Stok Beras NTB Aman hingga 27 Bulan, Bulog Siap Hadapi Maulid Nabi

  • 22 Agt 2026 15:37 WIB
  •  Mataram
Poin Utama
  • Stok beras Perum Bulog Kantor Wilayah Nusa Tenggara Barat mencapai 279 ribu ton dan diperkirakan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama 27 bulan ke depan.
  • Pimpinan Wilayah Perum Bulog NTB Mara Kamin Siregar menyatakan ketersediaan stok beras menjadi modal penting pemerintah untuk menjaga stabilitas harga pangan.
  • Pasokan beras yang aman memastikan kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi di tengah potensi peningkatan permintaan menjelang peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.

RRI.CO.ID, Mataram – Perum Bulog Kantor Wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) memastikan stok beras di daerah tersebut dalam kondisi aman menjelang peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Saat ini, stok beras Bulog NTB mencapai sekitar 279 ribu ton dan diperkirakan cukup memenuhi kebutuhan masyarakat hingga 27 bulan ke depan.

Pimpinan Wilayah Perum Bulog NTB, Mara Kamin Siregar, mengatakan ketersediaan stok tersebut menjadi modal penting pemerintah untuk menjaga stabilitas harga pangan di tengah potensi peningkatan permintaan menjelang Maulid Nabi.

“Stok beras kita saat ini kurang lebih 279 ribu ton. Cukup aman sampai 27 bulan ke depan. Jadi masyarakat tidak perlu waswas dan panik,” kata Mara saat mengikuti pemantauan harga di pasar tradisional Bima dan Sumbawa bersama Wakil Gubernur NTB Hj. Indah Damayanti Putri dan TPID, 21-22 Agustus 2026.

Mara mengatakan Bulog tidak hanya mengandalkan Gerakan Pangan Murah (GPM) dalam menjaga ketersediaan beras. Penyaluran dilakukan secara rutin setiap hari melalui pasar tradisional, ritel modern, serta Rumah Pangan Kita (RPK) binaan Bulog.

“Kami setiap hari berkoordinasi dengan teman-teman di pasar dan TPID untuk menggelontorkan beras ke pasaran,” ujarnya.

Hasil pemantauan bersama TPID menunjukkan harga beras di sejumlah pasar masih dalam kondisi normal. Namun, beberapa titik mulai mengalami kenaikan, terutama untuk beras premium.

Bulog memastikan siap melakukan intervensi apabila kenaikan harga berlanjut. Tambahan pasokan akan digelontorkan ke pasar untuk menjaga keseimbangan antara ketersediaan dan permintaan.

Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi tekanan harga pangan menjelang Maulid Nabi. Peningkatan aktivitas masyarakat pada momentum hari besar keagamaan biasanya turut mendorong kenaikan kebutuhan beras dan komoditas pangan lainnya.

Selain menjaga stok komersial, Bulog NTB juga terus menyalurkan bantuan pangan. Alokasi bantuan pangan untuk NTB mendapat tambahan sekitar 6 ribu ton.

Untuk alokasi Juli, Agustus, dan September, realisasi penyaluran bantuan pangan telah mencapai hampir 80 persen.

“Untuk bantuan pangan ada penambahan untuk NTB kurang lebih 6 ribuan. Realisasi penyaluran sampai saat ini sudah hampir 80 persen untuk alokasi Juli, Agustus, dan September,” jelas Mara.

Kuatnya stok beras nasional juga memungkinkan Bulog melakukan redistribusi ke daerah yang mengalami defisit. NTB bahkan berpotensi menjadi salah satu daerah pemasok apabila wilayah lain membutuhkan tambahan beras.

“Cadangan kita cukup. Stok yang ada ini nanti juga bisa kita kirim ke daerah-daerah defisit, seperti Bali dan NTT. Kita juga pernah menyalurkan ke DKI,” katanya.

Mara mengimbau masyarakat tidak melakukan pembelian berlebihan. Dengan stok yang besar dan penyaluran rutin ke pasar, kebutuhan beras masyarakat NTB dinilai masih aman.

“Harapannya dengan stok yang ada ini masyarakat tidak perlu waswas. Insya Allah stok kita cukup aman,” ucap Regar

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....