Bunda Sinta: Generasi Muda Pringgasela Menenun Masa Depan Warisan Budaya
- 26 Jul 2026 14:29 WIB
- Mataram
Poin Utama
- Bunda Sinta Aghatia M. Iqbal mengapresiasi generasi muda Pringgasela yang terus melestarikan tenun sebagai warisan budaya sekaligus menjaga identitas Nusa Tenggara Barat di tengah perkembangan zaman.
- Festival Alunan Budaya Pringgasela 2026 menjadi bukti pelestarian budaya mampu mendorong ekonomi kreatif dan pariwisata, dengan perputaran ekonomi mencapai Rp17,1 miliar serta masuk Karisma Event Nusantara (KEN).
RRI.CO.ID, Lombok Timur – Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Bunda Sinta Aghatia M. Iqbal, mengapresiasi peran generasi muda Pringgasela yang terus melestarikan tenun sebagai warisan budaya. Menurutnya, keterlibatan anak muda menjadi kunci agar tenun tetap hidup dan berkembang di tengah perubahan zaman.
Pernyataan itu disampaikan Bunda Sinta usai menghadiri Karnaval Tenun Night Show "Srimananti: The Evolution of Heritage (Suara, Rupa dan Aroma)" di kawasan Tugu Mopra, Pringgasela, Kabupaten Lombok Timur, Sabtu malam, 25 Juli 2026.

Di hadapan ribuan warga yang memadati lokasi acara, Bunda Sinta mengaku terkesan melihat kreativitas generasi muda yang mampu mengemas tradisi menenun menjadi pertunjukan budaya yang modern tanpa meninggalkan nilai-nilai yang diwariskan para leluhur.
"Luar biasa buat anak-anak muda Pringgasela yang terus mempertahankan dan menjaga tenun ini. Ini momen yang sangat berharga. Semoga dapat menginspirasi daerah-daerah lain di NTB. Terima kasih untuk generasi muda Pringgasela," kata Bunda Sinta.
Menurutnya, warisan budaya hanya akan bertahan jika terus diwariskan kepada generasi berikutnya. Karena itu, keterlibatan anak muda tidak hanya penting untuk menjaga tradisi, tetapi juga memberi ruang bagi budaya agar tetap relevan dengan perkembangan zaman.
Bunda Sinta mengatakan Dekranasda NTB siap memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah, komunitas budaya, perajin, hingga masyarakat untuk mengembangkan tenun Pringgasela sebagai salah satu identitas budaya NTB.
"Dekranasda siap berkolaborasi dengan seluruh pihak agar semangat ini terus tumbuh dan tenun Pringgasela semakin dikenal, dicintai, dan memberi manfaat bagi masyarakat," ujarnya.
Malam itu, Bunda Sinta hadir mengenakan busana tenun khas NTB bersama Wakil Bupati Lombok Timur H. Moh. Edwin Hadiwijaya, Ketua Dekranasda Lombok Timur, Kepala Dinas Kebudayaan NTB Muhamad Ihwan yang mewakili Gubernur NTB, serta sejumlah tamu undangan.
Karnaval "Srimananti" menampilkan perjalanan lahirnya sehelai kain tenun Pringgasela, mulai dari pengolahan benang, proses pewarnaan alami, hingga tahapan menenun yang dipadukan dengan musik tradisional, tata cahaya, dan parade busana.
Tema "Srimananti", yang merupakan salah satu motif tenun khas Pringgasela, mengangkat makna harapan, doa, kesabaran, dan ketekunan para perempuan penenun. Melalui konsep "The Evolution of Heritage", penyelenggara ingin menunjukkan bahwa tradisi dapat terus berkembang tanpa kehilangan akar budayanya.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Kebudayaan NTB Muhamad Ihwan menegaskan pemerintah provinsi mendukung pengembangan kawasan wisata berbasis budaya. Menurutnya, kreativitas generasi muda menjadi modal penting untuk memperkuat identitas daerah sekaligus meningkatkan daya saing pariwisata.
Wakil Bupati Lombok Timur Moh. Edwin Hadiwijaya mengatakan pemerintah daerah akan terus memperkuat Festival Alunan Budaya Pringgasela sebagai agenda unggulan karena terbukti memberikan dampak ekonomi dan sosial bagi masyarakat.
Selama sepuluh tahun penyelenggaraannya, Festival Alunan Budaya Pringgasela mencatat perputaran ekonomi sekitar Rp17,1 miliar, menjangkau lebih dari 10 juta penonton, serta masuk dalam Karisma Event Nusantara (KEN) selama tiga tahun berturut-turut. Festival tersebut juga berhasil menembus 10 besar event budaya terbaik tingkat nasional.
Karnaval Tenun Night Show "Srimananti" menjadi penutup rangkaian Festival Alunan Budaya Pringgasela yang berlangsung pada 19–25 Juli 2026. Selain menjadi panggung seni, festival ini menegaskan bahwa tenun bukan sekadar warisan budaya, tetapi juga penggerak ekonomi kreatif, identitas daerah, dan investasi budaya bagi generasi mendatang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....