Tekan Inflasi dari Rumah Tangga, Warga Diajak Tak Boros Pangan

  • 16 Agt 2026 19:24 WIB
  •  Mataram
Poin Utama
  • Pemprov NTB menekan inflasi dengan Gerakan Pangan Murah sekaligus mendorong warga mandiri menanam cabai di pekarangan.
  • Warga juga diajak menerapkan Stop Boros Pangan agar ketahanan pangan dan ekonomi keluarga tetap terjaga.

RRI.CO.ID, Mataram — Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) tidak ingin pengendalian inflasi berhenti pada operasi pasar. Pemerintah mulai mendorong ketahanan pangan dari tingkat rumah tangga melalui Gerakan Pangan Murah (GPM).

GPM digelar Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan NTB di Lapangan Lingkungan Pagutan Permai, Mataram, Minggu 16 Agustus 2026. Warga mendapat akses sembako dengan harga terjangkau, paket sayuran gratis, hingga bibit cabai.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan NTB Lalu Mirza Amir Hamzah mengatakan pengendalian inflasi harus menyentuh pola konsumsi masyarakat. “Fokus kami bukan sekadar membagikan komoditas. Kami membagikan bibit cabai, salah satu pemicu inflasi mingguan, agar masyarakat terdorong melakukan budidaya mandiri di lahan pekarangan," ujarnya.

Menurut Mirza, jika kebutuhan pangan tertentu bisa dipenuhi dari rumah, tekanan harga di tingkat konsumen dapat dikurangi. Karena itu, GPM tidak hanya diposisikan sebagai operasi pasar, tetapi juga sebagai pintu masuk untuk membangun kemandirian pangan keluarga.

Program tersebut, kata dia, merupakan tindak lanjut instruksi Gubernur NTB agar perangkat daerah menghadirkan pelayanan publik yang berdampak langsung. GPM di Pagutan Permai menjadi agenda pembuka dari empat kegiatan intervensi pasar yang disiapkan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan NTB bulan ini.

Selain produksi pangan, pemerintah menyoroti persoalan lain yang kerap luput dalam pembahasan inflasi, yakni pemborosan makanan.

Melalui gerakan Stop Boros Pangan, masyarakat didorong berbelanja sesuai kebutuhan, mengambil makanan sesuai porsi, serta memanfaatkan sisa makanan secara bijak.

Mirza mengatakan ketahanan pangan tidak hanya bergantung pada ketersediaan pasokan, tetapi juga perilaku masyarakat dalam mengonsumsi pangan.

Menjelang peringatan hari besar keagamaan, termasuk Maulid Nabi, pemerintah memastikan stok pangan utama tetap aman. Ketersediaan beras disebut masih melimpah di gudang Bulog.

Masyarakat pun diminta tidak melakukan panic buying atau membeli pangan secara berlebihan. Pemerintah menilai kombinasi pasokan yang cukup dan pola konsumsi yang bijak menjadi kunci menjaga stabilitas harga.

Lurah Pagutan Barat Irawan Kusumahadi mengatakan GPM juga memberi manfaat bagi pelaku UMKM. Antusiasme warga tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan pokok dengan harga murah, tetapi sekaligus menjadi ruang promosi bagi produk lokal.

“Selain membantu warga memperoleh bahan pangan berharga murah, acara ini menciptakan efek domino bagi UMKM lokal. Produk-produk warga menjadi lebih dikenal dan mendorong minat beli konsumen.”

Pemerintah berharap GPM tidak sekadar menjadi agenda sesaat. Intervensi harga, budidaya pangan di pekarangan, pengurangan pemborosan makanan, dan penguatan UMKM diharapkan berjalan beriringan untuk menjaga ketahanan pangan NTB dari tingkat rumah tangga.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....