar Seni Senggigi, Lombok Barat, Sabtu malam, 19 September 2026.
Pertunjukan tersebut tidak hanya menawarkan hiburan bagi masyarakat dan wisatawan. Di balik panggung yang berlangsung setiap pekan itu, terdapat ruang bagi sanggar dan komunitas seni untuk memperkenalkan karya sekaligus menjaga geliat seni budaya lokal agar tetap tumbuh di tengah generasi muda.
Sejumlah sanggar tampil membawakan karya tari dalam suasana kawasan wisata Senggigi yang dipadati penonton. Salah satunya Sanggar Anak Padang Mimpi yang membawa tiga karya tari sekaligus, yakni Tari Kembang Desa, Tari Kidung Dalem, dan Tari Angkat Gawe.
Fani, salah seorang anggota Sanggar Anak Padang Mimpi, menjelaskan bahwa ketiga karya yang ditampilkan bukan merupakan tarian tradisional yang sudah ada, melainkan hasil garapan baru dari sanggar mereka.
“Yang kita tampilkan tadi Tari Kembang Desa, kemudian Tari Kidung Dalem dan Tari Angkat Gawe. Itu merupakan garapan baru,” ujarnya.
Kehadiran panggung seni secara rutin dinilai penting karena memberikan kesempatan kepada anak muda untuk terus berproses dan tampil di hadapan publik. Bagi komunitas seni, ruang pertunjukan bukan hanya tempat menunjukkan kemampuan, tetapi juga menjadi bagian dari proses mempertahankan keberlangsungan seni pertunjukan.
Uyun, anggota Sanggar Anak Padang Mimpi lainnya, mengatakan kegiatan seperti Senggigi Sunset Show memberikan ruang positif bagi anak muda untuk mengembangkan ketertarikan terhadap seni dan budaya.
Menurutnya, panggung tersebut juga tidak hanya diperuntukkan bagi satu sanggar. Komunitas dari berbagai desa mendapat kesempatan untuk bergantian menampilkan karya mereka.
“Setiap minggu ada. Bukan kita saja, dari desa-desa lain juga,” katanya.
Uyun berharap keberadaan panggung seni di Senggigi semakin terbuka bagi komunitas muda dari berbagai wilayah. Menurutnya, semakin banyak anak muda yang terlibat dalam kegiatan seni, semakin besar pula ruang bagi mereka untuk menyalurkan kreativitas melalui kegiatan yang produktif.
“Lebih banyak lagi komunitas-komunitas muda yang mau ikut nari, begitu ke seninya. Bukan untuk tiduran di rumah,” ucapnya.
Ia menilai konsistensi penyelenggaraan pertunjukan seni di kawasan Senggigi merupakan hal positif. Selain menjadi hiburan bagi masyarakat dan wisatawan, panggung tersebut dapat mempertemukan pelaku seni dengan penonton sekaligus memperkenalkan beragam karya kepada publik.
“Ini hal yang positif banget. Positif banget. Ini keren banget,” ujarnya.
Senggigi Sunset Show akhirnya tidak berhenti sebagai agenda hiburan malam. Panggung tersebut berkembang menjadi ruang perjumpaan antara seniman, masyarakat dan wisatawan, sekaligus memberikan kesempatan kepada sanggar-sanggar lokal untuk menunjukkan karya mereka.
Kehadiran karya-karya baru seperti yang ditampilkan Sanggar Anak Padang Mimpi juga memperlihatkan bahwa pelestarian seni tidak selalu berarti mempertahankan bentuk lama. Seni dapat terus hidup melalui proses penciptaan, eksplorasi dan keberanian generasi muda menghadirkan karya baru.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....