MotoGP Mandalika, UMKM KSB Bidik Pasar Global
- 24 Agt 2026 16:48 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Sumbawa - Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat melalui Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) menyiapkan produk unggulan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk tampil dalam perhelatan MotoGP 2026 di Sirkuit Mandalika, Lombok Tengah. Ajang balap motor internasional itu dijadwalkan berlangsung pada 8–10 Oktober 2026.
Diskoperindag KSB kini mematangkan persiapan untuk membawa sejumlah pelaku UMKM ke arena balap internasional tersebut. Pemerintah daerah menilai momentum MotoGP dapat membuka ruang promosi dan pemasaran produk lokal kepada pengunjung dari berbagai daerah hingga mancanegara.
Kepala Diskoperindag KSB, Suryaman, S.STP., M.Si, mengatakan pihaknya tengah mengupayakan lokasi berjualan yang strategis di kawasan Sirkuit Mandalika. Pemkab KSB membidik Stand A yang berada di kawasan dengan tingkat aktivitas pengunjung yang tinggi.
Menurut Suryaman, posisi Stand A memberikan peluang besar bagi pelaku UMKM untuk berinteraksi langsung dengan penonton. Lokasi tersebut berada di sekitar garis start dan finis, berdekatan dengan panggung hiburan utama, serta menjadi salah satu titik yang ramai dikunjungi penonton selama rangkaian acara MotoGP.
“Kami memilih Stand A karena kondisi di sana sangat ramai dan padat. Kerumunan penonton paling banyak berkumpul di titik tersebut saat balapan, usai race, hingga acara hiburan malam. Ini peluang besar agar produk Sumbawa Barat dikenal luas oleh pengunjung domestik maupun mancanegara,” ujar Suryaman, Senin 24 Agustus 2026.
Diskoperindag KSB menargetkan proses negosiasi dan pengajuan proposal penyewaan stand tersebut rampung pada Agustus 2026. Pemerintah daerah ingin memastikan lokasi promosi UMKM tersedia sebelum pelaksanaan MotoGP berlangsung.
Pada perhelatan tahun ini, Diskoperindag KSB berencana membawa sekitar delapan pelaku UMKM. Mereka akan memasarkan sekitar 10 jenis produk unggulan yang mencerminkan potensi ekonomi dan kekhasan daerah Sumbawa Barat.
Diskoperindag tidak akan membawa seluruh pelaku usaha secara langsung. Pemerintah akan melakukan seleksi terhadap calon peserta dan produk yang akan tampil di arena MotoGP.
Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi NTB bersama Mandalika Grand Prix Association (MGPA) akan melakukan kurasi terhadap pelaku UMKM dan produk yang mereka tawarkan. Proses tersebut mencakup pemeriksaan kelengkapan perizinan usaha, kualitas produk, hingga kepatuhan terhadap ketentuan penyelenggara.
Suryaman mengatakan pelaku UMKM juga harus memenuhi standar kemasan yang ditetapkan penyelenggara. MGPA mendorong seluruh tenant mengurangi penggunaan plastik sekali pakai selama event berlangsung.
Penyelenggara meminta pelaku usaha menghindari penggunaan gelas plastik biasa dan cup sealer yang menghasilkan limbah. Ketentuan tersebut mendorong UMKM untuk menyesuaikan kemasan produk dengan standar penyelenggaraan event berskala internasional.
“Para pelaku UMKM kita dituntut berinovasi. Untuk produk minuman olahan buah atau kopi, misalnya, kemasan harus beralih menggunakan gelas kertas atau bahan ramah lingkungan lainnya,” jelas Suryaman.
Ia menilai tuntutan tersebut tidak hanya berkaitan dengan pelaksanaan MotoGP. Menurut dia, penerapan kemasan ramah lingkungan dapat menjadi bagian dari proses peningkatan kualitas produk UMKM KSB agar mampu mengikuti kebutuhan pasar yang terus berkembang.
“Ini menjadi edukasi penting agar UMKM kita terbiasa dengan standar event internasional,” katanya.
Sejumlah produk khas Sumbawa Barat akan mengisi stan UMKM dalam ajang tersebut. Produk kuliner yang disiapkan antara lain Madu Sumbawa dalam kemasan, permen susu, Kopi Rarak siap saji, abon ikan, dan bakso ikan.
Diskoperindag juga menyiapkan produk kerajinan daerah. Salah satunya kain sarung tenun khas Sumbawa Barat yang akan menjadi bagian dari materi promosi produk lokal sekaligus memperkenalkan identitas budaya daerah kepada pengunjung MotoGP.
Pemerintah daerah mendorong pelaku UMKM memanfaatkan keikutsertaan dalam ajang internasional tersebut tidak hanya untuk berjualan. Mereka juga dapat mengamati tren pasar, berinteraksi dengan konsumen dari berbagai daerah, serta mempelajari pola pemasaran yang diterapkan pelaku usaha lain.
Suryaman mengatakan pelaku UMKM perlu memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memperluas wawasan bisnis. Ia berharap pengalaman mengikuti event berskala internasional dapat mendorong pelaku usaha meningkatkan kualitas produk dan memperluas jaringan pemasaran.
“Harapan utama pemerintah adalah mendorong UMKM kita untuk naik kelas. Pelaku usaha harus memahami kebutuhan pasar yang beragam dari berbagai daerah hingga luar negeri,” ujarnya.
Ia juga meminta pelaku UMKM membawa pengalaman selama mengikuti MotoGP ke daerah dan mengembangkan pengetahuan tersebut dalam kegiatan usaha masing-masing.
“Sepulang dari Mandalika, kita harap dapat membawa pulang ide, inovasi baru, serta pengalaman berharga untuk dikembangkan dan dibagikan,” kata Suryaman.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....