Universitas Bumigora Gaet Sanggar Seni Ciptakan Teater Kemasan Berbasis Tradisi

  • 05 Agt 2026 14:53 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Lombok Tengah - Program pemberdayaan sanggar seni berbasis teater tradisi mulai diarahkan menjadi bagian dari penguatan sektor ekonomi kreatif dan pariwisata di daerah. Melalui Program Inovasi Seni Nusantara Tahun Anggaran 2026, Universitas Bumigora menggandeng Sanggar Rimba Ekspresi Seni Nusantara di Kabupaten Lombok Tengah untuk mengembangkan konsep teater kemasan yang lebih adaptif terhadap kebutuhan industri kreatif tanpa meninggalkan nilai-nilai budaya lokal.

Program bertajuk Pemberdayaan Lembaga Pendidikan Seni Budaya Rimba Ekspresi Seni Nusantara melalui Teater Kemasan Berbasis Teater Tradisi untuk Memperkuat Ekonomi Kreatif dan Pariwisata di Lombok Tengah itu menjadi salah satu upaya perguruan tinggi dalam mendorong transformasi seni pertunjukan tradisional agar memiliki daya saing di tengah perkembangan sektor pariwisata.

Rangkaian kegiatan diawali dengan sosialisasi dan pelatihan pada 18 Juli 2026 lalu di Dusun Bage, Desa Monggas, Kecamatan Kopang, Kabupaten Lombok Tengah. Tahap awal difokuskan pada penguatan kapasitas sumber daya manusia sanggar melalui peningkatan kemampuan manajemen organisasi, pengembangan karya seni, hingga strategi promosi digital.

Ketua pelaksana program, Rapi Renda, M.Pd., menjelaskan bahwa penguatan kapasitas pelaku seni menjadi fondasi penting agar sanggar mampu berkembang sebagai pelaku ekonomi kreatif yang profesional.

"Perkembangan pariwisata membutuhkan produk budaya yang mampu beradaptasi dengan kebutuhan pasar tanpa kehilangan identitasnya. Melalui program ini kami ingin menyiapkan sanggar agar mampu menghadirkan pertunjukan yang berkualitas, menarik, dan memiliki nilai ekonomi," ujarnya, Rabu 5 Agustus 2026

Program tersebut melibatkan tim multidisiplin dari Universitas Bumigora yang terdiri atas Rapi Renda, M.Pd. sebagai ketua pelaksana, didampingi Muhamad Taufik, M.A. dan Qatrunnada, M.Pd. sebagai anggota. Kegiatan juga didukung mahasiswa dari Program Studi Seni Pertunjukan dan Program Studi Pariwisata, yakni Lalu Guruh Virgiawan Dwi Kukuh, M. Diva Wahyu Nanda, serta Seina Bening Apriliani Hadi.

Sebanyak 24 anggota Sanggar Rimba Ekspresi Seni Nusantara mengikuti pelatihan manajemen seni dan promosi digital yang menghadirkan Rodia Rizky Pratama, sineas muda asal Nusa Tenggara Barat. Dalam pelatihan tersebut, peserta dibekali strategi pengelolaan kelompok seni, penguatan identitas pertunjukan, hingga pemanfaatan platform digital sebagai media promosi untuk menjangkau pasar yang lebih luas.

Selain aspek pengelolaan organisasi, peserta juga mendapatkan pendampingan artistik mengenai pengembangan teater kemasan berbasis teater tradisi dari sutradara teater dan film Beny Paratama Paradila.

Konsep teater kemasan diperkenalkan sebagai model pertunjukan yang lebih singkat, komunikatif, dan fleksibel sehingga mudah dipentaskan dalam berbagai agenda, khususnya kegiatan pariwisata. Meski dikemas dengan durasi yang lebih ringkas, pertunjukan tetap mempertahankan unsur estetika, nilai budaya, serta kekayaan tradisi yang menjadi identitas seni lokal.

Menurut Rapi Renda, model pertunjukan seperti ini dinilai memiliki peluang besar untuk menjadi bagian dari atraksi wisata budaya di Lombok Tengah yang selama ini dikenal sebagai salah satu kawasan prioritas pengembangan pariwisata nasional.

Usai pelatihan, program dilanjutkan dengan pendampingan intensif pada pekan pertama hingga pekan kedua Agustus 2026. Tim pengabdian akan mendampingi mitra dalam seluruh proses kreatif, mulai dari pengembangan ide, penulisan naskah, penyutradaraan, penyusunan artistik, hingga latihan produksi.

Tahapan tersebut akan bermuara pada pementasan teater kemasan berbasis teater tradisi sebagai luaran utama program sekaligus menjadi contoh model seni pertunjukan yang siap dipasarkan kepada sektor pariwisata dan industri kreatif.

Rapi Renda menegaskan bahwa keberhasilan program tidak hanya diukur dari terlaksananya kegiatan, tetapi juga dari keberlanjutan aktivitas kreatif yang dapat dijalankan oleh sanggar secara mandiri setelah program selesai.

"Harapan kami, proses kreatif ini terus berlanjut. Sanggar dapat mengembangkan teater kemasan sebagai produk seni pertunjukan yang mampu membuka peluang ekonomi bagi para pelaku seni sekaligus memperkuat daya tarik pariwisata Lombok Tengah," katanya.

Ketua Sanggar Rimba Ekspresi Seni Nusantara, Syahirul Alim, menyambut positif kolaborasi tersebut. Ia menilai program ini memberikan pengalaman baru bagi para anggota sanggar dalam mengembangkan karya seni yang lebih relevan dengan kebutuhan industri kreatif.

"Kami mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada sanggar kami. Konsep teater kemasan akan terus kami kembangkan sebagai bagian dari komitmen memajukan seni pertunjukan dan mendukung pariwisata daerah. Kami berharap manfaatnya dapat dirasakan masyarakat sekaligus membuka peluang baru bagi para pelaku seni," pungkasnya.

Kolaborasi antara perguruan tinggi, praktisi seni, mahasiswa, dan masyarakat tersebut diharapkan mampu melahirkan model pemberdayaan sanggar yang berkelanjutan. Melalui pendekatan ini, seni pertunjukan tidak hanya berfungsi sebagai media pelestarian budaya, tetapi juga berkembang menjadi sektor produktif yang mampu menciptakan nilai tambah ekonomi serta memperkuat daya saing destinasi wisata.

Tim pelaksana juga menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melalui Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat atas dukungan terhadap pelaksanaan Program Inovasi Seni Nusantara Tahun Anggaran 2026. Dukungan tersebut diharapkan mendorong lahirnya berbagai inovasi seni yang memberikan dampak nyata bagi pelestarian budaya, penguatan ekonomi kreatif, dan pengembangan pariwisata Indonesia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....