Pariwisata KSB Terkendala Infrastruktur dan Perizinan Investasi

  • 20 Agt 2026 14:25 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Sumbawa Barat - Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), memiliki potensi pariwisata yang besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Namun, Anggota DPRD KSB, Andi Laweng, S.H., M.H, menilai pemerintah daerah masih perlu memperkuat infrastruktur dasar dan mempercepat pelayanan perizinan untuk mengimbangi geliat investasi di sektor tersebut.

Andi mengatakan sejumlah kawasan wisata KSB, seperti Maluk, Sekongkang, Jereweh, hingga Kertasari, telah menarik perhatian pelaku usaha dan investor. Promosi dari pelaku usaha juga terus berjalan untuk memperkenalkan potensi wisata KSB ke luar daerah.

Menurutnya, pemerintah daerah perlu merespons minat tersebut dengan menyiapkan kebutuhan dasar di kawasan yang menjadi sasaran investasi. Ia menilai promosi pariwisata akan berjalan kurang optimal jika pemerintah belum memastikan ketersediaan infrastruktur pendukung.

“Potensinya luar biasa dan pelaku usaha sudah bergerak mempromosikan KSB ke luar. Tugas pemerintah daerah sekarang adalah menyiapkan fasilitas dasarnya,” ujar Andi Laweng, Kamis 20 Agustus 2026.

Andi menyoroti konektivitas jalan sebagai salah satu kebutuhan yang harus mendapat perhatian. Pemerintah perlu memastikan akses menuju kawasan wisata tetap memadai agar wisatawan dan pelaku usaha dapat menjangkau lokasi dengan mudah.

Ia juga meminta pemerintah mengoptimalkan pemanfaatan transportasi udara. Menurutnya, konektivitas udara dapat memperkuat akses wisatawan dan investor dari luar daerah menuju KSB, terutama ketika pemerintah ingin mengembangkan sektor pariwisata sebagai salah satu penggerak ekonomi.

Selain akses jalan dan transportasi, Andi menyoroti ketersediaan jaringan listrik. Ia menyebut sejumlah kawasan masih menghadapi keterbatasan Jaringan Tegangan Rendah (JTR). Kondisi tersebut membuat investor harus menyiapkan instalasi listrik secara mandiri untuk memenuhi kebutuhan operasional usahanya.

Persoalan air bersih juga menjadi perhatian serius. Andi mengatakan kawasan wisata pesisir menghadapi tantangan kualitas air tanah yang cenderung asin atau payau. Pemerintah, kata dia, perlu menyiapkan solusi penyediaan air bersih sebelum kawasan tersebut berkembang menjadi pusat investasi pariwisata.

“Kalau kawasan wisata berkembang, kebutuhan air bersih dan listrik juga ikut meningkat. Karena itu, fasilitas dasarnya harus disiapkan sejak awal,” ujarnya.

Andi juga menyoroti proses perizinan yang menurutnya masih perlu dipercepat. Ia menyebut persoalan tersebut telah berdampak terhadap rencana investasi di lapangan.

Di kawasan Sekongkang, misalnya, seorang investor asing yang telah memegang Hak Guna Bangunan (HGB) masih menghadapi kendala sehingga belum dapat memulai pembangunan fisik. Kondisi tersebut, menurut Andi, menunjukkan pentingnya pemerintah memberikan kepastian dan kemudahan dalam proses perizinan.

Ia meminta pemerintah daerah menyusun skala prioritas pembangunan agar anggaran dan program yang tersedia benar-benar menjawab kebutuhan investasi. Pemerintah, menurutnya, tidak perlu hanya mengejar banyaknya kegiatan atau event jika kebutuhan dasar kawasan wisata belum terpenuhi.

Andi menilai penyelenggaraan berbagai event memang dapat membantu memperkenalkan KSB kepada wisatawan dan calon investor. Namun, ia mengingatkan bahwa event hanya menjadi salah satu instrumen promosi dan bukan faktor utama yang menentukan keberlanjutan investasi.

“Event itu hanya pemanis. Investor tetap melihat kesiapan infrastruktur dan kemudahan perizinan sebelum menanamkan modal,” katanya.

Menurut Andi, pemerintah perlu memastikan jalan, listrik, air bersih, serta sistem perizinan berjalan beriringan dengan promosi pariwisata. Ia menilai langkah tersebut akan memberikan kepastian lebih besar kepada pelaku usaha yang ingin mengembangkan bisnis di KSB.

“Dua poin paling penting yang investor butuhkan saat ini hanya infrastruktur dan kemudahan perizinan. Begitu izin cepat serta air dan listrik siap, investasi pasti mengalir masif ke Sumbawa Barat,” pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....