Baraca Capital Investasi USD100 Juta untuk Pariwisata Lombok Selatan

  • 08 Agt 2026 21:29 WIB
  •  Mataram
Poin Utama
  • Baraca Capital menyiapkan investasi hingga USD100 juta untuk pembangunan vila dan resor di Lombok Selatan.
  • Kerja sama juga mencakup pengelolaan sampah dan penguatan pendidikan vokasi agar masyarakat lokal mendapat manfaat dari pertumbuhan pariwisata.

RRI.CO.ID, Mataram — Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Baraca Capital memfinalisasi kerja sama investasi pariwisata senilai hingga USD100 juta untuk pembangunan vila dan resor berkualitas tinggi di Lombok Selatan. Komitmen investasi itu dibahas dalam audiensi Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal bersama jajaran direksi Baraca Capital di Ruang Kerja Gubernur NTB, Mataram, Jumat, 7 Agustus 2026.

Investasi tersebut tidak hanya diarahkan untuk pembangunan fasilitas pariwisata. Pemprov NTB dan Baraca Capital juga menyiapkan sistem pengelolaan sampah serta program peningkatan kapasitas sumber daya manusia lokal di sektor pariwisata dan konstruksi.

Gubernur Lalu Muhamad Iqbal mengatakan pembangunan pariwisata di NTB tidak boleh berhenti pada investasi fisik. Menurut dia, pengembangan kawasan harus dibarengi dengan lingkungan yang bersih dan peningkatan kualitas tenaga kerja lokal agar mampu memenuhi standar industri global.

Salah satu fokus kerja sama adalah pengelolaan sampah di kawasan Lancing dan Tampah, Lombok Selatan. Baraca Capital akan mendukung penyediaan dan instalasi underground dan semi-underground waste container system serta armada pengangkut sampah.

Pengelolaan di lapangan akan melibatkan tenaga kerja dari desa-desa sekitar dan bekerja sama dengan lembaga swadaya masyarakat yang bergerak di bidang lingkungan.

CEO Baraca Capital Asos Harsin mengatakan investasi pariwisata bernilai tinggi harus berjalan seiring dengan kelestarian lingkungan dan kesejahteraan masyarakat.

“Investasi pariwisata bernilai tinggi hanya akan berkelanjutan jika dibangun bersamaan dengan kelestarian lingkungan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat lokal,” kata Asos.

Menurut dia, sistem pengelolaan sampah modern dan peningkatan keahlian masyarakat lokal menjadi bagian dari konsep pengembangan Lombok Selatan sebagai destinasi wisata eksklusif yang tetap menjaga prinsip keberlanjutan.

Selain investasi dan lingkungan, kerja sama tersebut mencakup penguatan pendidikan vokasi. Pemprov NTB dan Baraca Capital akan meninjau kurikulum SMK pariwisata agar lebih sesuai dengan standar industri hospitality internasional.

Iqbal mengatakan Baraca Capital juga berencana membantu pengembangan SMK percontohan khusus hospitality. Sekolah tersebut diusulkan berada di kawasan Mandalika agar dapat memberikan akses pendidikan vokasi kepada anak-anak masyarakat sekitar.

“Dia mau bantu kita untuk review kurikulum di SMK-SMK kita dan rencana untuk mengembangkan percontohan SMK khusus hospitality. Saya mengusulkan di Kawasan Mandalika,” ujar Iqbal.

Baraca Capital berencana mendatangkan instruktur dari Eropa untuk membantu penyusunan standar pendidikan dan pelatihan. Program tersebut juga diarahkan untuk memenuhi standar Environmental, Social, and Governance (ESG).

Pemprov NTB akan berkoordinasi dengan Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) terkait rencana penyediaan lahan sekitar dua hektare di kawasan Mandalika. Pemerintah juga akan mengupayakan dukungan fasilitas dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.

Sekolah percontohan itu dirancang agar anak-anak masyarakat sekitar kawasan dapat memperoleh pendidikan vokasi tanpa terbebani biaya. Lulusan diharapkan memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan industri pariwisata dan konstruksi.

Pemprov NTB menargetkan tahap persiapan, pemetaan kelembagaan, dan penyesuaian kurikulum selesai pada akhir 2026. Implementasi program ditargetkan mulai berjalan pada 2027.

Kolaborasi dengan Baraca Capital menjadi bagian dari upaya Pemprov NTB mengembangkan Lombok Selatan sebagai kawasan pariwisata berkelas dunia dengan prinsip green and sustainable tourism.

Pemerintah daerah ingin pertumbuhan investasi tidak hanya menghasilkan fasilitas wisata baru, tetapi juga memperkuat perlindungan lingkungan dan meningkatkan peran masyarakat lokal dalam rantai ekonomi pariwisata.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....