Gempa NTT Guncang Bima, Gubernur Iqbal Pastikan Penanganan Merata

  • 15 Agt 2026 16:58 WIB
  •  Mataram
Poin Utama
  • Pemprov NTB memastikan penanganan warga Bima terdampak gempa NTT dan terus mendata kerusakan.
  • Gubernur Iqbal meminta masyarakat tidak panik, tetapi tetap meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan.

RRI.CO.ID, Mataram — Gempa magnitudo 7,7 yang mengguncang Manggarai, Nusa Tenggara Timur, Sabtu, 15 Agustus 2026, turut berdampak ke wilayah Bima, Nusa Tenggara Barat. Sejumlah rumah dan fasilitas umum mengalami kerusakan, sementara sekitar 300 warga dilaporkan mengungsi ke dataran tinggi.

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal memastikan pemerintah daerah bergerak menangani dampak gempa di Bima. Ia telah berkoordinasi dengan Bupati dan Wali Kota Bima untuk memastikan penanganan di lapangan.

“Kalau ini masih dalam skala yang bisa di-handle oleh Pak Bupati, tentu Pak Bupati yang akan handle,” kata Iqbal seusai rapat terbatas penanganan gempa NTT di Pendopo Gubernur NTB, Sabtu.

Di tengah situasi tersebut, Iqbal meminta masyarakat, terutama di Pulau Sumbawa, tidak panik. Ia menegaskan informasi yang menyebut gempa di Flores otomatis akan menyusul terjadi di NTB dan Bali tidak benar.

Iqbal mengatakan telah berkomunikasi dengan BMKG dan sejumlah ahli dari ITB. Menurut dia, meski wilayah Flores dan NTB berada dalam sistem tektonik yang sama, gempa di satu wilayah tidak otomatis memicu gempa di wilayah lainnya.

“Tidak perlu panik, tenang. Tapi yang pasti, kita sebagai daerah yang rentan terhadap gempa harus meningkatkan kesiapsiagaan,” kata dia.

Pemprov NTB juga akan menerbitkan surat edaran kepada seluruh bupati dan wali kota untuk meningkatkan kewaspadaan.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD NTB Sadimin mengatakan dampak gempa sementara tercatat di Kota Bima dan Kabupaten Bima. Tim BPBD bersama unsur terkait masih melakukan pendataan dan verifikasi di lapangan.

Di Kota Bima, tiga rumah mengalami kerusakan. Satu rumah rusak sedang di Kelurahan Rabangodu Selatan, sedangkan dua rumah lainnya rusak ringan di Kelurahan Panggi dan Kelurahan Penaraga.

Kerusakan juga terjadi di Gudang Bulog. Bagian dinding rusak hingga menyebabkan sejumlah karung beras berjatuhan. Plafon Masjid Hotel Mutmainnah turut mengalami kerusakan.

Di Kabupaten Bima, tiga rumah terdampak. Satu rumah rusak ringan di Desa Rabakodo, satu rumah rusak berat di Desa Soro, dan satu rumah rusak sedang di Desa Tolotangga.

Kantor Camat Lambitu juga mengalami retakan pada bagian dinding. Selain itu, seorang warga bernama Fajar, 60 tahun, mengalami luka ringan berupa lecet pada kaki di Desa Sangiang, Kecamatan Wera.

BPBD NTB masih memantau perkembangan dan melakukan asesmen untuk memastikan seluruh dampak gempa di wilayah Bima.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....