Dapat Diskresi 6 Bulan, PT TCN Diminta Buka Keran Air untuk Gili Tramena
- 07 Sep 2026 19:29 WIB
- Mataram
Poin Utama
- Pemerintah NTB dan Lombok Utara memberi diskresi enam bulan kepada PT TCN untuk membantu mengatasi krisis air bersih di Gili Tramena.
- PT TCN diminta membuka aliran air sembari menyelesaikan proses perizinan yang masih berjalan.
RRI.CO.ID, Mataram - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Pemerintah Kabupaten Lombok Utara memberikan diskresi kepada PT TCN untuk memenuhi kebutuhan air bersih di Gili Tramena, yakni Gili Trawangan, Gili Meno, dan Gili Air. Diskresi tersebut diberikan selama enam bulan.
Dalam masa itu, PT TCN diminta tetap membuka aliran air sembari menyelesaikan proses perizinan yang masih berjalan. Bupati Lombok Utara Najmul Ahyar mengatakan keputusan tersebut diambil setelah pemerintah membahas persoalan perizinan PT TCN yang bersinggungan dengan sejumlah regulasi pemerintah pusat.
"Semua pihak dari pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten meminta kepada PT TCN untuk membuka keran airnya," kata Najmul usai rapat bersama Gubernur NTB dan jajaran Forkopimda di kantor Gubernur, Senin, 7 September 2026.
Menurutnya, PT TCN tetap diminta memperbaiki sejumlah persyaratan perizinan. Pemerintah daerah akan membantu proses tersebut agar izin dapat segera dituntaskan tanpa melanggar aturan.
Najmul menegaskan, untuk sementara tidak ada pilihan lain yang bisa dilakukan dengan cepat selain meminta PT TCN mengalirkan air. "Kalau kita mencari PT yang lain lagi, perusahaan yang lain lagi, prosesnya pasti lama," ujarnya.
Persoalan PT TCN berkaitan dengan sejumlah proses perizinan, termasuk izin pemanfaatan ruang laut. Najmul menyebut masih ada beberapa item dalam proses perizinan yang perlu diperbaiki dan diselesaikan.
"Ini bukan model SWRO-nya yang ditolak. Ada beberapa item terkait dengan proses perizinan yang masih belum dilaksanakan," jelasnya.
Diskresi diberikan untuk jangka waktu enam bulan. Namun, Najmul menyebut jika seluruh proses perizinan selesai lebih cepat, maka persoalan tersebut tidak perlu menunggu hingga enam bulan.
| Baca juga: Dinsos Kejar 70 Persen Aktivasi Perlinsos |
"Kalau dua-tiga bulan selesai, ya sudah selesai. Kalau satu bulan selesai, ya sudah," katanya.
Di tengah proses tersebut, Pemkab Lombok Utara juga mengandalkan PDAM untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga dan pelaku usaha di tiga gili. Kebutuhan air di kawasan tersebut diperkirakan mencapai sekitar 60-70 meter kubik per hari. Untuk sementara, pasokan air mulai dialirkan melalui PDAM.
Najmul mengatakan mekanisme pembiayaan air tersebut masih dibahas. Untuk sementara, air yang disalurkan kepada masyarakat disebut kemungkinan diberikan secara gratis.
"Untuk sementara ini mungkin gratis, tapi pada saatnya," ujar Najmul.
Sebelumnya, Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal mengatakan pemerintah sedang berkoordinasi dengan pemerintah pusat dan pihak terkait agar suplai air kembali mengalir. Persoalan itu disebut berkaitan dengan regulasi lingkungan dan proses hukum.
“Dua hari lalu saya sudah berbicara langsung dengan Pak Menteri Lingkungan Hidup untuk menjelaskan situasi kedaruratan ini,” kata Iqbal saat mengunjungi Gili Meno bersama Putri Mahkota Swedia Victoria Ingrid Alice Desiree, Minggu, 6 September 2026.
Menurut dia, pemerintah meminta ruang diskresi agar jaringan air yang sudah tersedia dapat kembali digunakan sementara. Langkah tersebut ditempuh sembari persoalan regulasi dan hukum diselesaikan.
Iqbal mengatakan Menteri Lingkungan Hidup telah berkomitmen membantu mencari jalan keluar. Pemprov NTB akan menindaklanjutinya melalui koordinasi dan surat resmi antarlembaga.
“Kami akan segera mencarikan jalan keluarnya," kata Iqbal.
Pemerintah daerah berharap persoalan regulasi dan perizinan di kawasan Gili Tramena dapat segera diselesaikan. Dengan begitu, krisis air bersih tidak kembali berulang dan kebutuhan dasar masyarakat maupun aktivitas pariwisata di kawasan tersebut dapat terjamin.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....