Pj Sekda Lobar Ungkap Strategi Perluas Jaringan hingga Pelosok Desa
- 20 Sep 2026 10:19 WIB
- Mataram
Poin Utama
- Pemerintah Kabupaten Lombok Barat memprioritaskan pemerataan akses komunikasi hingga ke pelosok desa sebagai bagian integral dari strategi pembangunan yang merata.
- Pj. Sekretaris Daerah H. Saeful Ahkam membahas topik akses komunikasi bersama anggota DPRD Lombok Barat untuk membuka ruang pelayanan, pendidikan, ekonomi, dan informasi yang lebih merata.
- Akses komunikasi yang terjangkau ke pelosok desa dipandang sebagai kunci untuk meningkatkan akses layanan publik, pendidikan, peluang ekonomi, dan distribusi informasi yang lebih inklusif.
RRI.CO.ID, Lombok Barat – Pemerataan pembangunan di Lombok Barat tidak hanya menyangkut jalan, fasilitas publik, dan infrastruktur fisik. Akses komunikasi yang menjangkau hingga pelosok desa juga mulai menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Lombok Barat, terutama untuk membuka ruang pelayanan, pendidikan, ekonomi, dan informasi yang lebih merata.
Hal itu menjadi salah satu topik yang dibicarakan Pj. Sekretaris Daerah Lombok Barat, H. Saeful Ahkam, bersama anggota DPRD Lombok Barat dan sejumlah pihak saat bersantai dalam suasana lesehan dan ngopi di kawasan Giri Menang Square (GMS), Kamis malam, 17 September 2026.
Pembicaraan yang berlangsung secara informal tersebut justru menyentuh persoalan yang cukup strategis, yakni masih adanya wilayah yang menghadapi keterbatasan akses jaringan komunikasi atau blank spot.
Saeful Ahkam mendorong agar pengembangan jaringan telekomunikasi tidak berhenti di kawasan perkotaan. Salah satu opsi yang ikut dibahas adalah penguatan infrastruktur berbasis serat optik atau fiber optic untuk memperluas jangkauan konektivitas digital di Lombok Barat.
Menurutnya, ketersediaan jaringan komunikasi yang stabil semakin penting seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap layanan berbasis teknologi.
Konektivitas, kata dia, bukan sekadar persoalan bisa menggunakan internet. Infrastruktur tersebut berkaitan langsung dengan berbagai kebutuhan masyarakat, mulai dari pelayanan pemerintahan, proses pembelajaran, aktivitas ekonomi hingga kemudahan memperoleh informasi.
“Perluasan jaringan ini penting agar akses komunikasi dan informasi bisa dirasakan masyarakat secara lebih merata,” ujarnya.
Pembahasan tersebut menjadi menarik karena berlangsung setelah Saeful Ahkam menghadiri penutupan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat Kecamatan Lembar di Desa Lembar Selatan.
Dalam agenda MTQ itu, Saeful Ahkam tidak hanya berbicara mengenai pelaksanaan perlombaan. Sebagai Ketua Harian Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Lombok Barat, ia turut menyoroti pentingnya pembinaan peserta yang dilakukan secara berkelanjutan.
Ia juga mengingatkan penyelenggara agar memastikan data peserta MTQ benar-benar valid. Kepemilikan NIK Lombok Barat maupun domisili peserta menjadi bagian penting dalam proses pendataan melalui sistem e-MTQ.
Saeful Ahkam juga meminta pola perutusan peserta lebih menonjolkan identitas desa sebagai basis pembinaan.
“Perutusan sebaiknya dari desa. Ini untuk memperluas pembinaan MTQ,” katanya.
MTQ Kecamatan Lembar tahun 2026 sendiri menjadi pelaksanaan yang ke-32. Momentum tersebut sekaligus menjadi penghujung masa tugas Camat Lembar yang ditandai dengan penyelenggaraan kegiatan keagamaan tersebut.
Saeful Ahkam memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan MTQ sekaligus mengaitkannya dengan akhir masa pengabdian Camat Lembar.
“Inilah akhir jabatan yang husnul khatimah,” ucapnya.
Perhatian juga diarahkan pada kesinambungan pembangunan Desa Lembar Selatan. Saeful Ahkam berharap berbagai fondasi pembangunan yang telah dirintis sebelumnya dapat diteruskan oleh kepala desa yang baru.
Sementara kepada peserta MTQ yang belum berhasil meraih juara, ia meminta agar hasil tersebut tidak dijadikan alasan untuk berhenti berlatih. Pembinaan dan peningkatan kemampuan harus tetap berjalan agar kesempatan berprestasi terbuka pada kompetisi berikutnya.
“Yang belum juara jangan berhenti berlatih. Pembinaan harus terus dilakukan,” tegasnya.
MTQ tingkat Kabupaten Lombok Barat selanjutnya dijadwalkan berlangsung di Kecamatan Labuapi.
Rangkaian kegiatan Saeful Ahkam malam itu memperlihatkan dua agenda yang sekilas berbeda. Satu berkaitan dengan pembinaan generasi Qur’ani, sementara lainnya menyentuh kebutuhan teknologi dan komunikasi masyarakat.
Namun, keduanya memiliki titik temu yang sama, yakni membuka akses dan kesempatan yang lebih luas bagi masyarakat untuk berkembang.
Pemerataan pembangunan Lombok Barat pada akhirnya tidak hanya ditentukan oleh seberapa banyak infrastruktur fisik dibangun. Ketersediaan jaringan komunikasi, kualitas sumber daya manusia, pembinaan generasi muda, serta akses terhadap informasi juga menjadi bagian penting dari pembangunan daerah.
Dari lantunan ayat Al-Qur’an di arena MTQ hingga obrolan santai di meja lesehan, isu pembangunan Lombok Barat terus bergerak pada persoalan yang semakin dekat dengan kebutuhan masyarakat.
“Pembangunan harus memberikan ruang dan akses yang lebih luas bagi masyarakat,” katanya mengakhiri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....