Sakra Selatan Wakili NTB dalam Penilaian Desa Berkinerja Baik 2026

  • 15 Sep 2026 17:55 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Lombok Timur - Desa Sakra Selatan, Kecamatan Sakra, mewakili Kabupaten Lombok Timur dan Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dalam Penilaian Desa Berkinerja Baik Tahun 2026, khususnya dalam konvergensi pencegahan dan percepatan penurunan stunting. Tahapan wawancara yang dilaksanakan secara virtual setelah pemeriksaan dokumen diikuti tim penilai dari Sekretariat Presiden hingga Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT), Selasa, 15 September 2026.

Kepala Desa Sakra Selatan Lalu Burhan bersama jajaran mengikuti proses wawancara tersebut. Kegiatan itu turut dihadiri Wakil Bupati Lombok Timur H. Moh. Edwin Hadiwijaya selaku Ketua Tim Percepatan Pencegahan Penurunan Stunting (TP3S), didampingi Kepala Bappeda, Kepala DP3AKB, Pendamping Keluarga, PLKB, serta PKK.

Wakil Bupati Lombok Timur H. Moh. Edwin Hadiwijaya menyampaikan apresiasi kepada Kepala Desa, aparat desa, dan masyarakat Sakra Selatan atas pencapaian tersebut.

“Kami mengapresiasi kerja keras Pemerintah Desa Sakra Selatan, seluruh kader, pendamping, dan masyarakat yang telah bersama-sama menurunkan angka stunting,” ujarnya.

Ia memproyeksikan Desa Sakra Selatan yang memiliki jumlah penduduk 8.435 jiwa itu sebagai Desa Cinta Statistik atau Desa Cantik, sejalan dengan pentingnya data yang akurat dalam mendukung perencanaan pembangunan. “Desa Cantik penting karena pembangunan harus didukung data yang akurat, sehingga setiap program yang direncanakan benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” katanya.

Menurutnya, keberhasilan Sakra Selatan dalam konvergensi penurunan stunting tidak terlepas dari kerja keras seluruh komponen. Pemerintah desa, pemerintah daerah, kader, pendamping, serta masyarakat dinilai telah bergerak bersama dalam memastikan program pencegahan dan penanganan stunting berjalan secara terpadu.

Sementara itu, Direktur Pengembangan Sosial Budaya dan Lingkungan Desa dan Perdesaan (PSBLDP) Kemendes PDT Andrey Iksan Lubis turut mengapresiasi kinerja Pemerintah Desa Sakra Selatan dan masyarakatnya.

“Kami mengapresiasi kinerja Pemerintah Desa Sakra Selatan. Mudah-mudahan Lombok Timur memiliki banyak desa seperti Sakra Selatan,” ungkapnya.

Ia menilai, selain inovasi dan program, tingginya partisipasi masyarakat menjadi salah satu modal penting dalam pembangunan. Desa Sakra Selatan mengembangkan sejumlah inovasi, di antaranya Gerakan Tolak Merarik Kodek (Getak Mako) dan Percepatan Naikkan Gizi Keluargaku (Pangku).

Upaya tersebut diperkuat Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting) dari pemerintah kabupaten melalui pendampingan organisasi perangkat daerah (OPD) dan badan usaha milik daerah (BUMD), serta kemitraan dengan SPPG Lombok Timur Sakra 3.

Dukungan terhadap program penurunan stunting juga diwujudkan melalui pengalokasian APBDes sekitar 40 persen atau senilai lebih dari Rp460 juta. Anggaran tersebut antara lain digunakan untuk mendukung insentif Kader Pembangunan Manusia (KPM) dan kader Posyandu sebagai ujung tombak pelayanan serta pemantauan tumbuh kembang anak.

Kinerja tersebut menunjukkan hasil yang signifikan. Desa Sakra Selatan yang sempat berada di zona hitam dengan jumlah kasus stunting mencapai 63 orang pada 2024, berhasil menurunkannya menjadi 42 orang pada 2025. Hingga triwulan III 2026, jumlah kasus kembali turun menjadi 29 orang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....