Tiba dari NTT, Gubernur Iqbal Langsung Turun ke Tengah Kebakaran Sade
- 23 Agt 2026 06:52 WIB
- Mataram
Poin Utama
- Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal langsung turun ke Sade setelah tiba dari NTT untuk memastikan keselamatan warga terdampak kebakaran.
- Pemerintah menyiapkan pengungsian, memenuhi kebutuhan dasar warga, serta menyiapkan rencana rekonstruksi Desa Adat Sade.
RRI.CO.ID, Lombok Tengah - Gubernur Nusa Tenggara Barat Lalu Muhamad Iqbal belum sempat beristirahat setelah tiba dari Nusa Tenggara Timur. Sabtu malam, 22 Agustus 2026, ia langsung menuju Kampung Desa Adat Sade, Desa Rambitan, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, yang dilanda kebakaran besar.
Iqbal baru saja kembali setelah empat hari mendampingi misi kemanusiaan bagi korban gempa berkekuatan magnitudo 7,7 di NTT. Begitu mendapat kabar kebakaran, ia memilih datang langsung ke lokasi saat api masih berkobar.
Di Sade, Iqbal berada di antara petugas pemadam kebakaran, aparat TNI-Polri, dan warga yang berusaha menjinakkan api. Ia mengatakan keselamatan warga menjadi hal pertama yang harus dipastikan pemerintah.
“Yang paling penting saat ini adalah bagaimana seluruh masyarakat dan warga dalam keadaan selamat,” kata Iqbal di lokasi kebakaran.
Api dilaporkan muncul dari salah satu bangunan dan kemudian menjalar dengan cepat ke rumah-rumah di sekitarnya. Dugaan awal, kebakaran dipicu korsleting listrik.
Kondisi bangunan di kawasan adat Sade membuat api cepat membesar. Sebagian besar rumah menggunakan material kayu, bambu, dan atap ilalang yang mudah terbakar.
Pemadaman melibatkan Damkar dan Penyelamatan Lombok Tengah bersama TNI, Polri, dan warga. Sejumlah armada pemadam dari Pemerintah Provinsi NTB, Kota Mataram, Lombok Barat, dan Lombok Timur turut dikerahkan.
Hingga tengah malam, petugas masih melakukan pemadaman dan pendinginan untuk memastikan api tidak kembali menjalar.
Pemerintah Desa Rambitan menyiapkan gedung Koperasi Desa Merah Putih sebagai lokasi pengungsian sementara bagi warga yang kehilangan tempat tinggal.
Namun bagi Iqbal, penanganan tidak cukup hanya dengan menyediakan tempat berlindung. Pemerintah harus memastikan kebutuhan dasar warga terpenuhi selama masa tanggap darurat.
“Yang pertama sekarang dan harus cepat adalah bagaimana kebutuhan dan rasa aman masyarakat yang rumahnya terbakar kita perhatikan. Kebutuhan sandang, pangan, dan aktivitas sosial ekonomi mereka harus kita pastikan,” ujarnya.
Pemerintah juga diminta memberi perhatian khusus kepada anak-anak yang terdampak. Iqbal memastikan pendidikan mereka tidak boleh terhenti akibat kebakaran.
“Anak-anak kita pastikan pendidikannya tidak terganggu,” kata dia.
Kebakaran di Sade bukan hanya persoalan kehilangan rumah. Kampung ini merupakan salah satu kawasan adat yang menjadi ruang hidup masyarakat Sasak sekaligus tujuan wisata budaya di Lombok.
Karakter bangunan tradisional Sade yang menggunakan bahan-bahan alami menjadi salah satu kekuatan identitas kawasan tersebut. Namun dalam situasi kebakaran, karakter bangunan itu pula yang membuat api lebih mudah menyebar.
Karena itu, pemerintah menghadapi pekerjaan ganda: menyelamatkan warga sekaligus memikirkan bagaimana kawasan adat tersebut dapat dipulihkan tanpa menghilangkan identitas budayanya.
Iqbal mengatakan akan segera berkoordinasi dengan Bupati Lombok Tengah dan pihak terkait untuk menentukan langkah penanganan selanjutnya, termasuk rencana rekonstruksi.
“Saya akan segera berkomunikasi dengan Bupati Lombok Tengah untuk mengambil langkah cepat dan tepat. Nanti kita pikirkan bagaimana merekonstruksi kembali Desa Adat Sade,” ujarnya.
Malam itu, fokus pemerintah masih tertuju pada pemadaman dan keselamatan warga. Setelah api terkendali, kebutuhan pengungsi, pemulihan aktivitas sosial-ekonomi, pendidikan anak, hingga rekonstruksi kawasan akan menjadi pekerjaan berikutnya.
Bagi NTB, kebakaran Sade meninggalkan persoalan yang lebih besar dari sekadar bangunan yang terbakar. Ada kehidupan warga, sejarah masyarakat Sasak, dan wajah kampung adat yang harus dipulihkan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....