TP PKK NTB Perjuangkan Insentif Kader Posyandu
- 11 Agt 2026 15:48 WIB
- Mataram
Poin Utama
- TP PKK NTB memperjuangkan solusi insentif bagi kader Posyandu yang selama ini menjadi ujung tombak pelayanan masyarakat.
- Pemprov NTB masih mencari skema insentif yang adil, sesuai aturan, dan menyesuaikan kondisi anggaran.
RRI.CO.ID, Mataram - Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Nusa Tenggara Barat, Sinta M. Iqbal, menegaskan komitmennya memperjuangkan dukungan bagi kader Posyandu yang selama ini menjadi ujung tombak pelayanan masyarakat. Salah satu yang diperjuangkan yaitu insentif kader.
Sinta mengatakan, hingga kini belum ditemukan skema terbaik untuk memastikan insentif kader dapat diberikan secara tepat, adil, dan sesuai aturan. Berdasarkan kebijakan sebelumnya, terdapat ketentuan insentif sekitar Rp150 ribu per bulan bagi kader. Namun, dalam praktiknya, sumber pendanaan yang berkaitan dengan dana desa membuat penerimaan kader di sejumlah daerah tidak selalu sesuai dengan ketentuan tersebut.
“Memang sampai dengan hari ini belum menemukan solusi yang terbaik. Kami terus berusaha mencarikan jalan keluar yang paling tepat dan sesuai dengan aturan yang berlaku,” kata Sinta, Selasa 11 Agustus 2026.
Menurut dia, Pemerintah Provinsi NTB bersama TP PKK tengah mempertimbangkan sejumlah skema untuk memperkuat dukungan kepada kader, termasuk mekanisme pemanfaatan dana desa. Namun, skema tersebut tidak bisa diterapkan sembarangan. Sinta menekankan pentingnya kepatuhan terhadap regulasi agar kebijakan insentif tidak menimbulkan ketimpangan antar desa.
“Harus sangat berhati-hati supaya tidak menjadi tebang pilih atau ada salah satu yang mendapatkan lebih dari yang lain. Jadi memang ada regulasi yang harus kita perhatikan,” ujarnya.
Persoalan anggaran juga menjadi tantangan. Kondisi efisiensi anggaran membuat pemerintah harus menghitung kembali ruang fiskal yang tersedia untuk memberikan dukungan kepada kader.
Meski demikian, Sinta memastikan kader tidak akan dibiarkan menghadapi persoalan tersebut sendirian.
“Minimal kita hadir buat teman-teman kader. Teman-teman kader itu tidak sendirian untuk melewati masa-masa sulit ini,” katanya.
Sinta menilai perhatian terhadap insentif kader penting karena beban kerja mereka tidak ringan. Kader Posyandu tidak hanya menunggu masyarakat datang ke Posyandu, tetapi juga aktif mendatangi rumah warga yang tidak hadir.
Mereka memastikan pelayanan kesehatan tetap berjalan, termasuk dalam hal vaksinasi dan pemantauan kondisi kesehatan masyarakat.
“Kalau dibilang teman-teman kader Posyandu itu luar biasa, luar biasanya itu real. Karena mereka benar-benar bekerja totalitas,” kata Sinta.
Menurut Sinta, sebagian kader mendapatkan kepuasan karena pekerjaannya memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. Namun, kebutuhan ekonomi mereka juga tidak bisa diabaikan.
“Mereka sangat bahagia dengan pekerjaannya, merasa bermanfaat buat orang banyak. Tapi di satu sisi juga ada kebutuhan yang tidak bisa kita tutup mata,” ujarnya.
Karena itu, Sinta berharap dukungan terhadap kader tidak hanya berupa apresiasi moral, tetapi juga diwujudkan melalui kebijakan yang memberikan kepastian dan perlindungan terhadap keberlangsungan kerja mereka.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....