Musda HKTI NTB, Gubernur Dorong Pembiayaan Pertanian untuk Sejahterakan Petani

  • 02 Agt 2026 14:59 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Mataram - Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Dr. H. Lalu Muhammad Iqbal mengajak perbankan dan seluruh pemangku kepentingan memperkuat dukungan pembiayaan bagi sektor pertanian dan perikanan. Menurutnya, kedua sektor tersebut memiliki prospek yang menjanjikan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani dan nelayan.

Ajakan itu disampaikan Gubernur dalam sambutannya pada Musyawarah Daerah (Musda) IX Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) NTB yang dirangkaikan dengan Dialog Tani bertema "Memperkuat Peran Petani NTB Menuju NTB Makmur Mendunia dan Generasi Indonesia Emas 2045" di Mataram, Minggu 2 Agustus 2026.

Iqbal mengatakan, kondisi sektor pertanian NTB menunjukkan tren yang sangat positif. Hal itu tercermin dari peningkatan Nilai Tukar Petani (NTP) yang secara konsisten mengalami kenaikan sejak akhir 2025 hingga kini berada di kisaran 131, lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional.

Menurutnya, kenaikan NTP menjadi indikator bahwa pendapatan yang diterima petani tumbuh lebih cepat dibandingkan biaya produksi yang mereka keluarkan. Kondisi tersebut menunjukkan usaha pertanian semakin menguntungkan dan layak menjadi sektor investasi.

"Ini menunjukkan bahwa secara ekonomi sektor pertanian semakin baik. Kenaikan harga produk pertanian lebih cepat dibandingkan biaya yang dikeluarkan untuk memproduksinya. Artinya sektor ini semakin menjanjikan," ujar Iqbal.

Ia menilai capaian tersebut juga menjadi peluang untuk menarik minat generasi muda agar terjun ke sektor pertanian. Dengan prospek keuntungan yang semakin baik, pertanian dinilai tidak lagi identik dengan sektor yang kurang menjanjikan.

Gubernur juga mengajak kalangan perbankan meningkatkan penyaluran pembiayaan ke sektor pertanian. Menurutnya, berdasarkan kondisi saat ini, pembiayaan di sektor tersebut relatif aman karena didukung kinerja usaha petani yang terus membaik.

"Kalau ingin memperluas pembiayaan, sektor pertanian menjadi salah satu pilihan yang baik. Kinerjanya bagus sehingga risikonya juga lebih terkendali," katanya.

Selain pertanian, Iqbal menaruh perhatian besar terhadap sektor perikanan yang dinilai masih menghadapi berbagai tantangan, terutama dalam rantai pemasaran hasil tangkapan nelayan.

Ia menjelaskan, salah satu penyebab rendahnya kesejahteraan nelayan adalah panjangnya rantai distribusi sehingga keuntungan lebih banyak dinikmati oleh para perantara. Berbeda dengan sektor pertanian yang telah memiliki dukungan penyerapan hasil panen, termasuk melalui Bulog untuk komoditas tertentu.

"Di sektor perikanan belum ada skema penyerapan yang kuat seperti di sektor pangan. Karena itu kita harus menciptakan sistem yang mampu memperpendek rantai distribusi sehingga nelayan memperoleh nilai tambah yang lebih besar," ujarnya.

Pemerintah Provinsi NTB, lanjut Iqbal, tengah menyiapkan berbagai langkah untuk memperkuat ekosistem perikanan, termasuk membuka peluang kerja sama investasi dan membangun skema pemasaran yang lebih efektif agar hasil tangkapan nelayan dapat terserap langsung oleh industri maupun pasar.

Ia berharap sinergi antara pemerintah, HKTI, perbankan, pelaku usaha, dan seluruh pemangku kepentingan dapat memperkuat sektor pertanian dan perikanan sebagai pilar utama pembangunan ekonomi NTB, sekaligus mendukung terwujudnya visi NTB Makmur Mendunia dan menyongsong Generasi Indonesia Emas 2045.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....