Ditopang UMKM, Realisasi Investasi NTB Semester I Tembus Rp33,73 Triliun
- 06 Agt 2026 16:42 WIB
- Mataram
Poin Utama
- Realisasi investasi NTB Semester I 2026 mencapai Rp33,73 triliun atau 51,26 persen dari target tahunan Rp64 triliun.
- Peningkatan investasi didorong kontribusi UMKM yang tumbuh 22,28 persen dibandingkan tahun lalu.
- Pemprov NTB optimistis target investasi 2026 tercapai melalui kemudahan perizinan, pendampingan usaha, dan masuknya investasi baru.
RRI.CO.ID, Mataram – Realisasi investasi di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menunjukkan tren positif pada Semester I 2026. Hingga akhir Juni, nilai investasi yang masuk mencapai Rp33,73 triliun, atau 51,26 persen dari target tahunan sekitar Rp64 triliun yang ditetapkan Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM.
Capaian tersebut dinilai menjadi sinyal bahwa iklim investasi di NTB tetap terjaga di tengah normalisasi sektor pertambangan. Di saat yang sama, pertumbuhan ekonomi daerah juga masih berada di atas rata-rata nasional.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) NTB, Irnadi Kusuma, mengatakan realisasi investasi tahun ini jauh lebih baik dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
"Semester I 2025 capaian investasi belum mencapai seperempat target. Tahun ini, meski target naik menjadi sekitar Rp64 triliun, realisasinya sudah melampaui 51 persen," kata Irnadi saat paparan capaian investasi Triwulan II dan Semester I 2026 di Bale Kita, Mataram, Kamis, 6 Agustus 2026.
Menurut Irnadi, salah satu pendorong kenaikan investasi berasal dari sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Hingga Semester I 2026, investasi UMKM mencapai Rp496,68 miliar, meningkat 22,28 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp406,19 miliar.
Ia menilai peran UMKM semakin strategis setelah menjadi penopang capaian investasi NTB pada akhir 2025. Saat itu, data investasi UMKM membantu daerah memenuhi target investasi tahunan ketika sebagian laporan perusahaan besar belum sempat masuk ke sistem pelaporan.
Karena itu, Pemerintah Provinsi NTB terus memperkuat layanan perizinan, pendampingan, dan pembinaan bagi pelaku UMKM agar kontribusinya terhadap investasi semakin besar.
Dari sisi investasi non-UMKM, Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) masih mendominasi dengan nilai sekitar Rp12,14 triliun atau 81,85 persen dari total investasi. Sementara Penanaman Modal Asing (PMA) mencapai sekitar Rp2,7 triliun atau 18,15 persen. Pemerintah optimistis porsi investasi asing akan meningkat pada semester kedua seiring masuknya sejumlah proyek baru.
Secara wilayah, Kabupaten Sumbawa Barat masih menjadi penyumbang investasi terbesar dengan nilai lebih dari Rp11 triliun, terutama dari sektor pertambangan. Posisi berikutnya ditempati Kabupaten Dompu dan Kabupaten Lombok Tengah yang didorong pengembangan kawasan Mandalika serta pembangunan infrastruktur.
Pemerintah juga menargetkan investasi UMKM menembus Rp1 triliun hingga akhir 2026. Target itu akan didorong melalui kemudahan perizinan, digitalisasi usaha, akses pembiayaan, serta perluasan pasar.
Ketua Dekranasda NTB, Hj. Sinta M. Iqbal, mengatakan UMKM menjadi fondasi penting ekonomi daerah karena mampu bertahan dan terus berinovasi di tengah berbagai tantangan.
"UMKM adalah pahlawan ekonomi yang bekerja di balik layar. Mereka terus berinovasi dan harus terus kita dukung," ujarnya.
Menurut Sinta, pemerintah terus memperkuat pembinaan melalui kurasi produk di Gerai Balekita, pelatihan, hingga membuka akses pasar ekspor. Sejumlah produk UMKM NTB kini telah menembus pasar Jepang dan Arab Saudi, bahkan mulai mendapat permintaan dari negara lain.
Pemprov NTB optimistis target investasi tahun ini dapat tercapai melalui kolaborasi pemerintah, pelaku usaha, lembaga keuangan, dan media, sekaligus memperkuat pertumbuhan ekonomi daerah yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....