Kenang Gempa NTB 2018, TGB Bagikan Tips Pemulihan untuk NTT Pascagempa

  • 17 Agt 2026 14:20 WIB
  •  Mataram
Poin Utama
  • TGB Zainul Majdi mengajak masyarakat NTT tidak saling menyalahkan dan menghadapi pemulihan pascagempa secara bersama-sama.
  • Ia menilai kekompakan pemerintah dan masyarakat menjadi kunci agar NTT dapat lebih cepat pulih dari dampak bencana.

RRI.CO ID, Mataram – Tuan Guru Bajang (TGB), Dr. H. Muhamad Zaiul Majdi menyampaikan duka cita kepada masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT) yang terdampak gempa bumi. Ia mengajak warga NTT menghadapi masa pemulihan secara bersama-sama dan tidak saling menyalahkan.

Mantan Guernur NTB periode 2008-2018 itu mengatakan masyarakat NTB memahami trauma yang dirasakan warga NTT. Pengalaman gempa besar yang melanda NTB pada 2018 menjadi pelajaran bahwa proses pemulihan membutuhkan kekompakan seluruh pihak.

“Pertama kita berduka cita untuk NTT. Kita tahu persis rasanya terkena gempa skala besar. Waktu di kita tahun 2018, hampir satu bulan mengalami hal yang sama. Jadi pasti traumanya luar biasa,” kata TGB usai menghadiri upacara HUT ke-81 RI di Kantor Gubernur NTB, Senin 17 Agustus 2026.

Menurut dia, kedekatan NTB dan NTT bukan hanya secara geografis, tetapi juga memiliki ikatan sejarah dan persaudaraan. Keduanya pernah menjadi bagian dari kawasan Sunda Kecil.

Karena itu, TGB mengapresiasi langkah Pemerintah Provinsi NTB yang mengirimkan bantuan kemanusiaan ke NTT. Bantuan tersebut dinilai sebagai bentuk nyata solidaritas antarsaudara.

“Dulu kita satu kesatuan Sunda Kecil. Jadi NTB dan NTT itu memang bersaudara. Kita rasakan apa yang mereka rasakan,” ujarnya.

Cucu dari Pahlawan Nasional itu juga menyampaikan pesan kepada masyarakat NTB agar tetap waspada terhadap potensi bencana. Ia mengajak masyarakat terus berdoa agar gempa besar tidak kembali terjadi di daerah lain.

Dari pengalaman gempa NTB 2018, TGB menilai salah satu kunci percepatan pemulihan adalah kekompakan. Pemerintah dan masyarakat, kata dia, harus bergerak bersama sejak masa tanggap darurat hingga rehabilitasi.

“Tidak boleh saling menyalahkan. Dulu kita alhamdulillah cepat tanggap bencananya, kemudian rehabilitasinya relatif cepat karena masyarakat luar melihat NTB kompak,” katanya.

Menurut TGB, kekompakan masyarakat NTB saat itu juga mendorong datangnya dukungan dari berbagai daerah. Solidaritas dari luar daerah menjadi lebih kuat karena melihat masyarakat dan pemerintah memiliki semangat yang sama untuk bangkit.

Karena itu, ia berharap pengalaman tersebut dapat menjadi pelajaran bagi NTT.

“Saudara-saudari di NTT kita harapkan tidak usah saling menyalahkan antara masyarakat dan pemerintah. Pokoknya tangani bareng-bareng. Kalau kompak di dalamnya, insyaallah cepat pulih,” ujar TGB.

Ia menegaskan, solidaritas tidak cukup hanya melalui ucapan duka. Dukungan nyata berupa bantuan, tenaga, dan pendampingan diperlukan agar masyarakat NTT dapat segera melewati masa sulit setelah bencana.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....