Diskon Tiket dan Hotel Terjangkau Jadi Kunci Ramainya MotoGP Mandalika 2026
- 23 Jul 2026 10:02 WIB
- Mataram
Poin Utama
- DPRD Nusa Tenggara Barat mengusulkan pemberian diskon tiket khususnya untuk masyarakat NTB guna meningkatkan jumlah penonton MotoGP 2026 di Mandalika.
- Pengendalian harga akomodasi dan peningkatan layanan transportasi dinilai penting untuk menarik wisatawan domestik menghadiri ajang balap internasional tersebut.
- Promosi penyelenggaraan MotoGP perlu diperluas ke berbagai daerah agar informasi dapat menjangkau lebih banyak masyarakat potensial.
RRI.CO.ID, Mataram - Berbagai upaya dinilai perlu dilakukan untuk meningkatkan minat masyarakat menyaksikan ajang MotoGP di Pertamina Mandalika International Circuit pada 9-11 Oktober 2026. Selain memperkuat promosi, kebijakan berupa pemberian diskon tiket, pengendalian harga akomodasi, serta peningkatan layanan transportasi menjadi sejumlah langkah yang dianggap penting agar penyelenggaraan MotoGP semakin diminati, khususnya oleh wisatawan domestik.
Anggota DPRD Nusa Tenggara Barat (NTB), Sitti Ari, mengatakan pemberian potongan harga tiket, terutama bagi masyarakat di wilayah NTB, dapat menjadi salah satu strategi untuk meningkatkan jumlah penonton. Menurutnya, promosi penyelenggaraan MotoGP juga perlu diperluas ke berbagai daerah sehingga informasi mengenai ajang balap internasional tersebut dapat menjangkau lebih banyak masyarakat.
"Promosi harus terus diperkuat, tidak hanya di NTB, tetapi juga ke daerah-daerah lain. Berbagai media komunikasi dapat dimanfaatkan agar informasi mengenai MotoGP Mandalika semakin luas diketahui masyarakat," ujarnya.
Ia menilai penyelenggaraan MotoGP dari tahun ke tahun telah mengalami perbaikan. Meski demikian, evaluasi tetap diperlukan, terutama terkait akses transportasi menuju kawasan sirkuit yang masih kerap mengalami kemacetan saat pelaksanaan acara.
"Transportasi menuju sirkuit masih perlu dibenahi agar masyarakat maupun wisatawan merasa lebih nyaman saat menghadiri MotoGP," katanya.
Selain aspek pelayanan, penyelenggaraan MotoGP juga diharapkan mampu memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat lokal. Oleh karena itu, keterlibatan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dinilai perlu terus diperluas sehingga dampak ekonomi dari ajang internasional tersebut dapat dirasakan secara merata.
Di sisi lain, Sitti Ari menyoroti tingginya tarif hotel dan akomodasi yang kerap terjadi saat berlangsungnya event berskala internasional. Menurutnya, lonjakan harga tersebut berpotensi mengurangi minat wisatawan domestik untuk berkunjung ke NTB.
"Pemerintah perlu mengantisipasi kenaikan harga hotel agar tetap dalam batas yang wajar. Jika tarif akomodasi terlalu tinggi, masyarakat tentu akan mempertimbangkan kembali untuk datang," ungkapnya.
Ia juga berharap harga tiket MotoGP maupun tarif transportasi menuju lokasi penyelenggaraan tetap terjangkau sehingga masyarakat memiliki kesempatan lebih besar untuk menyaksikan balapan secara langsung.
| Baca juga: Sumbawa Borong Penghargaan Telemedicine NTB |
Lebih lanjut, ia menilai daya tarik MotoGP tidak hanya ditentukan oleh balapan yang berlangsung di sirkuit, tetapi juga perlu didukung oleh keberadaan destinasi wisata dan berbagai kegiatan pendukung yang dapat dinikmati wisatawan.
Menurutnya, pemerintah daerah dapat mendorong penyelenggaraan berbagai event pendukung serta mengembangkan destinasi wisata unggulan, seperti Sembalun, Senggigi, dan kawasan potensial lainnya. Dengan demikian, wisatawan memiliki lebih banyak pilihan aktivitas selama berada di NTB.
"Harapannya, wisatawan tidak hanya datang untuk menyaksikan MotoGP, tetapi juga menikmati berbagai destinasi wisata yang dimiliki NTB. Hal ini akan memberikan dampak positif bagi sektor pariwisata maupun perekonomian masyarakat," tutupnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....