Lingsar-Narmada Jadi Titik Rawan Kebakaran, Damkarmat Lobar Perkuat Relawan Desa
- 12 Agt 2026 06:52 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Lombok Barat — Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, mulai memperkuat langkah pencegahan kebakaran di sejumlah wilayah yang dinilai memiliki tingkat kerawanan lebih tinggi.
Kepala Damkarmat Lombok Barat, H. Suherman, S.IP., mengatakan kawasan yang berada di wilayah pinggiran dengan banyak lahan kosong dan kondisi lahan kering menjadi salah satu perhatian utama.
Menurutnya, karakteristik wilayah tersebut membuat potensi kebakaran, terutama saat kondisi lingkungan kering, perlu diantisipasi sejak dini melalui kesiapsiagaan masyarakat.
"Daerah yang kita anggap rawan itu terutama wilayah yang agak pinggiran, masih banyak lahan kosong dan lahan kering. Itu yang kita khawatirkan," ujar Suherman saat ditemui RRI di kantornya, Gerung, Lombok Barat. Selasa 11 Agustus 2026.
Ia menjelaskan, penanganan potensi kebakaran tidak hanya mengandalkan armada dan petugas pemadam. Damkarmat juga memperkuat peran masyarakat melalui pembentukan serta pelatihan relawan di desa-desa.
Para relawan tersebut telah mendapatkan pelatihan selama satu pekan. Mereka diharapkan mampu menjadi bagian dari respons awal ketika terjadi kebakaran sebelum petugas Damkarmat tiba di lokasi.
"Relawan di masing-masing desa sudah kita latih selama satu minggu. Ketika ada kejadian, mereka kita harapkan segera menghubungi kita sekaligus melakukan tindakan awal sesuai kemampuan yang sudah diberikan," katanya menegaskan.
Suherman menyebut pelatihan relawan diarahkan terutama ke wilayah yang dinilai memiliki potensi kerawanan. Jangkauannya mencakup kawasan selatan hingga wilayah utara Lombok Barat.
Di antaranya, relawan telah disiapkan di Labuhan Poh serta Sesaot. Keberadaan mereka dinilai penting untuk memperpendek waktu respons ketika kejadian kebakaran muncul jauh dari pusat pelayanan Damkarmat.
"Kita utamakan relawan dari daerah-daerah yang agak rawan supaya keberadaan mereka bisa membantu kami, terutama dengan kemampuan yang sudah diberikan melalui pelatihan," ucapnya.
Berdasarkan catatan kejadian yang dimiliki Damkarmat, Kecamatan Lingsar dan Narmada menjadi dua wilayah yang mendapat perhatian lebih. Frekuensi kejadian di kedua kecamatan tersebut menjadi salah satu pertimbangan dalam penguatan layanan pemadam kebakaran.
Kondisi itu pula yang mendorong Damkarmat Lombok Barat merencanakan penguatan pelayanan melalui Unit Pelaksana Teknis (UPT) untuk wilayah Narmada-Lingsar.
"Kalau melihat data kejadian selama ini, yang sering terjadi itu di Lingsar, kemudian Narmada. Itu yang membuat kita berencana segera memperkuat UPT Narmada-Lingsar," kata Suherman.
Selain memperkuat relawan, Damkarmat juga mendorong pemerintah desa menyediakan alat pemadam api ringan (APAR). Imbauan tersebut disampaikan kepada kepala desa dalam berbagai kegiatan sosialisasi dan edukasi pencegahan kebakaran.
Damkarmat mendorong agar setiap dusun setidaknya memiliki satu APAR. Peralatan sederhana tersebut dinilai dapat menjadi pertolongan pertama ketika api masih berukuran kecil dan belum berkembang menjadi kebakaran besar.
"Kalau apinya masih kecil, cukup ditangani dengan APAR, itu bisa segera selesai. Karena itu kami terus mengimbau agar setiap dusun memiliki minimal satu APAR," katanya mengakhiri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....