NTB Ingin MotoGP Mandalika Jadi Mesin Ekonomi Sepanjang Tahun

  • 01 Okt 2026 07:40 WIB
  •  Mataram
Poin Utama
  • MotoGP Mandalika didorong menjadi penggerak ekonomi NTB sepanjang tahun, bukan sekadar event olahraga internasional saat balapan berlangsung.
  • Pemprov NTB ingin dampaknya meluas ke UMKM, pariwisata, seni, budaya, dan berbagai event daerah di Lombok maupun Pulau Sumbawa.

RRI.CO.ID, Jakarta - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) ingin gelaran MotoGP Mandalika tidak hanya menjadi pesta balap internasional. Event tersebut didorong menjadi penggerak ekonomi NTB sepanjang tahun.

Wakil Gubernur NTB Indah Dhamayanti Putri mengatakan manfaat MotoGP harus diperluas ke sektor UMKM, pariwisata, seni, budaya, hingga berbagai event daerah.

Hal itu disampaikan Umi Dinda saat menghadiri peluncuran buku MotoGP Mandalika 2025: Akselerasi Ekonomi, Citra, dan Pariwisata di Gedung Kementerian PPN/Bappenas, Jakarta, Rabu, 30 September 2026.

Menurutnya, MotoGP memiliki potensi ekonomi yang besar. Kajian Kementerian PPN/Bappenas memperkirakan MotoGP Mandalika 2025 memberikan dampak ekonomi sekitar Rp2,7 triliun hingga Rp4,7 triliun.

“Keberhasilan MotoGP tidak hanya kita lihat dari jumlah penonton, tetapi bagaimana citra Mandalika semakin kuat, wisatawan mendapatkan pengalaman yang baik, dan kegiatan ini memberikan kontribusi terhadap perekonomian daerah secara berkelanjutan,” kata Umi Dinda.

Pemprov NTB juga terus mendorong keterlibatan UMKM dalam rangkaian MotoGP. Pelaku usaha lokal diberi ruang untuk memasarkan produk sekaligus meningkatkan pendapatan selama event berlangsung.

Tidak hanya UMKM, seni dan budaya lokal juga menjadi bagian dari promosi NTB. Tari daerah, karya seni, hingga tradisi Betabeq ditampilkan untuk memperkenalkan identitas NTB kepada wisatawan dan penonton dari berbagai negara.

Umi Dinda mengatakan wisatawan yang datang untuk MotoGP diharapkan tidak hanya berada di kawasan Mandalika. Mereka didorong melanjutkan perjalanan ke berbagai destinasi, menikmati budaya lokal, dan mengikuti event di Lombok maupun Pulau Sumbawa.

Karena itu, Pemprov NTB terus membangun kalender event sepanjang tahun. Mandalika diharapkan menjadi magnet yang menghubungkan wisatawan dengan berbagai potensi daerah lainnya.

Arah tersebut sejalan dengan konsep *event-led development* yang mulai dikembangkan ITDC. Artinya, event besar tidak berhenti sebagai kegiatan sesaat, tetapi menjadi pemicu tumbuhnya aktivitas ekonomi dan pariwisata setelah event berakhir.

Kajian Bappenas juga menunjukkan potensi tersebut. Survei terhadap lebih dari 1.800 responden mencatat skor pengalaman penonton 5,07 dari skala 6. Eksposur Mandalika juga diperkirakan berpotensi meningkatkan kunjungan wisatawan sekitar 11 persen jika didukung promosi destinasi yang terintegrasi.

Bagi NTB, MotoGP tetap menjadi magnet global. Namun, manfaat terbesarnya diharapkan terasa lebih jauh: UMKM semakin kuat, budaya lokal semakin dikenal, wisatawan tinggal lebih lama, dan ekonomi daerah terus bergerak meski balapan telah usai.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....