Gelar GPM di Pagutan Timur, Pemprov NTB Jual Telur Rp45 Ribu per Tray
- 23 Jul 2026 17:14 WIB
- Mataram
Poin Utama
- Pemprov NTB menggelar Gerakan Pangan Murah di Kelurahan Pagutan Timur dengan menjual sejumlah bahan pokok di bawah harga pasar untuk menjaga stabilitas harga dan membantu masyarakat.
- Program ini menjadi bagian dari dukungan terhadap Kelurahan Berdaya sekaligus upaya mengendalikan inflasi dan mempercepat pengentasan kemiskinan di wilayah padat penduduk.
- Selain meringankan beban masyarakat, Gerakan Pangan Murah juga melibatkan UMKM lokal guna memperkuat rantai pasok pangan dan mendukung perekonomian daerah.
RRI.CO.ID, Mataram – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di Kelurahan Pagutan Timur, Kota Mataram, Kamis, 23 Juli 2026. Program ini menjadi bagian dari upaya menjaga stabilitas harga pangan, mengendalikan inflasi, sekaligus mendukung Program Kelurahan Berdaya yang difokuskan pada percepatan pengentasan kemiskinan.
Dalam kegiatan tersebut, masyarakat dapat membeli sejumlah kebutuhan pokok dengan harga di bawah pasar. Telur ayam ukuran kecil dijual Rp45 ribu per rak, lebih murah dibanding harga pasar yang telah menembus Rp50 ribu. Minyak goreng dijual Rp15.500 per liter. Selain itu, tersedia cabai, bawang merah, bawang putih, dan tomat dengan harga lebih terjangkau.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTB, Lalu Mirza Amir Hamzah, mengatakan Pagutan Timur dipilih karena menjadi salah satu lokasi pelaksanaan Program Kelurahan Berdaya yang diprioritaskan pemerintah provinsi.
"Ini adalah bentuk nyata ikhtiar Bapak Gubernur dalam rangka pengentasan kemiskinan. Berbagai program yang berdampak langsung kepada masyarakat diprioritaskan di wilayah berpenduduk padat dan masuk dalam klaster kemiskinan," kata Mirza.
Menurut Mirza, Gerakan Pangan Murah di Pagutan Timur merupakan pelaksanaan perdana di wilayah tersebut. Antusiasme masyarakat terlihat tinggi sejak pagi, terutama untuk membeli komoditas telur dan minyak goreng yang menjadi kebutuhan pokok rumah tangga.
Ia menjelaskan, GPM tidak hanya bertujuan meringankan beban masyarakat, tetapi juga menjadi instrumen pengendalian inflasi daerah. Pemerintah Provinsi NTB terus memantau perkembangan harga komoditas penyumbang inflasi melalui evaluasi rutin bersama Kementerian Dalam Negeri.
"Selain membantu masyarakat memperoleh bahan pangan dengan harga lebih murah, kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya pengendalian inflasi daerah," ujarnya.
Pelaksanaan GPM juga melibatkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal sebagai penyedia komoditas pangan. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat rantai pasok pangan sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi pelaku usaha setempat.
Lurah Pagutan Timur, Suprianto, mengapresiasi pelaksanaan program tersebut. Menurut dia, GPM sangat membantu masyarakat di wilayahnya yang dihuni lebih dari 7.300 jiwa, terutama di tengah kenaikan harga sejumlah kebutuhan pokok.
Ia mengatakan minyak goreng dan telur tidak hanya dibutuhkan rumah tangga, tetapi juga pelaku usaha mikro, termasuk pengrajin kerupuk kulit yang menjadikan kedua komoditas itu sebagai bahan baku utama.
"Kami berharap kegiatan seperti ini dapat dilaksanakan secara rutin agar manfaatnya semakin dirasakan masyarakat," kata Suprianto.
Pemerintah Provinsi NTB berharap Gerakan Pangan Murah menjadi salah satu instrumen untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan, meningkatkan daya beli masyarakat, serta mendukung percepatan pengentasan kemiskinan melalui Program Kelurahan Berdaya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....