Gerakan Tanam Cabai Lobar Digencarkan, Inflasi Dibidik Terkendali

  • 07 Agt 2026 12:21 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Lombok Barat — Pemerintah Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, mulai mengambil langkah konkret menghadapi gejolak harga pangan dengan menggerakkan masyarakat menanam cabai dari lingkungan terdekat.

Gerakan tersebut resmi diluncurkan Wakil Bupati Lombok Barat, Hj. Nurul Adha, saat memimpin Rapat Koordinasi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) di Aula Suranadi, Kantor Bupati Lombok Barat, Kamis 6 Agustus 2026.

Bukan sekadar program pertanian skala rumah tangga, gerakan menanam cabai ini diarahkan menjadi salah satu strategi daerah untuk menjaga ketersediaan komoditas sekaligus meredam tekanan inflasi yang kerap dipicu oleh perubahan harga cabai.

Nurul Adha mengatakan, cabai menjadi salah satu komoditas pangan yang perlu mendapat perhatian serius karena pergerakan harganya dapat berpengaruh terhadap kondisi inflasi daerah.

Menurut dia, pengendalian harga tidak cukup dilakukan ketika harga sudah mengalami kenaikan. Pemerintah perlu membangun ketersediaan pasokan sejak dari tingkat masyarakat sehingga ketergantungan terhadap pasokan pasar dapat ditekan.

“Kita tidak hanya berbicara soal harga saat ini, tetapi membangun ketahanan pangan agar harga tidak mudah melonjak. Gerakan ini mengajak kita semua menanam cabai di lingkungan masing-masing sehingga pasokan tetap terjaga dan harga dapat dikendalikan,” ujarnya.

Program tersebut dirancang dengan melibatkan banyak unsur, mulai dari organisasi perangkat daerah (OPD), sekolah, TP PKK desa hingga masyarakat. Penanaman pada tahap awal memanfaatkan polybag sehingga dapat dilakukan di tengah keterbatasan lahan.

Untuk mendukung pelaksanaan gerakan tersebut, Pemkab Lombok Barat menyiapkan sekitar 2.000 polybag bagi siswa sekolah dasar (SD). Sementara untuk jenjang sekolah menengah pertama (SMP), kebutuhan yang disiapkan berkisar 5.000 hingga 7.000 polybag.

Keterlibatan sekolah tidak hanya ditujukan untuk menghasilkan cabai, tetapi sekaligus memperkenalkan budidaya tanaman pangan kepada para siswa. Dengan demikian, gerakan tersebut diharapkan tumbuh sebagai kebiasaan yang dapat diterapkan di lingkungan sekolah maupun rumah.

Wakil Bupati menjelaskan, pelaksanaan awal program tidak disertai pengalokasian anggaran khusus. Pemenuhan bibit, pupuk dan kebutuhan pendukung lainnya dilakukan melalui optimalisasi sumber daya yang tersedia serta kolaborasi antarsektor.

Karena itu, keberhasilan gerakan tersebut sangat bergantung pada konsistensi OPD, pemerintah desa, satuan pendidikan dan masyarakat dalam menjalankan penanaman hingga perawatan tanaman.

“Program ini membutuhkan kebersamaan. Tidak hanya pemerintah, tetapi seluruh elemen harus ikut mengambil bagian agar gerakan menanam cabai ini benar-benar memberikan hasil,” katanya menegaskan.

Pelaksanaan gerakan akan diawali di sejumlah kecamatan yang ditetapkan sebagai wilayah percontohan. Setelah hasil penanaman dievaluasi, pola tersebut akan menjadi bahan pertimbangan untuk memperluas program ke wilayah lain di Kabupaten Lombok Barat.

Pemkab Lombok Barat juga mengingatkan agar proses budidaya tidak mengabaikan faktor cuaca dan potensi serangan hama. Dua faktor tersebut dinilai penting diperhatikan sejak awal untuk memastikan tanaman dapat tumbuh dan menghasilkan panen secara optimal.

Jika berjalan konsisten, gerakan tersebut tidak hanya diharapkan membantu menjaga pasokan cabai, tetapi juga memperkuat ketahanan pangan masyarakat sekaligus menjadi langkah preventif menghadapi kenaikan harga komoditas strategis.

“Kita berharap gerakan kecil ini mampu memberikan dampak besar bagi kesejahteraan masyarakat serta menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok di Lombok Barat,” ucapnya, mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....