Puluhan Penerima MBG di Loteng Diare dan Muntah, Diduga Dipicu Menu Makanan
- 05 Agt 2026 16:33 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Lombok Tengah – Dugaan menu sate ayam dengan bumbu kacang dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi perhatian setelah puluhan penerima manfaat di Desa Bujak, Kecamatan Batukliang, mengalami diare dan muntah. Meski demikian, Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan penyebab pasti kejadian tersebut belum dapat dipastikan karena masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium.
Keluhan kesehatan dialami balita hingga siswa sekolah setelah makanan dari Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bujak 1 didistribusikan.
Sejumlah warga menduga bumbu kacang pada menu sate ayam menjadi pemicu munculnya keluhan. Mereka menilai bumbu tersebut tidak diolah secara sempurna dan mengeluarkan aroma yang tidak sedap saat akan dikonsumsi.
Salah seorang orang tua balita penerima MBG, Januar, mengaku menemukan kondisi bumbu kacang yang diduga belum matang.
"Kalau kita lihat, kacangnya itu mentah, tidak digoreng dulu. Baunya juga sudah tidak enak. Kamis kita terima, Jumat paginya baru ada reaksi mencret-mencret," ujarnya, Selasa 4 Agustus 2026.
Selain dugaan kualitas makanan, warga juga menyoroti menu yang diberikan kepada balita. Menurut mereka, makanan untuk anak usia dini tidak dibedakan dengan menu bagi siswa sekolah dasar, termasuk dari tingkat kepedasannya.
"Masak menu balita pedas, disamakan dengan anak SD. Tidak ada klarifikasi dari pihak dapur, hanya permohonan maaf saja," kata Januar.
Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional (BGN) Lombok Tengah, Muhammad Ihsan, mengatakan laporan awal kejadian telah disampaikan kepada Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) dan pimpinan BGN. Namun, ia menegaskan pihaknya belum dapat menyimpulkan bahwa penerima manfaat mengalami keracunan makanan.
Menurut Ihsan, penetapan penyebab harus didasarkan pada hasil pemeriksaan laboratorium karena ada banyak faktor yang perlu ditelusuri.
"Kita belum bisa sebutkan ini keracunan, karena harus ada uji laboratorium terlebih dahulu. Banyak variabel yang harus dicek sebelum resmi disampaikan," ujar Ihsan.
Sebagai langkah antisipasi, operasional Dapur SPPG Bujak 1 dihentikan sementara. Dapur tersebut melayani sekitar 2.000 penerima manfaat, mulai dari jenjang taman kanak-kanak hingga madrasah aliyah.
Selama penghentian operasional, seluruh kegiatan pembelian bahan baku dan distribusi makanan juga dihentikan sambil menunggu petunjuk teknis dari Badan Gizi Nasional. Ihsan menjelaskan, kewenangan menjatuhkan sanksi berada di tangan BGN pusat dan akan diputuskan setelah tim investigasi menyelesaikan pemeriksaan di lapangan.
Sementara itu, jumlah penerima manfaat yang mengalami keluhan kesehatan masih dalam proses validasi bersama KPPG. Hingga kini, jumlahnya diperkirakan mencapai sekitar 22 orang. BGN mengimbau masyarakat tetap tenang dan menunggu hasil resmi pemeriksaan laboratorium sebelum menarik kesimpulan mengenai penyebab kejadian tersebut.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....