Pariwisata Melesat, Iqbal Pastikan Warga Lombok Selatan Tak Tertinggal

  • 27 Jul 2026 20:15 WIB
  •  Mataram
Poin Utama
  • Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menegaskan pembangunan pariwisata di Lombok Selatan harus berjalan seiring dengan upaya mengurangi kemiskinan ekstrem melalui Program Desa Berdaya di tiga desa di Lombok Tengah.
  • Pemprov NTB juga menangani persoalan kesehatan, infrastruktur, dan krisis air bersih, termasuk menyoroti meningkatnya kasus hidrosefalus serta memperkuat penyediaan sumber air di wilayah selatan.
  • Iqbal menegaskan pembangunan harus berkeadilan dengan melibatkan masyarakat lokal agar tidak ada yang tertinggal di tengah pesatnya pertumbuhan investasi dan pariwisata.

RRI.CO.ID, Lomok Tengah – Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Muhamad Iqbal menegaskan pembangunan pariwisata di kawasan selatan Pulau Lombok harus berjalan beriringan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Pemerintah Provinsi NTB, kata Iqbl tidak ingin pertumbuhan investasi hanya dinikmati sebagian kalangan, sementara warga di desa-desa sekitar masih hidup dalam kemiskinan ekstrem.

Penegasan itu disampaikan Iqbal saat mengunjungi Desa Pandan Indah, Desa Mangkung, dan Desa Sengkol di Kabupaten Lombok Tengah, yang menjdi sasarn Program Desa Berdaya, Senin 27 Juli 2026.

Di Desa Pandan Indah, Iqbal menyoroti tingginya angka kemiskinan ekstrem yang mencapai 405 kepala keluarga. Desa tersebut diproyeksikan menjadi lokasi Program Desa Berdaya Transformatif pada 2027.

Selain meninjau kondisi sosial ekonomi, Iqbal juga memberi perhatian pada munculnya kasus hidrosefalus di wilayah selatan NTB. Ia menyerahkan bantuan perawatan dan paket sembako kepada dua penderita, yakni Ahmad Yani, 40 tahun, dan Nadhira Octavani Putri yang masih berusia delapan bulan.

"Saya sudah menemukan hampir 15 penderita hidrosefalus dalam setahun terakhir dan semuanya berada di wilayah selatan. Ini perlu dikaji bersama Dinas Kesehatan untuk mengetahui penyebabnya," kata Iqbal.

Direktur Utama RSUD Provinsi NTB Asrul Sani mengatakan pasien hidrosefalus dewasa tidak lagi memungkinkan menjalani operasi karena manfaatnya sangat terbatas. Rumah sakit akan memberikan perawatan paliatif berupa pengobatan, pemantauan kesehatan rutin, serta pendampingan medis.

Di sektor infrastruktur, Gubernur memerintahkan revitalisasi cekdam yang rusak menggunakan geomembran agar mampu menampung air saat musim kemarau. Pemerintah juga akan membangun kembali jembatan lama yang selama ini memicu banjir akibat sedimentasi.

Kunjungan kemudian berlanjut ke Desa Mangkung yang memiliki 437 kepala keluarga miskin ekstrem. Desa tersebut menjadi lokasi Program Desa Berdaya Transformatif 2026 dengan anggaran hampir Rp3 miliar.

Sebanyak 378 keluarga penerima manfaat akan memperoleh pendampingan usaha sesuai potensi masing-masing, mulai dari perdagangan hingga peternakan. Pemerintah juga menyiapkan perbaikan enam rumah tidak layak huni yang ditargetkan mulai dikerjakan dalam waktu dekat.

Sementara di Desa Sengkol, pemerintah mengalokasikan Program Desa Berdaya Tematik senilai Rp300 juta. Dana itu digunakan untuk mengembangkan usaha peternakan ayam petelur yang dikelola Kelompok Wanita Tani. Dalam kesempatan tersebut juga diserahkan bantuan CSR pembangunan masjid melalui Bank NTB Syariah.

Iqbal mengatakan pemerintah terus memperkuat penanganan kekeringan di wilayah selatan melalui distribusi air bersih dan pembangunan sumber air baru. Pemprov NTB telah mengusulkan penambahan sumur bor kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Selain itu, pemerintah pusat juga mendukung rencana penelitian radioisotope tracing untuk mendeteksi potensi sungai bawah tanah di kawasan selatan Lombok.

Menutup kunjungannya, Iqbal menegaskan pembangunan pariwisata tidak boleh menciptakan kesenjangan sosial. Menurut dia, masyarakat lokal harus menjadi pelaku utama dalam pertumbuhan ekonomi melalui penguatan UMKM dan keterlibatan generasi muda.

"Kita tidak ingin ada yang tertinggal. Pembangunan harus menghadirkan keadilan sehingga masyarakat di sekitar kawasan wisata ikut merasakan manfaatnya," ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....