Semarak HUT RI ke-81, Lombok Barat Kobarkan Nasionalisme Warga Bersama

  • 11 Agt 2026 09:55 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Lombok Barat – Semangat memperingati 81 tahun Kemerdekaan Republik Indonesia digaungkan Pemerintah Kabupaten Lombok Barat melalui kegiatan yang memadukan olahraga, pelayanan kesehatan dan gerakan nasionalisme.

Berlangsung di Plaza Utama Alun-Alun Giri Menang Park, Minggu 9 Agustus 2026. rangkaian kegiatan HUT ke-81 RI itu diisi dengan senam bersama dan kebugaran jasmani, pemeriksaan kesehatan gratis hingga pembagian Bendera Merah Putih kepada masyarakat.

Wakil Bupati Lombok Barat Hj. Nurul Adha hadir bersama Penjabat Sekda, unsur Forkopimda, para Asisten Setda, Staf Ahli Bupati, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), para camat serta masyarakat.

Bagi Nurul Adha, peringatan kemerdekaan tidak semestinya berhenti pada kegiatan seremonial. Momentum tersebut harus menjadi ruang evaluasi untuk melihat sejauh mana pemerintah dan masyarakat telah memberikan kontribusi bagi bangsa dan daerah.

Ia mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan peringatan HUT RI sebagai titik tolak untuk memperbaiki berbagai sektor, mulai dari pelayanan publik hingga pendidikan, dengan sasaran akhir peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Momentum ini menjadi refleksi kita bersama, apa yang sudah kita perbuat dan apa yang sudah kita abdikan untuk negara kita. Dari refleksi tersebut, kita harus menyusun langkah perbaikan diri, perbaikan daerah, pelayanan dan pendidikan, sehingga dapat menghadirkan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat Lombok Barat dan Indonesia,” ujarnya.

Menurut dia, pembagian Bendera Merah Putih memiliki pesan yang jauh lebih besar dibandingkan sekadar membagikan simbol negara. Gerakan tersebut diharapkan mampu menumbuhkan kembali rasa memiliki terhadap bangsa sekaligus memperkuat ikatan sosial di tengah keberagaman masyarakat.

“Pembagian Bendera Merah Putih ini merupakan gerakan untuk memperkokoh rasa nasionalisme, persaudaraan dan persatuan kita. Dengan demikian, kita dapat menjadi bangsa yang kuat dan masyarakat yang kokoh,” katanya menegaskan.

Nurul Adha menilai keberagaman Lombok Barat justru menjadi kekuatan yang harus terus dirawat. Perbedaan agama, budaya dan latar belakang masyarakat tidak boleh menjadi sekat dalam membangun daerah.

“Lombok Barat merupakan daerah yang majemuk, beragam agama dan budaya. Kegiatan pembagian Bendera Merah Putih ini menjadi lambang persatuan kita kepada Indonesia,” ucapnya.

Di sisi lain, pemerintah daerah juga berupaya menjadikan momentum perayaan kemerdekaan sebagai ruang yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Kehadiran pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) dalam kegiatan tersebut menjadi salah satu bagian yang dinilai dapat ikut menggerakkan aktivitas ekonomi lokal.

Tak hanya menyentuh aspek kebangsaan dan ekonomi, kegiatan itu juga membawa pesan mengenai pentingnya menjaga kesehatan. Layanan pemeriksaan kesehatan gratis memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk mengetahui kondisi kesehatan mereka tanpa harus menunggu munculnya keluhan.

Ahmad Zaeni, warga Batulayar, menjadi salah satu masyarakat yang memanfaatkan layanan tersebut. Ia menilai pemeriksaan kesehatan gratis memberikan manfaat nyata karena warga bisa memperoleh informasi awal mengenai kondisi tubuhnya.

“Terima kasih karena sudah mengadakan pemeriksaan kesehatan gratis. Kami bisa mengecek kesehatan. Harapannya kegiatan seperti ini tetap dilaksanakan di Alun-Alun Giri Menang Park,” katanya.

Rangkaian kegiatan tersebut sekaligus memperlihatkan pendekatan berbeda dalam menyemarakkan HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Olahraga menjadi sarana menjaga kebugaran, pemeriksaan kesehatan mendekatkan layanan kepada warga, sementara pembagian Bendera Merah Putih menguatkan pesan persatuan.

Bagi Pemerintah Kabupaten Lombok Barat, kemerdekaan bukan hanya untuk dikenang, tetapi juga menjadi pengingat agar seluruh unsur masyarakat terus membangun daerah melalui kebersamaan, kepedulian dan semangat gotong royong.

Dengan semangat tersebut, peringatan HUT ke-81 RI diharapkan tidak berhenti setelah seluruh rangkaian kegiatan selesai, melainkan terus hidup dalam aktivitas masyarakat sehari-hari.

“Semangat persatuan harus terus kita jaga dan kita rawat bersama,” katanya mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....